Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Sedikit khawatir


__ADS_3

Rara mencoba melepaskan ciuman Rafa namun Rafa terus menahan Rara agar tidak melepaskan ciumannya.


Setelah Rafa merasa Rara kesulitan bernafas barulah Rafa lepaskan.


"Rafa kamu itu mau bunuh aku yah, lagian kenapa sih kamu asal cium saja" omel Rara sambil memperbaiki nafasnya.


"Kenapa memangnya aku suamimu, dan dengarkan yang aku bilang tadi" titah Rafa.


Rara hanya diam sambil duduk di tempat tidur, tak mau menanggapi perkataan Rafa lagi. Dia benar-benar bingung dengan sikap Rafa yang tidak jelas pada dirinya, Rafa kadang memperlakukan dirinya seperti suami yang sedang cemburu tetapi dia juga mencintai orang lain bahkan jalan dengan wanita lain.


"Kenapa kamu diam?" Tanya Rafa dan duduk di samping Rara.


"Kamu maunya aku gimana?" Tanya Rara jutek.


"Aku maunya kamu nggak marah seperti ini dan mendengarkan kata-kata aku" ucap Rafa.


"Rafa aku selalu mendengarkan kata-kata kamu kok, kamu cuma salah paham saja sama mereka berdua, ayo kita keluar kasian mereka Rafa" mohon Rara.


"Kenapa sih kamu mikirin mereka berdua, udah biarin ajah" ucap Rafa kesal.


"Nggak boleh begitu Rafa, ayo kita keluar yah, mau yah" mohon Rara lagi.


"Ingat jangan dekat-dekat sama mereka dengan berlebihan, aku nggak suka kamu istriku" ucap Rafa dengan tegas.


"Kamu kayak suami beneran ajah sih" celetuk Rara asal sambil berjalan mau membuka pintu kamar.


Namun Rafa langsung menahannya dan memeluk Rara dari belakang.


"Rara kamu kok bicara seperti itu sih, aku memang suami beneran kamu, kamu mau bukti akan aku buktikan sekarang" bisik Rafa di telinga Rara lalu mengangkat tubuh Rara ala bridal style dan membaringkannya ke tempat tidur dan dengan cepat Rafa menindih tubuh Rara.


Rafa terus memperhatikan wajah Rara yang semakin hari semakin cantik, sedangkan Rara sudah ketakutan.


"Rafa kamu mau ngapain sih, minggir nggak aku mau keluar" ucap Rara takut sambil mendorong tubuh Rafa namun tak bisa sama sekali.


Rafa langsung memberikan ciuman lagi di bibir Rara dengan sangat lembut.


"Kamu jangan cerewet seperti ini sama laki-laki lain" ucap Rafa lagi setelah melepaskan ciumannya.


"Semua saja kamu larang, kamu saja nggak mau di larang, minggir aku mau keluar" ucap Rara lagi.


Rafa sedikit tersenyum mendengar ucapan Rara.


"Apa begini caramu cemburu padaku hem?"


"Aku nggak cemburu, minggirlah aku mau keluar" ucap Rara lagi.


"Kenapa aku harus minggir sementara aku mau minta hak sebagai suamimu sekarang agar tidak ada yang mendekati kamu lagi jika kamu mengandung anak aku" ucap Rafa yang langsung membuat Rara tambah ketakutan.


"Rafa kamu jangan bicara sembarangan yah minggir nggak, aku teriak nih"


Rafa pun tertawa terbahak mendengar ucapan Rara.

__ADS_1


"Teriak saja Rara sayang mana ada orang yang mau menolong, suami lagi minta jatah juga" ucap Rafa lalu memberikan tanda kepemilikan di leher jenjang putih mulus Rara dan tangannya yang sudah jalan kemana-mana.


"Rafa kamu jangan seperti ini aku tidak mau melakukan sama orang yang tidak mencintaiku dan ingat perjanjian kita" ucap Rara mengingatkan sambil berusaha berontak agar bisa terbebas dari Rafa.


"Rara kamu istriku ingat itu" ucap Rafa sambil membuka paksa baju Rara dan langsung menelan salivanya begitu melihat sebagian dari tubuh istrinya.


"Tapi aku nggak mau Rafa" ucap Rara sambil menangis, sungguh Rara tidak mau kehilangan hal yang sangat berharga di hidupnya dengan cara seperti ini, perasaan Rafa yang tidak jelas karena dia juga mencintai Gracia.


Rafa yang lagi sibuk dengan aktivitasnya langsung melihat Rara begitu mendengar Rara yang sedang menangis.


"Rara kamu jangan menangis, baiklah aku tidak akan melakukannya, kamu jangan menangis yah" ucap Rafa sambil berusaha menenangkan Rara dan menghapus air mata Rara.


"Beneran kamu tidak akan melakukannya?" Tanya Rara lagi memastikan sambil masih sesenggukan.


"Iya tidak akan, berhentilah menangis" ucap Rafa lalu mencium bibir dan juga kening Rara.


"Sekarang aku mau mandi saja, kamu juga harus ikut agar kamu tidak keluar menemui dua manusia itu" ucap Rafa.


Rara pun lagi-lagi tersentak kaget mendengar ucapan Rafa.


"Rafa aku tunggu disini saja, kamu masuklah mandi aku tidak akan keluar dari kamar ini sebelum kamu mengizinkan aku" ucap Rara karena takut Rafa akan berubah pikiran dan melakukan hal-hal yang seperti tadi yang membuat jantung Rara ingin copot.


"Gitu dong menurut, tapi tetap saja ikutlah aku ke kamar mandi" ucap Rafa sambil memakaikan baju Rara kembali sebelum dia lepas kendali.


"Tapi"


"Nggak ada tapi-tapian" ucap Rafa cepat lalu menggendong tubuh Rara lagi.


"Kelamaan"


"Rafa apa aku harus masuk juga, aku tunggu di depan pintu saja" ucap Rara sambil mau berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


Namun Rafa menahannya dan langsung mengunci pintu.


"Disini saja kamu menungguku" ucap Rafa sambil membuka semua pakaiannya hingga tanpa menggunakan sehelai benang pun dan itu di depan mata Rara.


Rara langsung saja histeris sambil menutup matanya dan itu membuat Rafa tertawa lagi.


Lalu


"Cup..jangan teriak-teriak sayang nanti dua orang manusia yang berada di luar itu mendobrak pintu kamar" ucap Rafa setelah mencium bibir Rara.


"Ehh loe dengar nggak sih sepertinya Rara teriak deh di dalam" ucap Aldi yang mendengar samar-samar.


"Perasaan loe ajah, gue nggak dengar kok, pokoknya kita tunggu sampai mereka keluar" ucap Fandi.


"Gue yakin nih Rara pasti di tahan sama Rafa di dalam makanya dia belum keluar-keluar juga, gue pergi ketuk ajah deh" ucap Aldi sambil mau berjalan di depan pintu kamar Rara namun Fandi menahannya.


"Udah nggak usah loe mau Rara semakin di tahan di dalam, Rafa itu kalau cemburu ngeri tahu" ucap Fandi yang tahu betul sifat Rafa, malahan dia merasa Rafa lebih parah cemburunya ketika bersama Rara di bandingkan bersama Gracia.


"Tapi Rara."

__ADS_1


"Kita nggak bisa apa-apa selain sabar menunggu disini, Rara kan istrinya Rafa"


Aldi dan Fandi pun kembali menunggu tanpa kejelasan.


Sementara di kamar mandi


"Rafa kamu udah pakai celana belum?" Tanya Rara masih dengan menutup rapat-rapat matanya membuat Rafa benar-benar gemas.


"Udah"


Rara pun membuka matanya dan kembali teriak namun Rafa dengan cepat membungkam bibir Rara dengan bibirnya.


"Kan udah aku bilang jangan teriak-teriak sayang" ucap Rafa setelah mencium Rara.


"Rafa aku mohon kamu pakai celana atau aku keluar ajah kalau gitu, aku tungguin depan pintu, sumpah aku nggak bohong" mohon Rara sambil masih menutup matanya.


Aku nggak mau lihat lagi batin Rara.


"Nggak mau kamu disini ajah, buka matamu atau aku minta hak aku sekarang dan nggak perduli lagi kamu mau menangis atau nggak"


Rara pun dengan terpaksa membuka matanya sambil menunggui Rafa selesai mandi bahkan Rafa juga menyuruh Rara untuk memakaikan dia sabun, jadilah Rara seperti sedang mengurus anak kecil. Rafa sebenarnya ingin berlama-lama tapi dia benar-benar tidak tahan melihat lekuk tubuh istrinya karena baju Rara yang basah dan transparan.


"Jangan memakai baju ini lagi, bukalah berikan padaku biar aku buang" perintah Rafa setelah memakai handuknya yang membuat Rara melotot tak percaya.


"Kenapa hanya melotot ayo buka"


"Baju ini belum rusak juga" ucap Rara.


"Lihatlah sejak tadi lekuk tubuhmu itu kelihatan membuat adik kecilku susah tidur kembali, bagaimana kalau kamu pakai keluar rumah terus tiba-tiba hujan, kamu mau memperlihatkan ke semua laki-laki, jangan harap, ini semua hanya aku yang boleh lihat" cerocos Rafa seperti emak-emak.


Rara pun akhirnya tersadar dengan bajunya yang memang transparan jika basah.


"Kenapa dari tadi kamu tidak katakan padaku, kamu sengaja yah, balik sana aku mau buka baju"


"Memang aku sengaja" ucap Rafa sambil membuka baju Rara tidak mengikuti perintah Rara yang membuat Rara lagi-lagi hanya menatapnya kesal.


Cup


"Mandilah, jangan sampai aku memakanmu hari ini" ucap Rafa setelah mencium bibir dan juga kening Rara lalu keluar kamar membawa baju Rara.


Keluar dari kamar mandi Rafa melihat ponselnya ternyata ada 5 panggilan tak terjawab dari Gracia membuat Rafa sedikit khawatir, baru Rafa mau meneleponnya namun Gracia sudah lebih dulu meneleponnya.


#################


Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...


-Takdirku bersamamu


-Cinta presdir tampan


klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil

__ADS_1


Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊


__ADS_2