Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sedang telfonan dengan seseorang,,,


__ADS_3

"Tidak ada apa-apa tuan," ucap anak buah Rafa setelah memeriksa semuanya.


"Cari tau latar belakang kedua orang ini," ucap Fandi lagi.


"Baik tuan," ucap anak buah Rafa lagi.


Fandi pun segera masuk ke kamar tamu setelah memastikan semuanya aman. Dan anak buahnya berjaga di tempatnya.


Fandi segera bersih-bersih dan juga memakai setelan baju tidurnya.


Kamar itu memang sudah ada sebagian barang-barang Fandi untuk keadaan seperti ini,, apabila Fandi harus tidur di rumah Rafa.


Ada saja orang yang mau mencelakai Rara,, padahal Rara wanita yang sangat baik,, kenapa mereka harus mau mencelakai Rara,, sifat iri manusia itu memang sudah keterlaluan,, apa jangan-jangan orang itu akan mengalami gangguan kejiwaan nanti,, dia seperti orang gila saja mau mencelakai Rara yang tidak tau apa-apa,, batin Fandi yang tidak habis pikir.


"Aku akan menjaga kamu Rara sekalipun harus mengorbankan nyawaku karena aku sangat mencintai kamu, meskipun tidak ada seorang pun yang tau dengan besarnya cintaku sama kamu," gumam Fandi.


Sementara Rafa yang sudah selesai bersih-bersih baring sambil melihat Rara yang sedang tidur.


Maafin aku sayang,, gara-gara aku kamu jadi incaran orang jahat,, kalau kamu bukan istriku mungkin sekarang kamu akan hidup tenang-tenang saja,, nggak seperti sekarang yang jadi incaran orang jahat,, batin Rafa sambil melihat Rara yang sedang tertidur pulas.


Rafa pun memeluk Rara dan akhirnya tertidur juga.

__ADS_1


############


Pagi hari...


Rara tersenyum melihat Rafa yang tertidur pulas sambil memeluk dirinya,, dipindahkan tangan Rafa pelan-pelan namun Rafa menahan dirinya yang ingin beranjak dari tempat tidur.


"Kamu udah bangun?" tanya Rara karena mengira Rafa masih tidur tadi.


"Mau kemana?" tanya Rafa balik sambil masih memeluk pinggang Rara.


"Mau ke dapur nyiapin sarapan," ucap Rara.


"Kan ada pelayan,, kamu disini aja," ucap Rafa.


"Masih malas sayang bentaran lah" ucap Rafa.


"Ya udah tapi aku ke dapur dulu yah," ucap Rara.


"Yah kamu jangan juga ke dapur dulu dong," ucap Rafa lagi.


"Astaga sayang,, aku cuma mau ke dapur nggak kemana-mana massa di larang juga," ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya melihat Rafa.

__ADS_1


"Oh iya semalam urusan kamu udah selesai?" tanya Rara.


"Emm udah kok sayang," jawab Rafa.


"Kamu nggak keluar-keluar kan?" tanya Rara.


"Iya nggak,, sayang kamu dengerin aku yah untuk kali ini pokoknya kamu harus dengerin baik-baik,, kamu jangan terlalu dekat dengan orang yang tidak kamu kenal dengan baik,, dan juga jangan suka sendirian,, jangan jauh-jauh dari anak buah ku dan juga anak buah Fandi,," ucap Rafa yang mengingat Rara tidak lama lagi akan ke kampus.


Rara yang mendengar ucapan Rafa mengernyitkan keningnya bingung.


"Aku udah tau kok itu sayang,, bukannya kamu selalu mengingatkan aku juga," ucap Rara.


"Yah aku ingatkan lagi,," ucap Rafa.


"Oke aku akan selalu ingat,, aku ke dapur dulu kalau gitu, jangan nahan-nahan aku,," ucap Rara sambil tersenyum.


"Iya deh,, aku tidur sebentar terus mandi,," ucap Rafa sambil tersenyum.


"Oke sayang," ucap Rara lalu segera berjalan keluar dari dalam kamar.


##########

__ADS_1


Rara mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat Fandi berada di rumahnya dan tampak sedang telfonan dengan seseorang.


__ADS_2