Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Niat jahat


__ADS_3

"Oh ya sudah kalau gitu, ayo kita pulang sekarang," ucap Rara dan itu membuat Rafa sangat bahagia sampai-sampai terlihat jelas oleh Rara dan juga Fandi.


"Kamu kenapa senang banget gitu?" tanya Rara bingung.


"Emm nggak kenapa-kenapa kok istriku," ucap Rafa sambil nyengir.


"Masa sih," ucap Fandi.


"Iya Fandi," ucap Rafa sambil melototkan matanya kepada Fandi tanpa terlihat oleh Rara.


"Oh iya Fandi loe bakalan pergi sama Aldi kan?" tanya Rafa.


"Iya nih gue mau langsung kesana, kenapa memangnya?" tanya Fandi.


"Nggak kenapa-kenapa gue cuma mau bilang loe jagain dia baik-baik yah, gue nggak bisa nemuin dia dulu karena lagi capek, besok gue dan Rara bakalan ke rumah sakit lagi," ucap Rafa.


"Iya gue pasti jagain dia baik-baik, sini gue antarin loe berdua, kan loe lagi capek," ucap Fandi sambil menekankan kata capek membuat Rafa hampir saja tertawa.


"Nggak usah antarin kita, gue bakalan telfonin loe sopir lain biar antarin loe ke rumah sakit, dan gue bawa mobil sendiri ajah," ucap Rafa.


"Yakin nih?" tanya Fandi.


"Iyalah yakin, mau loe jadi obat nyamuk?" tanya Rafa lalu tertawa.


"Ihh nggak mau banget," ucap Fandi cepat.


"Nah itu loe nggak mau, jadi nggak usah antarin kita," ucap Rafa lalu segera menelepon sopir.


########


"Fandi mana Rafa sama Rara?" tanya Aldi begitu melihat Fandi masuk sendiri ke dalam ruang rawatnya.


Disitu masih ada Citra dan juga adik Aldi yang menjaga Aldi, sedangkan yang lain sudah kembali ke aktivitas mereka setelah memastikan kondisi Aldi baik-baik saja.


"Aduh loe nggak peka banget sih, pengantin yang baru mau malam pertama masa nggak ngerti sih loe," ucap Fandi lalu tertawa.


Citra yang mendengar itu benar-benar sangat tidak suka dan semakin jengkel.


"Seriusan kak Rafa mau malam pertama sama kak Rara, bukannya udah lama nikah?" tanya adik Aldi.


"Pernikahan mereka itu banyak masalah dan awalnya mereka itu di jodohkan tapi gue pikir mereka udah malam pertama tapi kayaknya belum deh karena tahu nggak waktu kita jagain loe Aldi, si Rafa otak mesum itu ngajakin Rara buat pulang belah duren dan yang lucunya Rara nggak mengerti, disitu gue yakin kalau Rafa belum malam pertama," ucap Fandi yang membuat Aldi kelepasan tertawa.

__ADS_1


"Aduh sakit," rintih Aldi yang sedang tertawa.


"Makanya loe nggak usah ketawa, gue panggil dokter yah," ucap Fandi.


"Ehh nggak usah loe pikir gue anak kecil apa," ucap Aldi.


"Beneran kak Aldi nggak kenapa-kenapa?" tanya adik Aldi khawatir sedangkan Citra hanya berpura-pura khawatir saja.


"Iya nggak kenapa-kenapa, ini Fandi ngelawak tahu nggak gue jadi kelepasan tertawakan," ucap Aldi.


"Siapa juga yang ngelawak sih, gue nggak bermaksud buat ngelawak itu memang yang terjadi, gue sampai geleng-geleng kepala tahu nggak," ucap Fandi.


"Dan ada lagi yang lebih parah gue jadi obat nyamuk terus si Rafa beraksi di balik selimut, ya ampun pas kejadian itu gue pengen banget menghilang tahu nggak, itu si Rafa nggak menghargai gue yang jomblo ini," curhat Fandi.


Mereka pun lagi-lagi tertawa bersama setelah mendengar curhatan Fandi itu yang sangat kasihan, hanya Citra saja yang tidak tertawa.


"Itu sih ceweknya ajah yang nggak kasihan sama loe," ucap Citra tiba-tiba yang langsung mendapatkan tatapan dari Fandi, Aldi dan juga adik Aldi.


"Maksud loe?" tanya Fandi yang belum mengenal Citra.


"Nggak ada maksud apa-apa kok," ucap Citra.


"Emm kak Fandi udah makan belum?" tanya adik Aldi untuk mengalihkan pembicaraan.


"Belum nih kak, tapi kalau kak Aldi sih udah," jawab adik Aldi.


"Ya gue pesankan makanan ajah, masa jam segini belum makan," ucap Fandi sambil mengambil ponselnya dari kantong celananya.


"Emm nggak usah kak, kita mau keluar ajah nyari restoran buat makan," ucap adik Aldi cepat.


"Beneran?" tanya Fandi memastikan.


"Udah kalau dia sudah bilang begitu berarti beneran, mungkin mereka mau jalan-jalan juga, kan dia baru ke Indonesia lagi setelah berabad-abad lamanya dan Citra baru kali ini kalau nggak salah ingat," ucap Aldi.


"Ihh kakak berlebihan banget sih, ya udah kita mau keluar dulu," ucap adik Aldi.


"Hati-hati kalian," ucap Aldi.


"Iya hati-hati," ucap Fandi juga.


"Iya," ucap adik Aldi lalu segera menarik tangan Citra untuk segera keluar mencari restoran untuk makan.

__ADS_1


########


"Citra nanti loe nggak boleh berbicara seperti itu lagi mengenai kak Rara," ucap adik Aldi yang sedang jalan bersama Citra.


"Loh memangnya kenapa, terserah gue dong," ucap Citra jutek.


"Loe kenapa sih kayak nggak suka gitu sama kak Rara padahal dia itu wanita baik, walaupun gue baru bertemu dengan dia, tapi terlihat kok kalau dia itu wanita baik," ucap adik Aldi lagi.


"Dia itu nggak cocok sama Rafa," ucap Citra.


"Ihh dia itu cocok banget tahu nggak sama kak Rafa, dan dari yang gue lihat kak Rafa itu sangat mencintai kak Rara, jelas banget kalau kak Rafa itu sangat perhatian dan juga mengumumkan kak Rara sebagai istrinya di publik, sweet banget kan," ucap adik Aldi lalu tersenyum.


"Terserah loe deh mau ngomong apa, yang jelasnya Rafa nggak cocok dengan wanita itu," ucap Citra semakin kesal.


#######


"Gue nggak suka sama cewek yang bersama adik loe tadi," ucap Fandi.


"Oh Citra, udahlah dia emang gitu orangnya," ucap Aldi.


"Ngeselin tahu nggak, gue juga malas banget lihat wajahnya, sejak tadi dia itu nggak pernah terlihat senang, wajahnya itu jutek banget," ucap Fandi.


"Iya sih gue juga sepemikiran dengan loe, tapi udahlah nggak usah pikirin," ucap Aldi.


"Iya emang gue juga malas pikirin, tapi kalau sampai dia cari masalah gue nggak bakalan berbaik hati," ucap Fandi.


"Gue juga gitu kok," ucap Aldi lagi.


"Ehh buset sepertinya hujan deras deh," ucap Fandi begitu melihat hujan yang turun deras dari balik jendela.


"Mendukung banget nih cuaca," ucap Aldi yang mengingat Rafa lalu tertawa.


"Iya loe benar banger, ehh tapi adik loe gimana?" tanya Fandi.


"Gue telfon dia dulu," ucap Aldi.


########


Hujan memang pengertian banget, gue udah sampai rumah baru dia turun, tahu ajah niat jahat gue dukung banget nih hujan, baguskan belah duren hujan-hujan gini batin Rafa sambil tertawa di dalam hatinya.


"Rafa ini rumah siapa?" tanya Rara dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Rumah kita sayang," jawab Rafa lalu menggandeng tangan Rara untuk segera masuk ke dalam rumah dan mereka sudah di sambut oleh pelayan-pelayan yang ada di rumah mereka. Di luar pun banyak bodyguard.


Rara hanya heran sambil mengikuti Rafa yang menggandeng tangannya, dia pun tersenyum kepada pelayan-pelayan itu.


__ADS_2