
Ana sangat bahagia begitu mendengar jawaban Fandi,, karena Fandi mendukungnya.
"Aku dapat dukungan dari kak Fandi,, udahlah kak setuju aja,, kak Aldi nggak bakalan menang,, aku yakin Citra pasti mendukung aku kok,," ucap Ana sambil tersenyum bangga karena mendapat dukungan dari Rafa dan Fandi.
Aldi masih belum mau kalah.
"Aku masih ada Citra dan Rara yang belum ditanya,, aku yakin mereka pasti mendukung aku,, jadi bisa sama dan kita tinggal mencari satu orang saja lagi,," ucap Aldi.
Aldi sangat tahu kalau Citra dan Fandi sangat tidak baku cocok jadi sudah pasti Citra akan mendukung dirinya demi tidak mengikuti Fandi,, dan kalau Rara,, Aldi sudah menyiapkan ekspresi wajah penuh kasihan supaya Rara kasihan padanya dan mau mendukungnya,, Aldi tahu betul Rara orangnya tidak enakan dan juga paling tidak bisa melihat orang terlihat kasihan sudah pasti dia akan membantunya.
"Citra kamu dukung aku kan?" ucap Aldi.
"Ihh kak Aldi kok ngomongnya gitu salah tahu,, Cit kamu dukung siapa aku atau kak Aldi? gitu kak tanyanya baru betul,," ucap Ana.
"Iya deh terserah kamu aja Ana,, sekarang Citra berikan jawaban kamu karena jawaban kamu sangat menentukan juga,," ucap Aldi.
"Aku dukung Ana,," ucap Citra pada akhirnya membuat Aldi memasang ekspresi wajah tidak sukanya.
"Kenapa kamu dukung dia sih Cit,, tega juga kamu sama aku,, sama seperti Fandi teganya,, aku yakin kalian pasti berjodoh,," ucap Aldi kesal.
"Idihh apaan sih Aldi sembarangan aja deh kamu,, amit-amit deh,," ucap Citra sambil bergidik ngeri.
"Aku juga amit-amit kali,, udah deh Aldi kamu nggak usah selalu ngomong sembarangan,, bikin kesal aja kamu,," ucap Fandi sambil melihat Aldi dengan tatapan kesalnya.
"Udah deh berhenti ributnya,, sakit nih kuping aku,, dengar keributan melulu,,, kalian ini kalau bertemu pasti ribut,, untung saja istriku tidak sedang hamil coba kalau dia lagi hamil pasti dia akan stress,," ucap Rafa sambil membawa Rara ke dalam dekapannya.
Rara hanya diam saja sambil menyandarkan kepalanya di dada Rafa,,, karena dia sedang merasa mengantuk sedikit.
"Huff aku nggak sanggup melihat keuwuan kalian,," ucap Aldi sambil melihat Rara dan Rafa.
__ADS_1
Rara sontak saja ingin duduk seperti semula,,, namun Rafa menahannya.
Rara merasa mengantuk hingga dia lupa bahwa apa yang dia lakukan bisa membuat yang lain ribut lagi.
"Begini saja sayang,, biarin aja mereka,, nggak usah dengerin kata Aldi,, aku senang kamu manja begini,," ucap Rafa pada Rara yang langsung menimbulkan teriakan ejekan dari yang lainnya terutama Aldi paling semangat mengganggu Rafa yang lagi uwu-uwuan di hadapan mereka.
"Rafa bucin banget sih,," ejek Aldi.
Sedangkan Fandi hanya tersenyum sambil melihat Rara yang lagi merasa malu,,, dan itu tidak luput dari penglihatan Citra.
Kenapa tatapan Fandi pada Rara begitu amat,, apa Fandi menyukai Rara,, hemm apaan sih yang aku pikirkan,, mau Fandi begitu pun pada Rara nggak ada masalahnya dengan aku,, biar dia saja yang bermasalah dengan Rafa,, batin Citra sambil masih terus melihat Fandi.
"Sayang kamu nggak malu apa di dengerin sama mereka,, jangan bilang sembarangan deh,," ucap Rara.
Enak banget kamu Rafa,, bisa bermesraan dengan Rara,,, tapi ngomong-ngomong apaan sih yang aku pikirin,, mereka kan suami dan istri jadi wajar saja,,, tapi kenapa yah hati ini masih nyeri sedikit begitu melihat kemesraan mereka padahal aku sudah mencoba untuk ikhlas sejak dulu tapi tetap saja hatiku masih berasa lain-lain kalau melihat mereka begini,, batin Fandi sambil melihat Rara.
"Biarin aja terserah aku dong sayang,, ngapain aku malu sama mereka,, aku Rafandra Alexander nggak pernah merasa malu kalau sama mereka doang,," ucap Rafa dengan bangganya.
Citra masih terus memperhatikan Fandi yang melihat Rara dengan tatapan lain,, Citra tidak bisa mengabaikan apa yang di lihatnya meskipun dia mencoba untuk tidak perduli tapi tetap saja dia perhatikan terus.
Hanya Citra sajalah yang menyadari tatapan Fandi kepada Rara yang terlihat berbeda.
"Masih mau lanjut nggak nih kak pemungutan suaranya atau kakak nyerah aja karena sudah pasti aku yang bakalan menang kok,, lebih baik kakak setuju saja sekarang,," ucap Ana kemudian.
"Hmm iya deh kakak setuju,, nggak usah lanjut kamu yang menang,, Rara sudah pasti mendukung kamu,, jadi nggak perlu di tanya mahh,," ucap Aldi yang membuat mereka tertawa.
"Makasih kakakku sayang,," ucap Ana bahagia sambil memeluk Aldi.
Hmm adik,,adikku sebenarnya aku lakukan itu semua untuk kamu juga,, aku nggak mau kamu seperti Rafa karena tidak di tahu latar belakangnya dia di anggap enteng,,, di hina-hina,, aku sangat tidak mau kamu seperti itu,, apalagi kamu adik aku satu-satunya,, adik kesayangan aku,, tidak boleh ada yang menyakiti kamu,, batin Aldi.
__ADS_1
"Itu tahu,, kenapa nggak dari tadi saja kamu setujunya,, pakai vote segala lagi,, dan pada akhirnya kamu kalah juga,,, lagian sangat bagus kali kalau Ana seperti itu,, berarti dia akan mendapatkan teman yang tulus nanti dan siapa tahu aja dia mendapatkan pasangan yang tulus nantinya,, seperti aku mendapatkan Rara yang tulus sama aku tanpa melihat latar belakang aku,, dia menerima aku apa adanya,, tinggal di kos yang sempit pun dia mau,, asal bersama aku,, iyakan sayang?" ucap Rafa sambil melihat Rara dan tersenyum manis pada Rara.
Rara hanya tersenyum malu saja untuk menanggapi ucapan Rafa.
"Kamu jangan tampak miskin sekali yah dek,, pokoknya sedang-sedang saja seperti yang kamu katakan tadi,," ucap Aldi lagi.
"Iya kak,, Ana mengerti kok,," ucap Ana.
"Ya udah awas nggak usah manja sama aku,," ucap Aldi sambil melihat Ana yang masih memeluknya.
"Nggak mau,, aku kan memang manja sama kakak,, sebelum kakak menikah yah kakak manjain aku dulu dong,, aku kan adik satu-satunya kak Aldi dan adik kesayangan kak Aldi,, iyakan? aku tahu kok walaupun kak Aldi sering gangguin aku tapi kak Aldi sangat menyayangi aku,," ucap Ana dan masih memeluk Aldi.
Aldi pun membiarkan adiknya itu untuk memeluk dirinya karena memang Ana sangat manja pada Aldi,, meskipun mereka sering saling ganggu.
"Hmm sepertinya Ana kamu deh yang bakalan nikah duluan,, karena sampai sekarang Aldi saja masih jomblo dan belum ada ciri-ciri mendapatkan kekasih,, kalau kamu kan wanita gitu siapa tahu aja kan pas kamu kuliah nanti kamu ketemu cowok yang mencintai kamu dan langsung pengen serius sama kamu,, jadi aku sih yakin pasti Ana duluan menikah daripada Aldi,, Ana juga cantik begini,, cowok siapa coba yang tidak suka," ucap Citra.
"Ingat,, ingat yah kuliah bukan mencari cowok,, biarpun ada yang menyukai kamu,,, tolak saja dulu dan fokus untuk kuliah,," ucap Aldi pada Ana yang masih memeluknya.
"Kalau bisa berbarengan kenapa tidak,," ucap Citra lagi.
"Jangan dengerin kata Citra,," ucap Aldi.
"Iya,, iya lihat aja nanti,, kita kan nggak tahu apa yang akan terjadi nanti kak dan Citra,, jadi jalani aja lah hidup ini biarkan mengalir seperti air yang mengalir,," ucap Ana lalu tertawa.
"Benar banget yang di bilang Ana,, dan sekarang kita mau pulang dulu yah,, istriku sepertinya sudah sangat mengantuk dan capek,," ucap Rafa karena sejak tadi melihat Rara yang tampak memaksakan matanya untuk tidak tertutup.
"Oh iya kasihan Rara pasti capek,, hati-hati yah kalian,," ucap Aldi.
"Iya kalian hati-hati yah,, kak Rara nanti kapan-kapan kita ngumpul-ngumpul lagi yah seperti ini,, senang aku,," ucap Ana.
__ADS_1
"Iya Ra,," ucap Citra lalu segera mendekat ke Rara dan berbisik sesuatu pada Rara.
"Ra jangan lupa pakai baju yang aku pilihkan dan belikan tadi,, aku bakalan mengeceknya sebentar loh,, aku akan video call kamu jadi kamu harus memakainya yah,,," bisik Citra pada Rara sambil menahan tawanya.