Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Wajahnya saja sudah bisa menipu


__ADS_3

Zahra mengernyitkan keningnya mendengar suara yang tidak asing itu, di lihatnya nomor baru yang menelepon dirinya.


"Ini dengan siapa yah?" Tanya Zahra terlebih dahulu.


"Gue sepupu loe yang bernama Gracia, tega banget loe lupain suara gue" Ucap Gracia.


Zahra pun seakan tidak percaya dan sangat bahagia mendengar suara Gracia, sepupunya yang sangat akrab dengannya namun setelah Gracia memutuskan untuk meninggalkan Indonesia mereka sudah jarang berkomunikasi bahkan akhir-akhir ini tidak komunikasi sama sekali.


"Ini beneran loe Gracia?" Tanya Zahra heboh sendiri membuat Fania hanya terheran-heran melihat Zahra.


"Iyalah beneran" Ucap Gracia.


"Ya ampun gue nggak pernah yah lupain loe, ini buktinya gue bahagia banget dengar suara loe, sekarang loe lagi dimana?" Tanya Zahra.


"Gue udah balik ke Indonesia sekarang dan barusan gue habis ketemu mantan pacar gue tapi sekarang udah balikan lagi sih, loe lagi dimana gue mau ketemu dengan loe tahu, kangen banget gue" Ucap Gracia.


"Ya sudah loe datang ajah ke rumah gue, masih ingat kan loe?" Tanya Zahra.


"Masih dong" Jawab Gracia.


"Oke gue pulang sekarang ke rumah gue" Ucap Zahra.


Gracia pun mematikan panggilan telfonnya dan segera ke rumah Zahra.


"Zahra siapa sih yang nelfon loe, kayaknya loe senang banget?" Tanya Fania penasaran.


"Sepupu gue Fan, loe ikut deh ke rumah gue biar gue kenalin loe ke sepupu gue" Ajak Zahra.


"Boleh deh" Ucap Fania.


Fania dan Zahra pun segera menuju ke mobil untuk ke rumah Zahra.


#####


Rafa yang masih merasa sangat bahagia karena bisa bersama dengan Gracia lagi benar-benar melupakan Rara.


Rafa memutuskan untuk kembali ke rumahnya saja buat istirahat dan tidak mengaktifkan ponselnya sama sekali.

__ADS_1


Sedangkan Fandi masih ada di cafe sambil melanjutkan makannya dan menyuruh bawahannya untuk menyelidiki apa yang terjadi pada Gracia selama ini, selama Gracia meninggalkan Indonesia, alasan apa yang menyebabkan Gracia meninggalkan Indonesia, dulu Fandi tidak mencari tahu karena Fandi pikir Gracia pergi untuk meninggalkan Rafa tapi melihat sekarang Gracia kembali menjadikan Fandi ingin tahu semua alasannya.


Rara masih mencoba fokus untuk bekerja sambil sesekali menghubungi Rafa namun ponsel Rafa tidak pernah aktif.


Zahra dan Fania yang sudah sampai di rumah Zahra terlebih dahulu langsung duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Gracia.


Tak lama Gracia pun sampai ke rumah Zahra. Zahra langsung memeluk tubuh Gracia begitu melihat Gracia dan Gracia pun sama langsung memeluk tubuh Zahra.


Fania hanya melihat saja karena dia memang belum mengenal Gracia.


"Gue kangen banget sama loe Gracia" Ucap Zahra.


"Sama gue juga tahu" Ucap Gracia.


Mereka ini memang nggak video call yah kalau kangen, harus berlebihan banget kayak gini, lagian Zahra juga orang kaya kan kalau kangen tinggal pergi ajah ketemu gitu ajah susah batin Fania.


"Kalian mau sampai kapan pelukannya" Ucap Fania.


Mereka pun langsung melepaskan pelukannya begitu mendengar ucapan Fania.


"Lupa gue, oh iya kenalin teman gue namanya Fania" Ucap Zahra kepada Gracia.


Pembantu yang berada di rumah Zahra langsung menyiapkan mental mereka masing-masing lagi karena bertambah lagi majikan yang suka seenaknya kepada pembantu-pembantu seperti mereka.


Mereka juga sedikit terkejut melihat kedatangan Gracia di rumah Zahra, karena Gracia sudah lama tidak pernah datang ke rumah Zahra lagi dan itu membuat pembantu-pembantu itu sangat senang.


Gracia cewek lemah lembut yang terlihat di luar namun sebenarnya mempunyai sifat yang sangat kasar, sombong dan suka seenaknya namun dia pintar menyembunyikan itu semua berbeda dengan Zahra yang sangat susah menyembunyikan sifat jeleknya. Dan Gracia juga gadis yang pintar.


Setelah berkenalan Gracia yang merasa haus langsung mulai marah-marah dan berteriak memanggil pembantu-pembantu yang ada di rumah Zahra, membuat Fania benar-benar terkejut dengan sikap Gracia.


Tadinya Fania berpikir Gracia itu gadis yang lemah lembut dan baik hati melihat dari wajahnya namun ternyata dia juga sama dengan Zahra.


Memang kelihatan benar kalau mereka keluarga dan ini alasan mereka sangat dekat karena sifatnya tidak jauh beda sama sekali batin Fania sambil tertawa di dalam hatinya.


Sedangkan Zahra biasa saja mendengar itu semua, dia sudah biasa melihat kelakuan Gracia seperti itu.


Salah satu pembantu yang ada di rumah itu langsung berlari cepat menuju kepada Gracia sebelum Gracia bertambah kesal.

__ADS_1


"Loe ini kenapa lama banget datangnya, gue udah teriak dari tadi tahu nggak" Ucap Gracia kesal kepada pembantu itu.


Pembantu itu pun hanya tertunduk takut.


"Kenapa loe diam?" Tanya Gracia kepada pembantu itu.


"Udah nanti ajah loe marah-marahnya mendingan kita langsung ke kamar gue yuk" Ajak Zahra.


"Dan loe pembantu buatin kita minum dan bawah ke kamar gue, ingat nggak pakai lama" Ucap Zahra yang juga kesal.


Pembantu itu pun dengan segera pergi ke dapur untuk membuatkan minuman buat Zahra, Gracia dan juga Fania.


"Kenapa loe nggak pecat mereka ajah sih, dari dulu pembantu loe mereka terus dan mereka kerjanya nggak pernah becus tahu nggak" Ucap Gracia sambil berjalan menuju ke kamar Zahra begitupun dengan Zahra dan Fania.


"Gue sih pengen pecat mereka tapi nanti ajah deh gue lagi malas urus pembantu" Ucap Zahra.


Begitu sampai di depan kamar Zahra, Gracia pun langsung membuka pintu kamar Zahra dan berjalan masuk ke dalam begitu pun dengan Zahra dan Fania.


Gracia melihat-lihat isi kamar Zahra yang banyak berubah.


"Wah tambah bagus ajah kamar loe yah" Ucap Gracia.


"Iya dong gue kan udah dewasa dan cantik begini jadi kamar gue juga harus tambah bagus menyesuaikan dengan gue" Ucap Zahra dengan bangganya.


Gracia pun hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Zahra, Gracia langsung rebahan di tempat tidur Zahra sedangkan Zahra dan Fania ikut duduk di tempat tidur Zahra.


"Pembantu itu lama banget sih" Ucap Gracia yang sudah merasa sangat haus.


"Tunggu ajah bentaran lagi pasti muncul, udah loe nggak usah marah-marah dulu, banyak nih yang gue pengen tanyakan ke loe tahu nggak" Ucap Zahra


Fania pun hanya duduk saja sambil melihat Zahra dan Gracia.


Sepertinya sepupu Zahra ini lebih jahat lagi di bandingkan Zahra dan kayaknya dia juga pintar dalam kejahatan, wajahnya saja sudah bisa menipu batin Fania.


"Mau tanya apaan juga sih Zahra kan intinya gue udah balik ke Indonesia" Ucap Gracia.


"Tapi kan alasan loe pergi gue nggak tahu, loe langsung pergi gitu ajah lupa loe yah" Ucap Zahra.

__ADS_1


"Iya gue lupa nanti deh gue beritahu, gue mau minum dulu maunya haus gue" Ucap Gracia.


Pembantu itu pun akhirnya datang membawakan minuman buat Zahra, Gracia dan Fania, tapi tentu saja dia sudah mendapatkan umpatan dari Gracia sebelum kembali ke dapur.


__ADS_2