
"Iddihh siapa juga yang lebay memang aku masih kangen sama dia kok,, iri aja kamu,, makanya kalau punya pacar tuh jangan yang suka marah-marah,, biar kamu bisa merasakan kebahagiaan saat berpacaran,, bukan hanya kebahagiaan saat bercinta saja,," ucap Andre sengaja.
"Astaga dasar yah nih anak,, aku juga merasakan kebahagiaan saat bersama Fania kok,,, bukan saat bercinta saja dengan dia,, jadi nggak usah sok tau yah kamu,," ucap Reno kesal.
"Hemm bukannya sok tau tapi aku berbicara faktanya,," ucap Andre lagi.
"Udah deh nggak usah berantem melulu kalian berdua,, akur dong,, gimana sih,, nanti mau jadi keluarga loh kalau nggak ada halangan," ucap Tasya lalu tersenyum.
"Ehhh iya kita kan mau jadi keluarga jadi harus akur Ren,," ucap Andre sambil tersenyum pada Reno.
"Hemm semoga saja ada halangan sehingga kita tidak jadi keluarga,, aku malas punya keluarga seperti ini cukup punya teman yang seperti ini saja,," ucap Reno sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Andre yang tiba-tiba berubah.
"Nggak usah ngomong begitu kamu Ren,," ucap Andre.
"Udah-udah,, ayo Reno aku temani kamu pergi belanja,, nanti tante marah loh kalau kamu kelamaan bawa pulang belanjaan,, karena siapa tau aja dia mau pakai masak itu sekarang," ucap Tasya.
"Emang iya dia mau pakai masak itu sekarang,, tapi aku heran saja padahal masih banyak deh perasaan itu bahan dapur kalau aku nggak salah ingat,, ehh sekarang udah habis saja,," ucap Reno yang tiba-tiba teringat dengan bahan-bahan dapur yang tidak sengaja dia lihat.
"Pasti kamu salah ingat saja,, ayo kita pergi,, nggak usah lama-lama," ucap Tasya lagi.
Tiba-tiba ponsel Reno bunyi menandakan ada pesan WhatsApp masuk,, dia dengan segera melihat pesan itu.
"Nih mama aku udah kirim catatan yang akan aku beli,, ayo kita pergi," ucap Reno lemas.
"Semangat Ren,, jangan lemas seperti itu,, hitung-hitung latihan kalau punya istri nanti,, siapa tau aja kan kamu di suruh pergi belanja jadi udah tau deh,," ucap Andre.
"Udah dehh, diam aja kamu, nggak usah ledekin aku meluluh,, aku lagi nggak mood nih,," ucap Reno.
"Yee di kasitau juga malah mikir macam-macam sama aku,," ucap Andre.
"Biarin,, kamu juga pergi belajar belanja sana,, jangan sampai Tasya nyuruh kamu malah kamu nggak mau karena nggak tau," ucap Reno.
"Itu sih masalah gampang,,, kamu aja dulu yang jelas-jelas lagi di perintah sekarang,,," ucap Andre.
"Alasan aja," ucap Reno.
"Udah nggak usah bertengkar terus,, ayo kita pergi Ren,," ucap Tasya.
"Ayok," ucap Reno.
"Aku balik dulu,," ucap Reno.
"Aku balik dulu yah sayang," ucap Tasya pada Andre.
"Semuanya aku balik dulu,," ucap Tasya lagi kepada teman-teman Reno dan juga teman Andre.
"Iya hati-hati yah sayang,,, Reno hati-hati nyetir mobilnya,,, karena kamu membawa pacar aku,," ucap Andre.
"Iyalah aku pasti hati-hati,,, kalau aku nggak hati-hati kan sudah pasti aku juga kena akibatnya,,, gimana sih kamu," ucap Reno.
"Wihhh sensi amat kamu Ren,, aku cuma mengingatkan nggak usah ngegas,," ucap Andre.
"Hemm,," balas Reno.
"Ayo Tasya,," ucap Reno kepada Tasya.
"Yuk,," ucap Tasya.
Mereka segera berjalan menuju ke mobil Reno,, di ikuti Andre dan teman-temannya yang lain.
Reno membunyikan klakson mobilnya lalu segera menyetir mobilnya.
__ADS_1
"Kasian banget si Reno,, untung ada Tasya kan pacarku,," ucap Andre kepada teman-temannya yang lain.
"Iya kamu benar banget,, kebayang kalau nggak ada Tasya dia pasti menahan malu banget buat pergi belanja bahan-bahan dapur tuh,,"
"Iya benar banget,,"
Mereka pun tertawa bersama. Lebih tepatnya menertawakan Reno.
#########
Dalam mobil Reno.
"Ren,, sepertinya tante ingin mengerjai kamu tuh,," ucap Tasya.
"Hemmm iya sepertinya begitu karena bisa-bisanya dia menyuruh anaknya pergi belanja bahan-bahan dapur,, padahal ini bukan tugas aku loh,," ucap Reno.
"Sabar aja," ucap Tasya lalu tertawa.
"Kapan sih aku nggak sabar menghadapi mama aku itu,, aku selalu sabar,, nggak mau durhaka aku sebenarnya," ucap Reno.
"Mungkin itu karena kamu nggak mau menurut sama mama kamu mengenai Fania,, makanya dia ngerjain kamu terus," ucap Tasya.
"Masa hanya karena itu sih,, tapi sepertinya kamu benar sih,," ucap Reno sambil mengingat mamanya yang sangat tidak menyukai Fania.
"Makanya kamu cari pacar lain saja,, supaya mama kamu nggak ngerjain kamu terus,, gitu aja susah banget sih kamu,," ucap Tasya sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu sih ngomongnya gampang,, lah aku ini susah banget tau mau mencari wanita lain,, sudah terlanjur cinta sama Fania nggak bisa lagi mencari wanita lain," ucap Reno sambil fokus menyetir mobilnya.
"Hemm nggak gitu juga kali Ren,, kamu hanya belum mencobanya saja,, coba dulu deh mencari wanita lain,, siapa tau aja kan kamu bisa tapi aku yakin sih pasti bisa,, lagian ini untuk kebahagiaan mama kamu tau nggak,, bahagiakan lah mama kamu itu sekali-kali Ren,," ucap Tasya lagi.
"Aku juga ingin membahagiakan dia Tasya,, tapi bukan dengan memutuskan Fania,, aku akan membahagiakan dia dengan cara lain saja,," ucap Reno.
"Yah nggak tau lah,, aku juga bingung harus bagaimana,,, biarkanlah semuanya berjalan,, nanti saja di lihat bagaimana akhirnya,," ucap Reno.
"Hemm iya deh,, aku penasaran bagaimana akhirnya antara kamu dan Fania nantinya," ucap Tasya.
"Aku juga nggak sabar lihat kamu bagaimana akhirnya bersama Andre," ucap Reno.
"Kamu benar-benar yakin dengan Andre,, Tasya?" tanya Reno.
"Iya aku sangat yakin,," jawab Tasya cepat.
"Kamu nggak takut sama dia? dan memang benar dia nggak pernah minta macam-macam sama kamu?" tanya Reno karena mengingat kebiasaan Andre dan Zahra,, dia sudah sangat tau bagaimana gaya berpacaran Andre.
"Aku nggak takut sama dia sama sekali,, dan dia juga memang benar nggak pernah minta macam-macam sama aku kok,, kalau dia berani minta macam-macam sama aku,, maka aku akan memutuskan dia tanpa tawar menawar lagi,," ucap Tasya.
"Kamu lihat Andre dia bisa seperti itu,, masa kamu nggak bisa sih," ucap Tasya lagi.
"Hemm aku ketemu dengan Fania bukan hanya untuk seperti itu kok,, aku mencintai dia juga," ucap Reno.
"Hemm terserah kamu saja lah Reno,, capek aku beritahu kamu,, yang penting kamu jangan menyesal nanti lah,, tapi aku berharap sih kamu akan bertemu dengan wanita lain,, dan melupakan Fania,," ucap Tasya.
"Hemm aku nggak akan menyesal kok,, dan jangan berharap yang begitu dong,," ucap Reno lagi.
"Cinta,, Cinta memang langsung membuat orang bodoh dan buta," sindir Tasya sengaja.
Reno hanya tersenyum begitu mendengar ucapan Tasya.
Seperti kata Reno ketika di rumah Andre bahwa Tasya hanya akan menemani dia saja,, dan memang benar Tasya hanya menemani Reno saja,, selebihnya Reno lah yang belanja.
"Tasya kamu mau ke rumah dulu atau aku langsung antar pulang?" tanya Reno begitu sudah selesai belanja.
__ADS_1
Tasya pun tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan Reno.
"Langsung antar pulang saja deh Ren,, nanti tante kalau lihat aku malah berpikir aku yang belanja dan bukan kamu,, secara kamu tau sendiri bagaimana mama kamu,," ucap Tasya.
"Hemm iya juga yah,, kamu memang benar,, pasti kalau dia melihat kamu,, dia nggak bakalan percaya kalau aku yang belanja," ucap Reno.
"Iya jadi antar aku pulang dulu kalau gitu,," ucap Tasya lagi.
Reno pun akhirnya mengantar Tasya pulang ke rumahnya dulu. Di perjalanan menuju ke rumah Tasya tiba-tiba ponsel Reno berdering. Reno segera melihatnya.
"Aduhh mama aku nih,, pasti dia mau tanyain dehh aku lagi dimana karena lama banget bawa pesanan dia,," ucap Reno.
"Hemm iya sih,, tapi kamu angkat aja dulu,, bilang udah di jalan sekarang mau balik ke rumah,," ucap Tasya.
Reno pun segera mengangkat panggilan telfon dari mamanya.
"Halo ma,," ucap Reno begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari mamanya.
"Halo Reno,, kamu lagi dimana sekarang kok lama banget?" tanya mama Reno langsung dan sesuai dengan dugaan Reno sebelumnya.
"Ini mah aku lagi di jalan mau pulang ke rumah,, mama tenang saja aku sudah selesai belanja kok sesuai dengan catatan yang mama berikan,, jadi tunggu saja yah,," ucap Reno.
"Oke kalau begitu,, cepetan yah,, mama udah mau masak nih,," ucap mama Reno lagi.
"Iya ma,," ucap Reno.
"Mama tutup dulu telfonnya,, kamu hati-hati juga," ucap mama Reno lagi.
"Iya mamaku sayang," ucap Reno sambil tersenyum.
Mama Reno pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Reno.
"Aduhh Ana maaf yah sayang kalau lama,, kamu masih betah kan disini menunggu belanjaan dari Reno?" ucap mama Reno.
"Iya masih kok tante,,, tante nggak perlu minta maaf,, santai aja tante,," ucap Ana sambil tersenyum.
"Makasih yah sayang sudah mengerti," ucap mama Reno lagi.
"Iya tante,," ucap Ana juga.
Tak lama Reno pun sudah sampai ke rumah Tasya.
"Tasya perlu aku masuk nih ke dalam?" tanya Reno.
"Om sama tante ada di rumah yah?" tanya Reno lagi.
"Udah nggak usah kamu masuk ke dalam langsung balik aja,, kasian tuh tante sudah nunggu sejak tadi,," ucap Tasya.
"Tapi gimana sama Tante dan om? jangan sampai Andre tidak direstui," ucap Reno lalu tertawa dan Tasya pun ikut tertawa.
"Nggak kok pasti dia direstui,, lagian mama sama papa aku nggak ada di rumah,,, aku yakin mereka lagi keluar, jadi kamu langsung balik aja,," ucap Tasya.
"Oh oke kalau begitu,," ucap Reno.
"Kamu hati-hati yah,," ucap Tasya.
"Iya,," ucap Reno.
Tasya pun segera turun dari dalam mobil Reno. Lalu Reno segera menyetir mobilnya lagi menuju ke rumahnya.
Sedangkan di tempat lain,, Fania masih terus menunggu kabar dari Reno.
__ADS_1