Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Nggak bisa aku menyuruh orang,,,


__ADS_3

Fandi terlebih dahulu pergi menemui Rafa untuk minta izin keluar sebentar,, karena Fandi juga merasa tidak enak apabila asal pergi tanpa sepengetahuan Rafa,, apalagi masih jam kerja.


Begitu sampai di depan ruangan Rafa,, Fandi dengan segera mengetuk pintu terlebih dahulu.


Rafa yang mendengar ketukan pintu dengan segera menyuruh orang itu masuk.


"Masuk," ucap Rafa walaupun sebenarnya Fandi juga tidak mendengarnya.


Siapa? Fandi kah? batin Rafa sambil melihat ke arah pintu.


Rafa langsung mengernyitkan keningnya begitu melihat ternyata memang benar Fandi yang mengetuk pintu sesuai dengan dugaannya.


Rafa melihat Fandi dengan tatapan yang sulit diartikan.


Kenapa nih anak,, wajahnya juga kusut amat,, apa masih gara-gara Citra dan Chris dia seperti ini,, wah,, wah,, wah,, batin Rafa sambil melihat Fandi.

__ADS_1


"Ada apa Fan? aku nggak manggil kamu sepertinya,, ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?" ucap Rafa sambil melihat Fandi.


Duhh izin atau nggak usah yah? Rafa bakalan curiga nggak yah kalau aku izin? batin Fandi yang masih bingung antara izin atau tidak begitu dia sudah berhadapan dengan Rafa.


Rafa mengernyitkan dahinya begitu melihat Fandi yang hanya diam saja.


"Fan kok kamu diam sih? ada apa?" ucap Rafa lagi sambil melihat Fandi.


"Emm nih aku mau izin keluar sebentar,," ucap Fandi sambil berharap Rafa tidak akan banyak tanya dan mengizinkan dia.


"Rafa kok diam sih, kamu dengar nggak kata aku barusan?" ucap Fandi sambil melihat Rafa dengan tatapan kesal karena Rafa hanya diam saja padahal dia ingin segera ke kampus tempat Ana kuliah.


"Iya dengar kok Fan,, mau kemana sih kamu?" tanya Rafa balik sambil melihat Fandi.


Tuh kan pasti dia kepo,, bukan Rafa kalau nggak kepo,, mau tau aja sih urusan orang,, kalau aku bilang yang sesungguhnya pasti dia bakalan ledekin aku habis-habisan,, duhh mau alasan apa nih? batin Fandi yang bingung sendiri.

__ADS_1


"Hmm sekarang kamu lagi yang diam,, mau kemana pak Fandi,, siapa tau aku bisa bantu," ucap Rafa lagi sambil menahan tawanya.


"Hmm nggak perlu aku bisa sendiri,, ada yang ingin aku beli di luar,, jadi aku mau keluar membelinya," ucap Fandi yang langsung merutuki kata-katanya sendiri.


Astaga kok jadi itu sih alasan aku,, nggak masuk akal banget,, bodoh banget kamu Fandi,, batin Fandi.


"Kan bisa menyuruh orang,, hmm kamu aneh banget,, mau kemana? jujur saja jangan disembunyikan,," ucap Rafa lagi yang sengaja memancing Fandi agar mengatakan yang sebenarnya.


Hmm mau ke tempat Citra nih pasti,, aku yakin banget,, mana ada dia mau keluar hanya untuk membeli sesuatu,, dasar Fandi dia pikir aku seperti istriku yang polos kali yah,, yang bisa percaya gitu aja sama orang,, batin Rafa.


"Nggak bisa aku menyuruh orang kalau yang ini,, udahlah yang penting aku sudah izin supaya kamu nggak mencari aku,,, jadi aku mau keluar dulu sekarang, bye," ucap Fandi lalu segera berjalan keluar dari dalam ruangan Rafa.


Rafa hanya melongo sambil melihat kepergian Fandi.


############

__ADS_1


Di perjalanan menuju ke kampus Ana,, Fandi tidak sengaja melihat Gracia.


__ADS_2