
Rara,, Rafa,, Citra dan Chris langsung benar-benar terkejut dengan apa yang diucapkan Fandi.
"Mana orang itu?" ucap Rafa.
"Disitu,, tapi kamu nggak boleh menemui dia,, kita nggak memiliki bukti,, kan nggak lucu kalau kita salah orang," ucap Fandi yang sudah tau apa yang ingin dilakukan Rafa.
"Ayo kita pergi tanyakan langsung sama orang itu biar jelas," ucap Rafa yang langsung membuat Fandi geleng-geleng kepala.
"Kamu ini goblok banget sih,, mana ada dia mau ngaku sama kamu,, kalau dia ada niat jahat pada istri kamu," ucap Fandi.
"Hmm iya juga,, aku memang kadang langsung mendadak gomblok kalau mengenai istriku," ucap Rafa.
"Iya tau kok aku,, sekarang yang harus kita lakukan jaga baik-baik Rara aja,, dan Ra jangan kemana-mana sendiri yah nggak boleh," ucap Fandi sambil melihat Rara.
Fandi lembut banget pada Rara,, kapan kamu akan seperti itu juga sama aku,, batin Citra sambil melihat Fandi.
"Rara kok bisa kamu dalam keadaan seperti ini? siapa musuh kamu? kamu wanita baik yang pernah aku temui kenapa bisa ada orang seperti itu sama kamu?" ucap Chris yang sudah tidak tahan lagi ingin bertanya pada Rara.
"Itu bukan musuh istriku tapi musuh aku,,, meskipun begitu mereka tetap menargetkan istriku padahal mereka ada masalahnya dengan aku," ucap Rafa.
"Tapi bisa juga orang yang iri dengan Rara,, karena dia bersama kamu," ucap Citra yang membuat Chris mengernyitkan dahinya bingung.
__ADS_1
"Kok bisa seperti itu?" tanya Chris lagi.
"Kamu nggak tau Rafandra Alexander?" tanya Citra pada Chris.
"Tau,, tapi aku belum lihat wajahnya aku hanya tau dia dari ayahku,, dia bukan orang sembarangan,,," ucap Chris.
Lalu seketika Chris tersadar...
"Ehh kamu Rafa,," ucap Chris.
"Apa jangan-jangan kamu Rafandra Alexander?" tanya Chris.
"Yup,, betul sekali,, jadi kamu sudah mengerti kan kenapa Rara bisa berada diposisi sekarang ini," ucap Citra lagi.
Hah Rara menikah dengan Rafandra Alexander,, dia memang pantas mendapatkan yang terbaik,, tapi kenapa aku masih mencintai dia,, batin Chris sambil melihat Rara.
"Iya aku sudah mengerti kok," ucap Chris.
"Ra jaga dirimu baik-baik,, dan jangan jalan sendiri,, orang-orang tidak sama semua baiknya seperti kamu," ucap Chris.
"Iya Chris," ucap Rara.
__ADS_1
"Sekarang kita balik ke kantor saja,, sayang kamu tetap ikut dengan aku, jangan pulang dengan sopir,, pulang bersama aku saja dan Fandi," ucap Rafa.
"Iya Ra,, benar yang dikatakan suami kamu,," ucap Chris.
"Iya Chris,," ucap Rara sambil tersenyum.
Hemm,, hemm,, hemm,, sepertinya sebentar aku harus memberitahukan istriku agar tidak tersenyum pada pria lain karena itu bisa membuat pria baper,, batin Rafa sambil melihat Chris dan Rara bergantian.
"Kalau gitu aku pamit dulu yah,, aku masih ada urusan," ucap Chris lagi.
"Oh iya boleh nggak aku minta nomor ponsel kamu Ra?" tanya Chris yang membuat Rafa langsung bereaksi.
"Nomor ponselku saja,, istriku nggak punya nomor ponsel," ucap Rafa yang membuat Rara mengernyitkan dahinya.
"Oh oke boleh deh,," ucap Chris sambil mengambil ponselnya dari kantong celananya.
"Kalau gitu aku pamit dulu yah," ucap Chris lagi begitu sudah menyimpan nomor ponsel Rafa.
"Iya Chris hati-hati yah," ucap Rara.
"Iya Ra,," ucap Chris sambil tersenyum.
__ADS_1
Chris pun pamit juga kepada Rafa,, Fandi dan juga Citra.
"Aku ikut kamu Chris," ucap Citra begitu Chris sudah ingin berjalan menuju ke mobilnya.