Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Khilaf


__ADS_3

"Hai Rafa kok ponsel loe nggak pernah aktif sih gue telfon dari tadi" ucap Zahra sambil memegang tangan Rafa begitu sampai di dekat Rafa, Zahra bahkan tidak memperdulikan Rara yang berada di dekat Rafa dan sedang di gandeng oleh Rafa.


Rara pun hanya bingung melihat sikap Zahra yang sangat berubah dan Rafa juga benar-benar sangat bingung dengan perubahan Zahra yang tiba-tiba.


"Gue sengaja karena loe telfon gue terus dan gue nggak mau diganggu sama loe" ucap Rafa sinis dan melepaskan pegangan tangan Zahra yang sedang memegangnya.


Rafa pun mengajak Rara lagi untuk berjalan sambil masih menggenggam tangan Rara dan Zahra sangat kesal.


Rara pun hanya mengikut saja.


Zahra tidak tinggal diam, dia pun mengikuti Rafa dan Rara sampai ke kelas Zahra berusaha duduk di dekat Rafa.


Rafa dan Rara lagi-lagi mengernyitkan keningnya bingung dengan sikap Zahra. Karena sejak dulu yang biasa seperti itu adalah Rafa.


"Ngapain sih loh duduk di dekat gue Zahra, lebih baik loe jauh-jauh deh dari gue karena percuma gue nggak bakalan bantuin loe bentar" ucap Rafa.


"Nggak apa-apa kok kalau loe nggak mau bantuin gue, gue bakalan tetap duduk di dekat loe dan gue juga mau minta maaf atas perlakuan gue sama loe selama ini yang nggak pernah menghargai perasaan loe ke gue" ucap Zahra dengan ekspresi wajah bersalahnya.


Haa seorang Zahra mau minta maaf sama gue, kenapa nih orang yah apa dia lagi kesambet batin Rafa bingung.


Fandi pun yang baru datang ikut mendengar ucapan Zahra dan dia juga benar-benar bingung dan kaget dengan Zahra yang berperilaku seperti itu. Bahkan Fandi sampai merinding mendengar permintaan maaf Zahra.


"Oke gue udah maafin loe kok santai ajah, sekarang loe bisa pindah tempat duduk kan, gue mau duduk dekat Fandi" perintah Rafa.


Haa gitu ajah respon dia batin Zahra.


"Emm Rafa gimana dengan perasaan loe sama gue, apa loe masih sayang sama gue?" tanya Zahra tanpa malu.


Rafa, Rara dan Fandi lagi-lagi terkejut dengan ucapan Zahra.


"Haa loe nggak salah bertanya kan Zahra?" tanya Rafa memastikan pendengarannya sekali lagi.

__ADS_1


"Nggak kok Rafa, gue setelah gue pikir-pikir gue sebenarnya sayang juga sama loe hanya waktu itu gue belum menyadarinya" ucap Zahra lagi masih dengan senyumnya.


Rara langsung merasakan ada yang aneh dengan hatinya setelah mendengar ucapan Zahra apalagi Rara tahu bahwa Rafa sangat mencintai Zahra dulu, Rara sudah yakin bahwa Rafa pasti sangat bahagia sekarang, mendengar ucapan Zahra barusan.


Sementara Rafa hanya biasa saja mendengar ucapan Zahra.


"Tapi gue udah nggak sayang lagi sama loe sekarang Zahra sepertinya waktu itu gue khilaf bisa sayang sama loe, sekarang gue udah sayang banget sama pacar gue yaitu Rara" ucap Rafa lalu tersenyum melihat Rara yang sedang terkejut sambil menatapnya.


Rara tidak menyangka Rafa akan berbicara seperti itu kepada Zahra, sedangkan Fandi hanya berdiri saja dengan ekspresi terkejutnya sekaligus senang mendengar ucapan Rafa.


"Gue nggak perduli Rafa, gue bakalan ngejar loe terus, gue tahu loe bilang seperti itu karena gue selalu nolak loe sebelumnya makanya loe mau balas gue kan tapi nggak apa-apa dan gue juga yakin loe sebenarnya masih cinta sama gue walaupun sedikit" ucap Zahra dengan kepedeannya.


Rafa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Zahra.


"Loe salah Zahra gue beneran sudah nggak cinta lagi sama loe, gue udah punya pacar yang jauh lebih baik dari loe" ucap Rafa kemudian mengecup bibir Rara dan pipi Rara di hadapan semua orang yang sedang berada di dalam ruangan itu bahkan Fania juga yang baru datang melihat kejadian itu.


Teman-teman yang lainnya pun menggoda Rara dan Rafa sambil menatap mengejek kepada Zahra.


Zahra benar-benar merasa kesal sekaligus malu karena dia di tolak di depan banyak orang dan lagi Rafa memperlakukan Rara di luar dari dugaan Zahra. Sedangkan Rara langsung lari keluar dari ruangan dengan Rafa yang menyusulnya. Dan Fandi pun langsung pergi duduk di kursi kosong tapi tidak dekat dengan Zahra.


"Ngapain loe nahan gue sih" ucap Zahra kesal kepada Fania.


"Loe mau kemana emang?" tanya Fania kesal.


"Nyusul Rafa dong Fania" jawab Zahra.


"Ngapain sih loe nyusul dia Zahra, dia itu hanya pelayan dan loe lihat tadi yang dia lakuin kepada Rara, udah deh nggak usah ngejar dia, loe nggak malu apa teman-teman sekelas kita nertawain loe tahu nggak" bisik Fania di telinga Zahra.


Zahra pun melihat di sekelilingnya dan benar saja mereka sedang melihat Zahra dengan penglihatan seperti mengejek bahkan ada juga yang tertawa.


Gue nggak perduli dengan mereka sekarang fokus gue ke Rafa batin Zahra.

__ADS_1


"Mereka semua itu nggak penting, lebih baik gue nyusul Rafa ajah" ucap Zahra.


Fania pun menarik Zahra agar duduk di kursi.


"Loe sadar nggak kalau loe pergi nyusul Rafa loe seperti pengemis cinta tahu nggak, lagian gue heran banget sama loe Zahra kenapa bisa sikap loe berubah seperti ini kepada Rafa, ada yang loe sembunyikan dari gue yah?" tanya Fania penuh selidik.


"Nggak ada lah, gue hanya baru menyadari kalau gue cinta sama Rafa dan nggak perduli dengan dia yang hanya pelayan" jawab Zahra tenang supaya Fania tidak curiga kepadanya.


"Nggak mungkin Zahra, lebih baik loe jujur deh sama gue" desak Fania lagi yang merasa perubahan sikap Zahra itu sangat tidak wajar.


Gue nggak bakalan bilang sama loe, bisa-bisa loe juga akan mengejar-ngejar Rafa batin Zahra.


" Gue udah jujur Fania ngapain sih gue bohong sama loe, dan ini kemana lagi Rara pergi, dasar yah tuh cewek ngeselin banget tahu nggak" ucap Zahra kesal.


"Terus pacar loe mau loe kemanain Zahra?" tanya Fania lagi.


"Gue nggak pusing soal dia lagian gue emang nggak cinta sama pacar gue, jadi gue santai ajah" jawab Zahra.


"Sepertinya leo kena hukum karma deh Zahra, dulu Rafa ngejar-ngejar loe sekarang loe yang ngejar-ngejar dia" ucap Fania.


"Terserah lah, loe mau bilang apa nggak perduli gue" ucap Zahra sambil masih terus melihat di pintu menunggu Rafa masuk kembali ke ruangan.


"Rara" teriak Rafa kepada Rara yang sedang berjalan cepat.


Rara mendengarnya namun dia tidak berhenti, akhirnya Rafa pun berlari cepat untuk mendekati Rara.


"Rara kamu mau kemana sih" ucap Rafa begitu dekat dengan Rara sambil memegang tangannya.


"Aku cuma mau keluar cari tempat duduk ajah" ucap Rara sambil menghentikan jalannya.


"Loh di dalam kelas kan ada tempat duduk istriku" ucap Rafa gemas.

__ADS_1


"Aku malu, kamu cium aku tadi di kelas" ucap Rara cemberut dengan wajahnya yang sudah merona.


Rafa pun tertawa mendengar ucapan Rara, Rafa sempat panik tadi. Rafa pikir Rara marah sama dirinya.


__ADS_2