Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Ada Fandi disini....


__ADS_3

"Iya emang aku akan membalas dia,, aku nggak akan pernah membiarkan Reno bersama dia sekalipun mama Reno suka sama dia,, dan juga Reno yang bodoh itu yang selalu menuruti mamanya,, dia kelewatan sayang pada mamanya tau nggak," ucap Fania.


"Hah,, Reno kok seperti itu sih,, seharusnya dia nggak usah terlalu menurut juga sama mama dia lah, dia kan cowok jadi seharusnya dia bisa membuat mamanya menuruti Reno," ucap Zahra.


"Nah itu dia maksud aku Zahra,, tapi Reno itu sangat menjengkelkan dia nggak terima saran dari aku,, coba kamu bayangin bikin kesal kan?" ucap Fania.


"Iya banget," ucap Zahra.


"Dan sekarang dia juga nggak menelepon aku,," ucap Fania sambil melihat ponselnya.


"Pasti dia lagi sibuk dengan Ana tuh," ucap Zahra yang langsung membuat Fania kesal.


"Nggak tau lah," ucap Fania.


"Kalau kamu berucap seperti ini berarti kamu juga berpikiran yang sama dengan aku," ucap Zahra sambil melihat Fania.


"Iya," jawab Fania.


Sementara di taman belakang rumah Reno.


"Masih sakit nggak?" tanya Reno.


"Emm udah nggak kok,, sebenarnya dari tadi juga nggak sakit sih,, hanya aku bingung nih harus alasan apa pada kakak aku,,, karena aku takut dia curiga dengan pipi aku,, bisa-bisa dia bertanya dari akar sampai daun hanya untuk mengetahui alasannya pipi aku seperti ini,, aku juga nggak ada bakat bohong lagi," ucap Ana yang khawatir. Karena Ana sudah tau seperti apa kakaknya.


"Kamu takut banget yah sama kakakmu?" tanya Reno.


Bukan takut sih,, lebih tepatnya aku nggak mau saja dia akan membalas lebih kejam lagi kepada Fania,, aku kasihan sama kamu Reno pasti kamu bakalan sedih kalau tau Fania kenapa-kenapa,, batin Ana.


"Iya aku takut banget sama dia,," ucap Ana.


"Kakak kamu itu sayang banget pasti sama kamu kalau dia bertanya sampai segitunya sama kamu," ucap Reno.


"Iya karena dia sayang banget sama aku makanya aku takut dia akan membalas perbuatan Fania dengan lebih kejam lagi,," ucap Ana.


"Hah,, kakak kamu sampai segitunya?" ucap Reno.


"Iya,, makanya aku mau apain nih pipi aku,, bingung banget aku nih," ucap Ana.


"Emm emang pakai make up nggak bisa yah nutupin?" tanya Reno yang sebenarnya juga tidak mengerti tentang make up,, dia hanya pernah lihat saja video-video wanita yang noda-noda atau bekas-bekas di wajahnya menghilang hanya karena memakai make up.


"Oh iya kamu benar juga," ucap Ana yang langsung bersemangat sambil tersenyum.


Namun seketika senyuman di wajah Ana langsung menghilang begitu teringat sesuatu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Reno begitu melihat perubahan ekspresi wajah Ana secara drastis.


"Aku nggak tau pakai make up," ucap Ana sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hah,, kamu beneran nggak tau pakai make up? cewek nggak tau pakai make up?" tanya Reno ulang.


"Iya nih,," jawab Ana sambil nyengir.


"Berarti sekarang ini wajah alami kamu dong?" tanya Reno sambil memperhatikan baik-baik wajah Ana,, jarak mereka semakin dekat.


Deg....


Ana benar-benar deg-degkan ketika jarak antara dirinya dan Reno menjadi dekat.


"Heh Reno,, mau kamu apakan Ana?" ucap mama Reno yang sebenarnya ingin memanggil Ana dan Reno karena masakan telah selesai,, namun dia melihat jarak Ana dan Reno sangat dekat,, sebenarnya dia sangat senang tapi juga dia khawatir pada Ana yang masih polos,, Mama Reno takut jika Reno lagi modus pada Ana yang polos,, karena mama Reno tau bagaimana Reno sangat mencintai Fania.


Reno dan Ana terlonjak kaget begitu mendengar suara mama Reno.


Mereka langsung menoleh ke arah mama Reno.


"Reno kamu jangan apa-apakan Ana yah," ucap mama Reno lagi.


"Tidak kok ma,, siapa juga coba yang mau apa-apa kan Ana,, mama hanya salah paham saja,,, tadi aku nggak mau ngapain-ngapain kok,, iyakan Ana?" ucap Reno sambil melihat Ana.


"Oh baguslah,, udah selesai Reno kamu ngompres pipi Ana?" tanya mama Reno.


"Udah ma,," jawab Reno.


"Ya udah ayo kalian masuk,, kita makan,, udah masak semuanya," ucap mama Reno.


"Hah udah masak? duh aku nggak enak nih sama tante masa aku tau makan saja," ucap Ana.


"Ya ampun kamu jangan berpikiran seperti itu sayang,,, kamu sudah membantu kok tadi,, jangan pikirkan itu yah,, ayo kalian masuk," ucap Mama Reno.


"Iya Ana nggak usah pikirkan itu,, ayo masuk ke dalam," ucap Reno juga.


Ana pun akhirnya masuk juga mengikuti ucapan Mama Reno dan Reno.


"Ayo,, makan yang banyak yah Ana,, nggak usah malu-malu,," ucap mama Reno sambil tersenyum.


"Iya Ana benar kata mama aku," ucap Reno.


"Sepertinya kalian sudah akur yah,," ucap mama Reno.

__ADS_1


"Emmm nggak tau juga Tante," ucap Ana sambil tertunduk malu.


"Kita memang sudah akur kok ma sekarang,, nggak tau nanti," ucap Reno lalu tertawa.


"Harus akur terus dong,," ucap mama Reno.


"Iya ma,, lagian aku nggak bakalan nyolot kok kalau Ana nggak duluan," ucap Reno.


"Aku juga nggak akan nyolot kok tante kalau kak Reno nggak duluan," ucap Ana.


"Baguslah,," ucap mama Reno.


Yes,, sepertinya mereka sedikit-sedikit mulai dekat semoga saja nanti banyak-banyak yah dekatnya mereka,, batin Mama Reno yang sangat bahagia.


"Emm masakan mama emang enak banget deh,," ucap Reno memuji masakan mamanya.


"Itu juga ada bagian dari masakan Ana loh,, kan tadi bumbu-bumbunya disiapkan sama Ana," ucap Mama Reno.


"Kan cuma sebagian Tante,, pokoknya masakan Tante emang enak banget," ucap Ana sambil tersenyum.


"Masakan kamu juga kok Ana enak," ucap Reno sambil tersenyum juga.


Ana langsung tertunduk malu begitu mendengar pujian Reno pada dirinya.


Duh kok dia bilang seperti itu sih,, terus kenapa aku senang banget dia memuji aku,, kenapa?,, batin Ana.


Mama Reno terus memperhatikan Ana dan dia tersenyum bahagia.


#########


Sementara Rara yang sudah menyediakan makan siang untuk Rafa segera menelepon Rafa.


Rafa yang mendengar bunyi ponselnya segera melihat nama kontak yang meneleponnya dan dia langsung tersenyum begitu melihat istrinya yang menelepon. Dengan segera Rafa mengangkat panggilan telfon dari Rara.


"Halo istriku sayang,, ada apa? kamu merindukan suami kamu? sama kok aku juga," ucap Rafa yang sudah menyerocos duluan.


Rara tersenyum malu-malu begitu mendengar ucapan Rafa.


Pasti Rafa lagi menggombal tuh,, pipi Rara merona seperti ini,, batin Citra sambil melihat Rara yang sedang tersenyum malu-malu.


"Kamu gombal,, aku mau ke kantor kamu nih,,, bawa makan siang buat kamu, aku datangnya bareng Citra,, jadi kamu jangan makan siang dulu yah sayang," ucap Rara.


"Oke sayang,, aku menunggumu,, bawa aja Citra,, ada Fandi disini yang jomblo," ucap Rafa.

__ADS_1


__ADS_2