
"Hmmm jangan main-main sama Gracia,," ucap Gracia begitu melihat mobil anak buah Rafa yang mengalami kecelakaan.
Dia benar-benar wanita yang sangat berbahaya,, padahal bos ini cantik,, dia bisa mendapatkan pria lain,, tapi dia mau tetap suami orang,, memang wanita terkadang suka menyusahkan dirinya sendiri,, sampai-sampai operasi plastik pula,, haduhh ribet banget,, batin anak buah Gracia sambil melihat Gracia yang sedang tertawa jahat.
Saat ini Gracia lah yang mengemudikan mobil,, membuat anak buahnya benar-benar ketakutan,, karena kecepatan mobilnya yang benar-benar mengerikan,, namun Gracia tetap terlihat santai mengemudikan mobilnya,, di mata anak buah Gracia,, Gracia terlihat seperti psikopat.
############
Rafa yang sedang melihat Fandi yang lagi cemburu tapi tidak sadar dengan kecemburuan di buat terkejut dengan ponselnya yang tiba-tiba berdering.
Fandi pun ikut melihat ke arah Rafa begitu mendengar bunyi ponsel Rafa,, Fandi baru teringat dengan kejadian sebelum mereka ke rumah sakit tadi.
Rafa dengan segera mengambil ponselnya dari kantong celananya lalu segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
"Emmm aku keluar dulu yah, sayang kamu disini aja," ucap Rafa begitu melihat nama kontak anak buahnya yang menelepon dirinya.
Setelah itu Rafa pun berjalan keluar dari dalam ruangan Ana.
Fandi yang mengerti dengan maksud Rafa yang tiba-tiba keluar untuk menjawab panggilan telfon,, dengan segera mengikuti Rafa untuk keluar dari dalam ruangan Ana.
"Mau kemana Fandi?" tanya Aldi yang merasa heran,, karena melihat ketegangan di wajah Rafa dan juga Fandi.
"Mau menyusul Rafa,, ada urusan penting,," jawab Fandi.
__ADS_1
"Aku boleh ikut?" tanya Aldi karena ingin tau masalah apa yang sedang dihadapi Rafa dan Fandi.
Aldi sudah tau kalau ada yang sedang Rafa dan Fandi sembunyikan,, terlihat jelas dari ekspresi wajah Fandi dan Rafa.
Fandi dengan segera menggelengkan kepalanya.
"Nggak usah Aldi,, bukan apa-apa kok ini,, kita pasti bakalan cerita sama kamu kalau benar-benar perlu,," ucap Fandi yang sudah langsung dimengerti oleh Aldi.
"Oke kalau gitu,, jangan sembunyikan apa-apa," ucap Aldi.
"Iya," ucap Fandi lalu segera keluar dari dalam ruangan Ana.
Citra pun hanya melihat kepergian Fandi.
Sementara di luar ruangan Ana...
"Halo,, ada apa?" tanya Rafa langsung.
"Berhasil menangkap orang itu?" tanya Rafa lagi.
Anak buah Rafa tampak tegang begitu mendengar pertanyaan Rafa. Dia benar-benar tidak enak membuat bosnya kecewa dengan hasil kerja mereka.
"Maaf tuan,, kita tidak berhasil menangkap orang itu,, dia berhasil melarikan diri,, bahkan kita mengalami kecelakaan,," ucap anak buah Rafa pada akhirnya.
__ADS_1
"APA!!! kok bisa kalian kecelakaan?" ucap Rafa.
"Dia pintar tuan dan dia juga sudah tau kalau kita mengikutinya,, kita di buat terkecoh hingga akhirnya kita mengalami kecelakaan,," ucap anak buah Rafa.
"Jadi kalian gimana? ada yang kenapa-kenapa nggak?" tanya Rafa.
"Ada satu orang tuan,, dia sedang di rumah sakit sekarang," ucap anak buah Rafa lagi.
Rafa melirik sedikit kepada Fandi,, lalu kembali melanjutkan bicaranya kepada anak buahnya.
"Ya udah,, urus teman kamu itu,," ucap Rafa lagi.
"Baik tuan,," ucap anak buah Rafa lagi.
Rafa pun segera menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya.
"Ada apa Rafa,, mereka berhasil mendapatkan orang itu?" tanya Fandi langsung.
"Tidak,, dia berhasil kabur, bahkan anak buah kita mengalami kecelakaan," jawab Rafa yang membuat Fandi sedikit terkejut.
"Rafa,, kita harus benar-benar serius untuk yang satu ini,, ada kemungkinan besar dia dalang dari semua yang telah terjadi,," ucap Fandi.
"Aku akan membicarakan ini sama ayah kamu," ucap Fandi lagi.
__ADS_1