
"Siapa?" tanya Fania penasaran karena melihat ekspresi Zahra yang langsung berubah semakin panik.
"Ayah gue," jawab Zahra lalu mengangkat panggilan telfon dari ayahnya.
"Halo Zahra, apa yang kamu lakukan haa, kenapa kamu buat malu keluarga Zahra, itu yang kamu dapatkan dari kecantikan kamu itu, kenapa kamu jadi wanita murahan seperti itu Zahra, apa kurang yang ayah berikan sama kamu selama ini, anak tidak tahu diri kamu Zahra" omel ayah Zahra begitu Zahra baru mengangkat panggilan telfon dari ayahnya, padahal Zahra belum bicara sepatah katapun tapi dia sudah mendapat omelan dari ayahnya, Zahra benar-benar semakin frustasi dengan hal itu, Zahra takut kalau dugaannya akan jadi kenyataan semua fasilitas yang di berikan olehnya akan di tarik, karena Zahra mendengar ayahnya benar-benar sangat marah sekarang.
"Ayah dengar penjelasan aku dulu jangan langsung marah-marah gini ayah aku bisa jelasin semuanya," ucap Zahra.
Ayahnya pun langsung tertawa sinis begitu mendengar ucapan Zahra, karena menurut ayahnya apa lagi yang mau Zahra jelaskan semuanya sudah jelas dia berhubungan badan dengan preman yang dari video terlihat jelas betul preman itu sangat menjijikkan, ayahnya tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan Zahra, kenapa dia bisa mau berhubungan badan dengan preman bahkan terlihat dia sangat menikmatinya, padahal ayahnya saja yang menonton sudah ingin muntah, bagaimana Zahra bisa tahan dengan durasi lama.
"Tidak usah jelaskan apa-apa Zahra, ayah sudah nonton semuanya, ayah sudah lihat semuanya, kamu sangat memalukan keluarga Zahra," ucap ayah Zahra.
"Tapi ayah aku itu hanya di ancam ayah mana mungkin aku mau lakuin itu dengan suka rela, aku itu di ancam ayah akan di bunuh kalau aku tidak melayani dia makanya aku mau,," ucap Zahra.
__ADS_1
"Alasan saja kamu Zahra mana mungkin kamu di ancam sedangkan kamu sangat menikmati itu semua, kamu pikir ayah bodoh haa, tidak usah membela dirimu jelas-jelas kamu salah, kamu harus mendapat hukuman Zahra karena kamu sudah mempermalukan keluarga," ucap ayah Zahra lagi.
Zahra langsung menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda dia tidak terima dengan keputusan ayahnya sedangkan Fania hanya melihat kasihan pada Zahra.
"Ayah aku benar-benar tidak bohong, ini ada teman aku kalau ayah tidak percaya ayah bisa tanya dia, karena waktu itu kami sama-sama di ancam untuk melayani preman-preman itu ayah, aku nggak bohong," ucap Zahra lagi.
"Haa temanmu, ayah yakin kamu sudah menyusun rencana lagi untuk membohongi ayah, mau bagaimanapun kamu bicara nama baik keluarga kita sudah tercoreng karena kamu Zahra, jadi kamu harus mendapatkan hukuman, kamu harus pergi dari rumah itu," ucap ayah Zahra.
"Tidak ayah aku tidak sedang menyusun rencana, kami memang benar-benar di ancam dengan preman-preman itu, aku nggak mau ayah mendapatkan hukuman, aku nggak mau," ucap Zahra yang sudah mengeluarkan air matanya karena dia benar-benar tidak terima jika harus di hukum karena hukumannya pasti mengerikan, dengan di tariknya semua fasilitas Zahra itu sudah hukuman yang sangat mengerikan buatnya.
"Aku juga tidak tahu ayah kenapa hanya video aku saja yang tersebar sementara waktu itu ada video Fania juga, tapi ayah bisa menyuruh orang untuk menghilangkan video itukan," ucap Zahra lagi masih sesenggukan.
"Enak saja kamu berbicara seperti itu Zahra, video kamu itu sudah tersebar kamu pikir semudah itu untuk menghapusnya, kalau ayah juga bisa menghapus video itu sewaktu pertama kali muncul, ayah pasti tidak akan semarah ini, tapi video itu tidak bisa di hapus, siapa yang sudah kamu singgung sehingga bisa jadi seperti ini? bahkan preman itu tidak tahu dimana keberadaannya sekarang, belum ada informasi sampai sekarang mengenai keberadaan preman itu," ucap ayah Zahra yang semakin marah.
__ADS_1
Bagaimana mau tidak marah, kasus anaknya berdampak juga pada perusahaan dan yang lebih parahnya lagi keluarga besar mereka telah banyak yang menghina-hina ayah Zahra, banyak juga yang bilang malu telah ada hubungan keluarga dengan mereka.
Zahra tidak bisa lagi berucap apa-apa dia benar-benar shock mendengar ucapan ayahnya, Zahra semakin yakin jika ini semua berhubungan dengan Rafa karena ayahnya saja tidak bisa ikut campur, Zahra pikir akan mudah menghilangkan video itu tapi nyatanya salah, Zahra tidak tahu lagi akan menjadi apa nasibnya, sekarang yang Zahra tahu dia akan menjadi bahan ejek-ejekan oleh orang yang mengenalnya, dia juga tidak tahu bagaimana nasib kuliahnya.
"Zahra ayah bertanya sama kamu, siapa yang sudah kamu singgung kenapa video kamu tidak bisa ayah urus, sekarang nama baik kamu benar-benar sudah tidak ada Zahra, kamu sudah menghancurkan nama baik kamu sendiri," bentak ayah Zahra.
"Ayah mungkin ini semua ada campur tangannya Rafa anak dari Rafindra Alexander ayah, aku benar-benar minta maaf, aku nggak tahu kalau akhirnya akan separah ini ayah, maafkan aku yang telah membuat masalah," ucap Zahra dengan penyesalannya.
Ayah Zahra terkejut mendengar itu semua, dia tidak menyangka kalau anaknya akan membuat masalah dan berhubungan dengan keluarga Alexander. Pantas saja sangat susah untuk mengurus semuanya ternyata yang mereka hadapi bukan orang sembarangan bahkan sangat berbahaya.
"Zahra kenapa kamu sangat bodoh begitu, kenapa kamu bisa berurusan dengan keluarga Alexander, kamu benar-benar anak tidak tahu diri dan juga sangat bodoh Zahra, seharusnya kamu itu mengambil hati anaknya bukan malah bersinggungan begini, kamu malah membuat marah anaknya," ucap ayah Zahra lagi yang semakin emosi.
"Ayah itu semua aku lakukan karena Rafa telah menikah dengan wanita lain yang hanya pelayan ayah, padahal dia awalnya mengejarku tapi semenjak ada pelayan itu dia tidak mengejarku lagi karena pelayan itu telah merayu Rafa bahkan menjebak Rafa agar tidur dengannya itulah Rafa bisa menikah dengan wanita itu, dan yang aku lakukan hanya membongkar semuanya tapi Rafa sangat marah padaku sehingga jadi begini, pasti dia sudah di cuci otaknya dengan wanita tidak tahu diri itu," ucap Zahra yang membohongi ayahnya, dia lebih memilih berbohong agar ayahnya bersimpatik sedikit padanya supaya ayahnya bisa membatalkan niatnya untuk menghukumnya, bisa membantu Zahra juga sedangkan Fania hanya geleng-geleng kepala begitu mendengar kebohongan Zahra, tapi Fania juga mendukung Zahra agar setidaknya ada ayah Zahra tidak terlalu marah padanya.
__ADS_1
Zahra tahu kalau yang ayahnya permasalahkan itu hanyalah videonya yang telah beredar dan mempengaruhi perusahaan bukan karena dia telah berhubungan badan, karena Zahra juga tahu sebenarnya ayahnya sudah mengetahui jika Zahra sudah tidak perawan lagi, ayahnya sudah tahu pergaulan Zahra.