
Hmm dasar seperti tidak ada tempat lain saja untuk bermesraan,, di kampus pun mereka bermesraan,, batin Fandi sambil terus melihat foto-foto yang dikirimkan oleh anak buahnya.
"Ehh sepertinya ada yang salah deh dengan aku,, ngapain juga aku perduli,, terserah mereka lah, aku nggak perduli mereka mau ngapain aja,, dan ngapain juga aku membuang-buang waktu anak buahku hanya untuk mengikuti mereka kalau ternyata mereka hanya pergi bermesraan saja,," gumam Fandi yang bingung dengan dirinya sendiri.
Fandi pun segera menelepon anak buahnya. Sementara Rara sudah berada di rumahnya.
Anak buah Fandi yang mendengar bunyi ponselnya dengan segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya,, begitu melihat nama kontak Fandi dengan segera dia mengangkat panggilan telfon dari Fandi,, dengan harapan tugasnya dihentikan karena dia juga malas mengikuti orang yang sedang pacaran.
"Halo tuan," ucap anak buah Fandi begitu mengangkat panggilan telfon dari Fandi.
"Iya halo,, kamu lagi dimana sekarang? masih mengikuti mereka?" tanya Fandi langsung begitu anak buahnya mengangkat panggilan telfon darinya.
__ADS_1
"Aku lagi di kampus tuan,, dan iya aku masih mengikuti mereka,," ucap anak buah Fandi lagi.
Sudahlah tuan mengikuti orang pacaran,, kepo banget sih tuan Fandi sama kebahagiaan orang,, kayak nggak ada kerjaan lain saja,, pengen muntah aku kalau lihat orang mesra-mesraan,, mana aku jomblo pula,, batin anak buah Fandi yang lagi-lagi penuh harapan agar tugasnya dihentikan.
"Oh gitu,, apa mereka masih mesra-mesraan?" tanya Fandi sambil menahan malunya karena menanyakan hal seperti itu,, tapi dia juga kepo akan apa yang sedang dilakukan oleh Citra dan Chris.
"Tadi iya mereka mesra-mesraan tuan,, tapi sekarang udah nggak karena ada Nona Ana dan juga temannya tuan," ucap Anak buah Fandi lagi.
Lah kok ngamuk,, batin anak buah Fandi yang benar-benar kebingungan dengan sikap bosnya saat ini yang sepertinya sedang kesal.
"Dengar nggak yang aku katakan?" tanya Fandi lagi masih dengan kekesalan yang dia tidak ketahui darimana asalnya.
__ADS_1
"Iya dengar tuan," ucap anak buah Fandi dengan cepat.
Tuan Fandi kenapa yah kok aneh banget,, atau jangan-jangan dia lagi cemburu,,, hah benarkah dia lagi cemburu tapi tidak mau mengakui? batin anak buah Fandi yang tentu semua dugaan dia hanya sampai di dalam hati saja karena dia tidak punya keberanian untuk mengatakannya kepada Fandi.
"Ya sudah aku tutup dulu telfonnya,, kamu pulang saja," ucap Fandi lagi lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya.
Setelah menutup panggilan telfonnya dengan anak buahnya,, Fandi pun mencoba duduk dengan tenang di dalam ruangannya mencoba untuk fokus bekerja.
Sementara tanpa Fandi sadari Rafa diam-diam menguping pembicaraan Fandi yang sedang telfonan,, karena Rafa khawatir pada Fandi yang tidak seperti biasanya. Rafa melihat Fandi seperti penuh dengan beban pikiran. Akhirnya Rafa memutuskan untuk menanyakan langsung pada Fandi dengan pergi ke ruangannya,, namun dia malah mendengar pembicaraan Fandi dengan anak buahnya.
Hahaha pasti yang mereka maksud itu Citra dan Chris sepertinya,, wah Fandi sudah menyuruh anak buahnya segala, kapan kamu sadarnya Fandi kalau kamu itu sebenarnya suka pada Citra,, dasar gengsian,, aku bantu aja deh sebelum Citra benar-benar jadi milik Chris,, batin Rafa.
__ADS_1