Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Kabari mama yah,,,


__ADS_3

Citra yang melihat perubahan ekspresi wajah Aldi dan juga ponsel Aldi yang jatuh jadi penasaran dengan apa yang terjadi.


"Aldi ada apa? kenapa kamu seperti shock?" tanya Citra dan Aldi belum menggubris ucapan Citra dia masih terdiam.


"Anak buah kamu bilang apa? apa yang terjadi pada Ana?" tanya Citra lagi dan belum mendapatkan jawaban dari Aldi.


Citra lalu mengambil ponsel Aldi yang terjatuh lalu bicara dengan anak buah Aldi.


"Halo,, apa yang terjadi pada Ana?" tanya Citra langsung karena melihat panggilan telfon yang masih tersambung,, anak buah Aldi belum menutup panggilan telfonnya dengan Aldi.


"Nona Ana mengalami kecelakaan," jawab Anak buah Aldi yang langsung membuat Citra benar-benar sangat terkejut dan langsung panik.


"Di rumah sakit mana kalian?" tanya Citra.


"Di rumah sakit XXXXX,, rumah sakit terdekat dari tempat kecelakaan," jawab anak buah Aldi.


"Oke," ucap Citra lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Anak buah Aldi.


"Adikku nggak mungkin kecelakaan,, itu bohongan kan dia nggak mungkin kecelakaan," ucap Aldi.


"Aldi,, Ana memang kecelakaan,, kita harus ke rumah sakit sekarang,, kamu tenang dulu,, Ana pasti akan baik-baik saja kok,, aku yakin,, ayo kita ke rumah sakit," ucap Citra yang sebenarnya di dalam hatinya sangat khawatir pada Ana,, dia juga sangat takut apabila terjadi sesuatu pada Ana atau sampai kehilangan Ana.


Citra membawa Aldi yang masih shock,, Aldi tidak bisa berkata apa-apa lagi,, dia hanya mengikuti Citra saja yang sedang membawanya menuju ke mobil,, dia masih tidak habis pikir adik kesayangannya dan adik satu-satunya mengalami kecelakaan,, padahal dia selalu mengutamakan keselamatan adiknya,, bahkan mobil Ana pun selalu di periksa setiap hari sebelum dia mengemudikan mobilnya kemana pun dia inginkan. Agar tidak terjadi seperti sekarang.


"Aldi kamu nggak kenapa-kenapa kan? kenapa sejak tadi kamu diam saja?" ucap Citra sambil menyetir mobilnya.


"Aldi kamu jangan diam terus dong,, aku takut nih,, kalau kamu diam terus," ucap Citra lagi.


"Cit,, kenapa harus Ana,, kenapa dia yang mengalami kecelakaan ini,, dan sepertinya dia parah Cit,, karena anak buah ku tadi bicara dengan nada suara takut dan khawatir,, aku nggak mau adikku sampai kenapa-kenapa," ucap Aldi dan tidak terasa air matanya keluar.


Citra sangat kasian melihat Aldi, Citra tau betul bagaimana Aldi sangat menyayangi Ana,, selalu menjaga dan mengutamakan Ana.


"Kamu harus tenang Aldi dan berdoa semoga Ana tidak kenapa-kenapa,, dia bisa selamat tanpa kekurangan apapun," ucap Citra sambil fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


Aldi pun berusaha untuk tenang dan berdoa agar Ana tidak kenapa-kenapa.


"Kamu sudah menelepon tuan Aldi?" tanya salah satu anak buah Aldi kepada temannya yang dia perintah untuk menelepon Aldi tadi.


"Iya sudah, dan dia segera kesini,"


"Gimana tadi respon tuan Aldi? dia pasti sangat marah kan sama kita,, aku benar-benar takut hidup kita akan berakhir karena telah lalai menjaga adik kesayangan dia dan satu-satunya dia,, kalian tau sendiri kan dia itu sangat menjaga keselamatan adiknya,, mana aku punya istri dan anak,, bagaimana nasib mereka nanti,"


"Aku hanya berharap tuan Aldi tidak melakukan itu pada kita,, ini di luar dugaan kita,, mobil itu sengaja ingin mencelakai Nona Ana kan awalnya kita pikir itu bukan mobil yang ingin mencelakai Nona Ana,, tapi untungnya dia jatuh ke jurang,, itu balasan atas perbuatan jahat dia pada Nona Ana,,, tanpa perlu kita melakukan apapun dia sudah di balas dengan Allah,,"


"Iya kamu benar sekali,, nggak lama lagi dia pasti dinyatakan meninggal dunia, karena jurang nya lumayan juga,"


"Iya,, pasti dia tidak akan selamat,,"


Begitulah pembicaraan anak buah Aldi.


##########


Mama Reno yang nggak tau mau ngapain lagi setelah Ana pulang memutuskan untuk menonton siaran televisi saja. Reno pun ikut duduk di sampingnya sambil berpikir tentang Fania yang selalu marah padanya.


"Reno,, Ana itu cantik loh,, baik,, kamu nggak ada niat gitu buat deketin dia?" tanya mama Reno lagi,, yang sangat ingin Reno mengejar Ana bukan Fania.


"Apaan sih ma,, dari tadi mama bahas itu terus,,, aku nggak mungkin ma deketin dia,, aku nggak mungkin suka sama Ana,, dan Ana juga nggak mungkin suka sama aku," ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya melihat mamanya.


"Yah kamu coba dulu dong,,, siapa tau nanti kamu akan jatuh cinta sama dia, dan Ana juga bisa jatuh cinta sama kamu,, mama lihat tadi dia memperhatikan kamu kok," ucap mama Reno karena selalu curi-curi pandang tadi sama Ana ketika Ana berada di rumahnya.


"Duhh ma,, udah deh nggak mungkin,,, nggak usah inginkan yang aneh-aneh yah mamaku sayang,, tuh fokus nonton aja tuh," ucap Reno lagi.


"Kamu ini di bilangin malah ngeyel,, ayolah kamu mau saja nggak usah deh sama Fania itu," ucap mama Reno.


"Duhh nggak bisa mamaku sayang,, cinta itu nggak bisa dipaksakan,, oke. Jadi mama nonton saja yah,," ucap Reno lagi.


"Dasar kamu ini,, nggak mau banget lihat mama bahagia," cibir mama Reno.

__ADS_1


"Aku akan membuat mama bahagia," ucap Reno lagi sambil tersenyum.


"Hmm omong doang," ucap Mama Reno lalu kembali fokus pada tontonan nya.


Reno hanya tersenyum begitu mendengar ucapan mamanya.


"Loh Reno,, ini bukannya kejadiannya nggak jauh dari rumah kita,, yang jalan sunyi itu?" ucap mama Reno begitu menonton berita.


Reno pun langsung melihat siaran televisi juga.


"Oh iya ma,, kasihan banget yah yang kecelakaan itu,," ucap Reno.


"Reno,, bukannya ini mobil Ana?" ucap Mama Reno yang mulai panik.


Reno pun kembali melihatnya.


"Iya ma,, itu seperti mobil Ana," ucap Reno juga yang mulai panik.


"Bukan lagi seperti Reno,, itu benar-benar mobil Ana,, mama ingat sekarang plat mobil Ana,, Ana kecelakaan Reno," ucap mama Reno sambil mengambil ponselnya untuk menelepon Ana.


"Nomor ponsel Ana nggak aktif,, mama yakin Reno itu pasti Ana yang kecelakaan," ucap Mama Reno yang semakin bertambah panik.


"Mama tenang dulu yah,, itu mungkin memang benar Ana,, karena jam nya tidak jauh beda ketika Ana pulang dari sini,,, dan juga merek mobilnya sama dengan merek mobil Ana,," ucap Reno.


"Aku akan ke rumah sakit dekat sini ma,, untuk mencari Ana,, aku yakin Ana pasti akan di bawa ke rumah sakit dekat sini untuk mendapatkan pertolongan,,, nggak mungkin dia di bawa jauh-jauh,," ucap Reno sambil berjalan mengambil kunci mobilnya.


Mama Reno tidak bisa berhenti panik. Dia juga masih berharap pemilik mobil itu bukan Ana.


"Reno,, mama ikut," ucap mama Reno sambil mengikuti Reno yang sedang berjalan menuju ke mobilnya.


"Nggak usah ma,, biar Reno pastikan dulu,," ucap Reno.


"Tapi kabari mama yah," ucap mama Reno.

__ADS_1


__ADS_2