
Dokter pun segera membawa Aldi ke ruang operasi.
Mereka bertiga benar-benar tidak bisa berhenti khawatir terhadap Aldi.
"Rafa apa benar Aldi sepupumu?" tanya Rara yang sudah sangat penasaran dengan apa yang di dengarnya tadi.
"Iya sayang dia sepupuku" ucap Rafa lembut sambil mengusap lembut rambut Rara.
Rara benar-benar heran dengan sikap Rafa yang tiba-tiba lembut, dan juga memanggilnya sayang walaupun biasanya Rafa juga memanggilnya sayang, tapi kali ini rasanya berbeda biasanya Rafa memanggilnya sayang di saat dia sedang emosi semenjak dia bertemu kembali dengan Gracia.
Namun Rara tidak mau memikirkan itu dulu, karena sekarang dia benar-benar merasa bersalah, gara-gara dia Aldi sampai terkena tembakan yang di tujukan untuk dirinya.
"Rafa maafkan aku, karena aku Aldi sepupumu sampai kenapa-kenapa, aku benar-benar minta maaf" ucap Rara merasa bersalah.
Sebenarnya Rara ingin bertanya kenapa Rafa dan Aldi menyembunyikan itu semua dari dirinya bahkan Fandi juga ikutan, namun dia urungkan itu semua karena keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk menanyakan itu semua.
"Sudah itu bukan salahmu, Aldi memang ingin melindungimu dan aku yakin dia tidak akan menyalahkan kamu atas apa yang terjadi pada dirinya, aku yakin dia ikhlas melakukan itu bahkan aku dan Fandi pun ikhlas terkena tembakan hanya untuk melindungi kamu" ucap Rafa.
"Iya Rara kamu tidak usah merasa bersalah seperti itu, sekarang kita doakan saja Aldi semoga dia tidak kenapa-kenapa" ucap Fandi.
"Oh iya kamu tidak kenapa-kenapakan sayang?" tanya Rafa sambil memeriksa tubuh Rara.
"Iya nggak kenapa-kenapa kok" jawab Rara.
"Ini tanganmu memar gini, pasti kakimu jugakan, katakan padaku apa yang di lakukan wanita gila itu padamu" ucap Rafa.
"Nggak ada kok, dia belum sempat menyiksa aku, kamu sudah datang dan terima kasih kamu sudah datang menolongku dan kamu juga Fandi terima kasih yah" ucap Rara tulus.
"Iyalah aku pasti menyelamatkan kamu sayang, sekarang ayo kita ke dokter untuk mengobati memar kamu ini" ucap Rafa.
"Ini nggak kenapa-kenapa kok, kita disini saja menunggu Aldi" ucap Rara.
"Nggak boleh ayo sini memarmu harus di obati, Aldi pasti tidak mau kalau sampai kamu memar-memar begini" ucap Rafa.
"Fandi loe disini dulu yah" ucap Rafa.
"Iya pasti" ucap Fandi.
Rafa pun segera membawa Rara ke ruangan dokter untuk mengobati memar Rara.
__ADS_1
Rara hanya heran melihat Rafa yang begitu perhatian padanya, Rara sampai meragukan bahwa yang di depannya itu benar-benar Rafa, Rara sempat berpikir bahwa orang yang sedang bersamanya ini bukan Rafa.
Rara juga heran melihat dokter yang memeriksanya sangat segan kepada Rafa.
"Dokter obati istri saya sebaik mungkin, memar-memarnya itu harus cepat sembuh" perintah Rafa.
Dokter itu pun tersentak kaget begitu mendengar Rafa menyebutkan kata istri. Dia tidak menyangka saja kalau anak dari pemilik rumah sakit ini yang tidak mau di ketahui oleh publik ternyata sudah menikah. Dan dia juga sangat perhatian pada istrinya.
"Baik tuan muda" ucap dokter itu yang membuat Rara membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut.
Rafa melihat ekspresi Rara yang sedang terkejut dan itu sangat menggemaskan di matanya. Rafa pun tersenyum.
"Tutuplah mulutmu masih banyak yang lebih mengagetkan dari ini sayang" bisik Rafa lalu tersenyum.
Rara refleks menutup mulutnya dan melihat ke arah Rafa seakan bertanya namun Rafa tak menggubris membuat Rara cemberut.
"Jangan cemberut seperti itu, kamu mau aku cium disini, di depan dokter" bisik Rafa lagi sambil menahan tawanya.
Rara pun langsung melotot kepada Rafa, dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang di katakan oleh Rafa, bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu di saat begini.
Dokter yang memeriksa Rara hanya senyum-senyum saja melihat Rafa yang selalu menggoda Rara.
#####
"Iya Fandi, Aldi nggak kenapa-kenapa kan, operasinya berjalan lancarkan?" tanya Rara yang tak kalah paniknya.
Fandi pun mengatur nafasnya terlebih dahulu.
"Fandi kenapa loe nggak jawab, ayo jawab" ucap Rafa sambil menggoyangkan kedua bahu Fandi.
"Sabar Rafa gue atur nafas dulu" ucap Fandi yang masih ngos-ngosan.
"Oke gue udah atur nafas dan gue cuma mau bilang kalau operasi Aldi berjalan lancar, untung banget pelurunya nggak mengenai jantung dia, dan sekarang dia masih belum sadar tapi kata dokter nggak lama dia akan sadar" ucap Fandi lalu tersenyum bahagia.
"Beneran, loe lagi nggak bercanda kan Fandi?" tanya Rara memastikan.
"Iya beneran Rara, gue lagi nggak bercanda" ucap Fandi sambil ingin memeluk Rara karena perasaan bahagianya namun segera di hadang oleh Rafa.
"Kalau lagi senang, yah senang ajah jangan mengambil kesempatan juga sama istri orang" ucap Rafa.
__ADS_1
"Heem dasar"
"Loe itu buat gue khawatir tahu nggak tadi, gue pikir Aldi kenapa-kenapa, karena loe lari-lari tahu nggak" ucap Rafa.
"Itu karena gue senang banget Aldi nggak kenapa-kenapa walaupun belum sadar sekarang, makanya gue lari-lari sambil mencari kalian berdua karena nggak sabar ingin memberitahukan kalian kabar gembira ini" ucap Fandi.
"Ya udah ayo kita ke ruangan Aldi" ajak Rara.
Mereka pun segera ke ruangan Aldi. Aldi masih terbaring lemah dan juga pucat.
######
"Rara loe pulang ajah dulu istirahat biar gue dan Rafa yang jagain Aldi disini" ucap Fandi dan mereka juga sudah menyiapkan sopir untuk Rara yang bisa di andalkan karena belajar dari kejadian sebelumnya.
"Nggak gue mau disini ajah nungguin Aldi" tolak Rara.
"Iya Rara disini ajah, gue nggak mau jauh-jauh dari Rara" ucap Rafa pada Fandi.
Kalau Rara disini, gue bakalan jadi obat nyamuk, ngenes banget sih gue batin Fandi.
"Iya deh berlebihan banget sih loe" ucap Fandi.
"Loe jangan peluk-peluk Rara yah kalau tidur, awas ajah loe, hargai gue yang jomblo ini" ucap Fandi sengaja mengingatkan Rafa.
Rafa pun tertawa mendengar ucapan Fandi.
"Terserah gue dong, loe tahu sendirikan berapa lama gue bersabar, makanya loe jangan jomblo dong" ucap Rafa lagi lalu tertawa.
"Rafa kamu kok gitu sih sama Fandi, lagian kamu ini kenapa sih berubah gini, atau jangan-jangan kamu bukan Rafa lagi" ucap Rara sambil bergidik ngeri.
Fandi langsung tertawa begitu mendengar ucapan Rara.
"Iya nih Rara, jangan-jangan dia bukan Rafa lagi" ucap Fandi.
"Enak ajah, aku Rafa sayang suamimu" ucap Rafa lalu mencium kening Rara.
Fandi pun langsung melongo tak percaya melihat pemandangan itu.
"Obat nyamuk mahal, obat nyamuk mahal" sindir Fandi.
__ADS_1