Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Belum tahu apa-apa


__ADS_3

Mereka langsung tertawa begitu mendengar ucapan Rafa, hanya Rara sajalah yang ingin sekali menghilang dari tempat itu.


"Oh iya Fandi mau kesini nih, dia mungkin lagi di perjalanan sekarang," ucap Rafa lagi.


"Oh baguslah, sudah lama juga anak itu tidak kesini," ucap mama Rafa.


Rara sangat senang jika Fandi akan datang juga ke rumah utama Rafa.


"Aldi gimana keadaannya sekarang?" tanya mama Rafa.


"Sudah membaik kok ma, nggak lama lagi dia pasti udah di bolehin pulang," jawab Rafa.


"Baguslah, dia bisa datang kesini juga kalau dia udah di bolehin pulang nanti, kita kumpul keluarga," ucap mama Rafa.


"Bagus juga tuh ide mama," ucap Rafa.


"Iya dong pasti bagus," ucap mama Rafa.


"Telfon Fandi dong tanyain keberadaan dimana sekarang, ini udah masak semua," ucap mama Rafa dan Rafa segera menelepon Fandi.


Fandi yang sedang menyetir mobilnya seketika melihat ponselnya begitu ponselnya berdering. Fandi menghentikan mobilnya dulu lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Rafa.


"Fandi dimana loe sekarang?" tanya Rafa langsung begitu Fandi sudah mengangkat panggilan telfon dari dirinya.


"Emm ini gue lagi di jalan mau ke rumah loe, kenapa emangnya?" tanya Fandi.


"Oh gue cuma mau mastiin ajah, masih jauh atau udah dekat?" tanya Rafa lagi.


"Udah dekat kok," jawab Fandi.


"Oke kalau gitu, kita tunggu loe, hati-hati loe," ucap Rafa.


"Iya," kata Fandi.


Lalu Rafa segera menutup panggilan telfonnya dengan Fandi dan Fandi segera mengemudikan mobilnya kembali menuju rumah Rafa.


"Fandi udah dekat," ucap Rafa.


"Oh oke pas kalau gitu," ucap mama Rafa.


Mama Rafa dan Rara segera menyiapkan makanan di atas meja.

__ADS_1


########


Tak lama Fandi sampai di rumah Rafa, dia segera keluar dari mobilnya lalu segera masuk ke dalam rumah Rafa, Fandi sudah tahu pasti dimana keberadaan keluarga Rafa saat ini.


"Itu Fandi datang juga," ucap Rafa begitu melihat Fandi.


"Lama banget loe, keburu dingin semua makanan tahu nggak," ucap Rafa begitu Fandi sudah berada di dekatnya.


Fandi segera salam dan mencium tangan mama dan ayah Rafa lalu tersenyum pada Rara.


"Gue kan lagi urus yang meresahkan tadi, gimana sih, kan tadi loe nyuruh mau lihat hasilnya malam ini," ucap Fandi.


"Yang meresahkan?" ucap Rara sambil melihat Fandi dengan penuh tanya.


"Kamu urus apa nak tadi?" tanya ayah Rafa yang juga penasaran.


"Nanti juga paman bakalan tahu kok, dan semuanya bakalan tahu, ayo makan lapar nih," ucap Fandi sambil duduk di kursi.


"Rara loe yang masak kan?" tanya Fandi.


"Iya dengan mama juga," jawab Rara.


Mereka akhirnya makan bersama dengan di selingi candaan juga karena Rafa dan Fandi yang memang sangat jarang akur tapi karena itu semua membuat mereka berdua semakin akrab.


#########


"Ini Fandi kemana sih, kok belum muncul-muncul juga," ucap Aldi kepada Ana adiknya sedangkan Citra sedang memikirkan cara buat mendekati Rafa, dia masih belum menyerah meski dia tahu Rafa sudah menikah dan juga sangat mencintai istrinya.


"Mungkin kak Fandi belum selesai urusannya kak, tadi kan dia bilang mau pulang untuk mengurus sesuatu," ucap Ana.


"Iya juga yah, hanya sunyi juga nggak ada tuh anak, mana Rafa dan Rara juga nggak ada," ucap Aldi.


"Ya ampun kak kan ada aku ihh dan juga Citra, kakak nggak anggap aku nih dengan Citra," ucap Ana sambil menoleh kepada Citra juga yang tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Yah anggap sih, hanya kalian berdua nggak asik," ucap Aldi sambil nyengir melihat ekspresi cemberut adiknya sedangkan Citra masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Oh gitu yah kak Aldi, ya udah karena kita nggak asik, lebih baik aku dan Citra pulang ajah, kak Aldi disini ajah sendiri deh biar kak Aldi adik sendiri," ucap Ana.


"Ehh jangan dong gitu ajah ngembekan nih adik aku satu-satunya yang paling cantik, kalau kalian pulang tambah sunyi dong disini, masa aku hanya akan berteman sepi saja," ucap Aldi sambil menaik turunkan alisnya.


"Makanya kak Aldi segera deh mencari pacar biar kak Aldi nggak sepi terus kalau lagi sakit begini kak Aldi ada yang temani, pasti kalau yang temani pacar kak Aldi walaupun berdua doang nggak bakalan sepi," ucap Ana.

__ADS_1


"Kamu ini lebih tahu yah daripada aku masalah pacar, kamu udah punya pacar yah?" tanya Aldi penuh selidik.


"Kan aku sering lihat kak kalau yang pacaran, aku belum punya pacar, aku sama dengan kak Aldi, jomblo," ucap Ana lalu tertawa.


"Baguslah, kamu nggak usah punya pacar dulu sebelum aku punya pacar, kamu juga jangan nikah duluan sebelum aku menikah," ucap Aldi sambil menahan tawanya.


"Issh nggak janji, kalau aku yang duluan dapat jodoh kak Aldi harus terima dengan lapang dada," ucap Ana.


"Enak ajah, aku nggak mau yah, aku pasti tambah di ledekin dengan Rafa dan Fandi, malas banget," ucap Aldi.


"Citra loe lagi mikirin apaan sih, sehingga loe duduk diam disitu? betah banget loe duduk" tanya Aldi karena melihat Citra yang duduk diam di sofa tampak sedang berpikir.


Citra seketika itu menoleh kepada Aldi.


"Nggak lagi mikirin apa-apa kok Al," jawab Citra.


"Masa sih,"


"Iya, gue nggak lagi mikirin apa-apa, gue hanya sedikit mengantuk saja," elak Citra.


"Jam segini loe ngantuk Citra, nggak biasanya," ucap Ana yang memang sudah akrab dengan Citra.


"Iya gue juga nggak tahu kenapa begini karena memang nggak biasanya," kata Citra.


"Ya udah loe balik duluan ajah Cit, gue nanti deh baliknya kalau kak Fandi udah datang," ucap Ana.


"Nggak tidur disini ajah?" tanya Citra.


"Nggak usah deh, kak Fandi ajah yang jagain kak Aldi," ucap Ana.


"Oh oke aku balik duluan kalau gitu, gue tunggu loe di kamar loe yah," ucap Citra.


Lebih baik sambil rebahan di kamar dan memikirkan cara yang bagus untuk mendapatkan Rafa batin Citra.


Citra segera pamit kepada Aldi dan juga Ana lalu ke luar dari ruang rawat Aldi menuju mobil karena Citra akan di antar oleh sopir.


#######


Rafa tersenyum sinis melihat pemberitaan tentang Zahra di siaran televisi, sedangkan Rara benar-benar terkejut melihat itu semua, dia benar-benar tidak menyangka kalau Zahra akan mau bercinta dengan preman, padahal Rara tahu selera Zahra itu yang seperti apa dan Rara juga tidak menyangka sebenarnya kalau Zahra ternyata sudah bercinta padahal dia belum menikah.


Rara berpikir pasti sekarang Zahra sedang terpukul dengan pemberitaan dirinya, Rara benar-benar merasa kasihan pada Zahra, sementara di tempat lain operasi wajah Gracia masih berjalan jadi Gracia belum tahu apa-apa tentang pemberitaan Zahra.

__ADS_1


__ADS_2