
"Mana ada ngikutin kita Ra,, kamu harus bisa merasakan dong,, kamu itu lagi bosan atau nggak, iyakan Ana?" ucap Citra sambil melihat Ana.
Rara senang Citra sudah mau bicara dengan dia,,, Rara pikir mereka akan saling diam-diaman saja,, Rara hanya akan bicara dengan Ana saja,, sedangkan dengan Citra tidak mengingat Citra yang sepertinya tidak menyukai dirinya,, tapi untungnya ternyata Citra juga mau berbicara dengan dia, jadi Rara tidak merasa canggung lagi.
"Iya benar banget Cit,, kak Rara nggak boleh ikut-ikutan,, kalau kita berdua sih emang peketan jadi yah gitu deh kak sering sama walaupun nggak janjian," ucap Ana lalu tertawa.
"Aku beneran bosan kok,, kali ini aku nggak ikut-ikutan,," ucap Rara.
"Mumpung kita bertiga bosan,, gimana kalau kita pergi belanja ajah," ucap Ana dengan semangatnya.
"Oke aku setuju banget," ucap Citra yang tidak kalah semangatnya.
Berbeda dengan Rara yang masih tanda tanya,, karena dia mengingat Rafa tadi menyuruhnya di rumah Aldi saja jangan kemana-mana.
Ana dan Citra langsung melihat Rara yang tampak tidak bersemangat seperti mereka.
"Kenapa Rara? jangan bilang kamu nggak suka belanja dan nggak mau ikut kita belanja," ucap Citra sambil melihat Rara.
"Iya kak Rara kenapa,, kakak benar nggak mau ikut kita pergi belanja?" tanya Ana juga.
Rara tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Emm bukannya gitu,, aku mau banget kok ikut walaupun aku sebenarnya nggak terlalu suka belanja tapi aku bakalan ikut menemani kalian daripada disini sendirian, hanya saja Rafa tadi menyuruh aku untuk disini saja sampai dia datang menjemput aku,, jadi aku nggak tahu bakalan di izinin atau nggak sama dia," ucap Rara yang sudah pesimis duluan.
Pantas saja sih Rafa sangat mencintai Rara dia wanita penurut dan juga nggak terlalu gila dengan kemewahan, padahal kalau wanita lain pasti dia akan belanja sepuasnya termasuk aku sih heheh,,, secara Rafa kaya banget gitu,, nggak bakalan habis kekayaannya kalau hanya untuk belanja,, tapi Rara tidak begitu dan juga dia mikirin banget tentang izin Rafa,, kalau aku pasti main keluar ajah, batin Citra.
__ADS_1
"Ya udah Ra izin dulu sama suami kamu,, takut aku nanti kena imbasnya karena bawa kamu keluar tanpa dia tahu,, aku masih sayang sama hidupku," ucap Citra.
"Iya kak Rara coba izin dulu sama kak Rafa,, nanti kita bantu doa semoga di izinin," ucap Ana juga.
"Gampang kalau mau di izinin Ra,, mau tahu nggak caranya?" tanya Citra sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Iya mau tahu banget,, gimana caranya?" tanya Rara, karena dia sangat yakin kalau Rafa tidak akan semudah itu memberikan izin keluar untuk Rara apalagi kalau tidak ada dia,, ke rumah Aldi saja sudah banyak syarat yang harus Rara patuhi apalagi ini di pusat perbelanjaan jadi Rara benar-benar yakin akan susah mendapatkan izin.
"Ya ampun Rara kalau aku lihat-lihat kamu ini orangnya pintar pasti mengalahkan aku,, tapi masalah gampang gini kamu tidak bisa mengatasinya,," ucap Citra sambil menggelengkan kepalanya heran.
"Caranya itu yah manfaatkan saja cintanya Rafa sama kamu,, udah deh beres pasti dapat izin," ucap Citra santai yang membuat tanda tanya besar di otak Rara begitupun dengan Ana yang juga bingung.
"Gimana sih maksud kamu Cit,, aku nggak ngerti," ucap Ana.
"Iya aku juga nggak ngerti," ucap Rara.
"Nggak," jawab Rara dan Ana bersamaan.
"Serius Rara kamu nggak pernah pacaran? kalau Ana aku sih percaya dia nggak pernah pacaran,, abis dia suka curhat nggak punya mantan" ucap Citra.
"Iya aku nggak pernah pacaran,, aku langsung nikah ajah dengan Rafa waktu itu,, karena di jodohkan," jawab Rara apa adanya karena memang dia tidak pernah berpacaran,, dia sibuk mencari uang waktu itu,, sibuk bekerja.
Citra juga tahu kalau Rafa dan Rara itu di jodohkan. Hanya dia tidak menyangka kalau Rara belum pernah berpacaran sebelumnya.
"Hemm pantas saja kamu tidak mengerti ucapan aku tadi,, ternyata nggak ada pengalaman," ucap Citra.
__ADS_1
"Memang kamu ada udah pernah pacaran Cit? bukannya kamu pernah bilang belum pernah pacaran,, karena kamu lagi mengejar seseorang tapi sayangnya dia sudah menikah,, hanya kamu tidak suka dengan istrinya dan ingin merebut suaminya,, terus aku nggak dukung itu," ucap Ana sambil mengingat-ngingat ucapan Citra padanya.
Astaga Ana,, dia ingat juga,, memang ingatan nih anak nggak bisa di anggap sepele,, untung dia bilang begitu tidak ada Fandi kalau ada Fandi bisa-bisa dia langsung tahu siapa yang aku maksud,,,,, isshh tapi ngapain sih ingat itu orang menjengkelkan ,, batin Citra.
"Aku belum pernah pacaran sih tapi aku tahu semuanya lewat film yang sering aku nonton,, cara merayu suami itu gimana,, biar dia menurut,, dan emang iya waktu itu aku pengen banget rebut suami orang tapi nggak tahu nih sekarang kayaknya istrinya baik,," ucap Citra sambil nyengir.
"Jadi ikutin ajah cara-cara film yang aku nonton,, dan juga drama-drama yang aku nonton,, oke sekarang waktunya praktek," ucap Citra lagi mengalihkan pembicaraan agar dia tidak di tanya lagi mengenai suami orang.
"Yah tapi gimana,, aku nggak tahu," ucap Rara.
"Kamu tinggal merayunya,, dan ucapkan kata-kata sayang dan manja sama dia,, biasanya sih cowok bakalan luluh kalau gitu Ra,, atau kalau dia belum mau juga,, ini rayuan sekaligus ancaman cara terakhir jangan kasih dia malam-malam," ucap Citra.
"Haa kasih apaan?" tanya Rara.
"Itu loh olahraga yang buat kamu bakalan punya anak,, kalau dilakukan tiap malam,, kamu jangan kasih yang itu,, pria mana tahan kalau urusan yang begituan," ucap Citra lagi,, yang langsung membuat Rara dan Ana mengerti.
"Ya ampun Citra,, isi otakmu sangat berkembang," ucap Ana sambil menggelengkan kepalanya heran,, Ana tahu Citra seperti apa orangnya,, walaupun Citra kadang menjengkelkan dan juga anaknya suka iri tapi Citra masih menjaga pergaulannya,, makanya Aldi dan Ana lumayan dekat dengan Citra bahkan mau Citra tinggal di rumahnya.
"Nggak tahu nih,, aku juga heran,, ayo buruan Ra telfon suami kamu minta izin sama dia,, terus kita keluar belanja,, menikmati hidup,," ucap Citra dengan penuh semangatnya.
"Iya kak Rara,, buruan telfon kak Rafa dan minta izin,, mendengar ide dari Citra,, aku sih yakin kak Rara bakalan dapat izin karena kak Rafa kan bucin," ucap Ana,,, lalu Citra dan Ana tertawa bersama.
"Iya benar banget,, resiko orang bucin itu seperti itu," sambung Citra.
"Speaker yah kak Rara,, kita pengen dengar kak Rafa bucinnya kayak gimana," ucap Ana lagi.
__ADS_1
"Iya boleh tuh,," ucap Citra juga.