Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Tidak mungkin lagi aku punya waktu...


__ADS_3

Pria itu tersenyum manis pada Rara.


Rara dan Citra melongo tak percaya begitu melihat pria itu.


"Kenapa kalian seperti itu?" ucap pria itu lagi sambil mendekati Rara dan Citra.


"Kamu bukannya yang di kantor suamiku tadi?" tanya Rara sambil mengingat wajah Denis.


"Iya benar sekali cantik,, aku Denis yang berada di kantor suami kamu tadi,, semakin dekat kamu semakin cantik yah,, pantas saja Rafa itu sangat mencintai kamu dan menjaga kamu,, tapi untung saja aku mendapatkan kesempatan untuk membawa kamu," ucap Denis lagi.


"Sebenarnya aku tidak tega melihat wanita cantik yang juga lemah lembut seperti kamu ini,, diikat seperti ini,, hanya sayangnya Rafa sangat mencintai kamu jadi kamu harus menerima semua ini,," ucap Denis sambil tersenyum.


"Suami kamu lumayan juga pergerakannya yah,, dia bisa cepat tau ada yang tidak beres dengan aku,, itulah aku harus bergerak cepat juga kan mengambil kelemahan dia,,, dan sebenarnya tujuan utama aku itu ke kantor suami kamu hanya untuk mendekati suami kamu dan mencari tau tentang kamu,, mencari cara untuk menculik kamu di balik penjagaan yang sangat ketat,, dan terlaksana dengan cepat,, aku benar-benar nggak menyangka ini sebelumnya loh akan semudah ini meskipun harus memukuli orang yang tidak salah terlebih dahulu," ucap Denis ketika mengingat sopir sebelumnya yang telah mereka pukuli habis-habisan. Sopir itu di keroyok ketika dia akan kembali lagi ke perusahaan Rafa,, dia sudah berusaha melawan namun akhirnya dia kalah juga karena banyaknya orang yang melawan dia dan dia hanya seorang diri saja.


"Heh kamu lebih baik lepasin kita deh,, kamu nggak sayang apa sama nyawa kamu,, pasti Rafa sedang mencari kita sekarang,, jadi lepasin kita aja,," ucap Citra.


Denis langsung tertawa begitu mendengar ucapan Citra.


"Heh kamu pikir aku takut,," ucap Denis.


"Lebih baik kalian tulis deh permintaan terakhir kalian biar aku berikan pada Rafa nanti,, kalau dia tidak bunuh diri juga begitu tau istrinya telah meninggal,," ucap Denis lalu tertawa jahat.


"Kalian mau apa? katakan saja selagi aku baik mau menuruti kemauan di saat-saat terakhir kalian berdua," ucap Denis lagi.

__ADS_1


"Kita mau keluar dari sini,," ucap Citra.


"Biarkan dia keluar,, aku yakin pasti tujuan utama kamu,, aku saja kan yang ingin kamu singkirkan jadi biarkan Citra keluar,, dia tidak salah apa-apa,, dia tidak ada hubungannya dengan semua ini,, jadi tolong lepaskan dia," ucap Rara.


"Ra,, kamu apa-apaan sih,, aku nggak mau Ra,, ninggalin kamu disini sendirian sama orang-orang jahat ini,, kamu jangan bicara seperti itu dong,," ucap Citra.


"Nggak apa-apa Cit,, kamu pergilah dari sini,, kamu nggak boleh sampai kenapa-kenapa hanya karena aku Cit,, tolong beritahu Rafa dia jangan sedih,, dan dia tetap jalani hidupnya meskipun tanpa aku," ucap Rara sambil menahan tangisnya,, Rara benar-benar sudah pasrah dengan nasibnya,, tapi dia tidak mau membawa-bawa Citra.


"Tolong lepaskan Citra," ucap Rara lagi kepada Denis.


"Baiklah kalau itu keinginan kamu,, tapi setelah kamu tiada baru aku bisa lepaskan dia,, karena aku tidak bodoh Rara,, kalau aku melepaskan dia pasti dia akan melapor pada Rafa," ucap Denis sambil tersenyum jahat.


"Baiklah,,, tapi tolong jangan lupakan janji kamu,, lepaskan Citra kalau aku sudah tiada," ucap Rara.


"Cit jauh di dalam lubuk hatiku,, aku masih berharap kok Rafa akan datang tapi jika dia tidak datang aku hanya ingin kamu selamat karena kamu tidak ada hubungannya dengan semua ini,," ucap Rara.


"Wow sungguh baik sekali hati kamu Rara tapi sayangnya kamu memiliki hubungan dengan orang yang salah sehingga kamu jadi begini juga, sungguh kasihan,," ucap Denis.


"Apa salah Rara sih sama kamu? seharusnya kamu bermasalah pada orang yang salah dong sama kamu,, coba lawan Rafa kalau kamu berani,, jangan main culik-culik seperti ini,, Rara itu cewek dan kamu cowok,,, kamu nggak malu apa,, menculik cewek kayak banci saja," ucap Citra yang langsung mendapatkan tamparan dari Denis.


"Citra," teriak Rara begitu melihat Citra yang ditampar dengan sangat keras.


"Jangan coba-coba menghina aku yah,, kamu pikir kamu siapa berani menghina aku,, sepertinya kamu lah yang akan mati duluan sebelum Rara,, bibir kamu ini sangat keterlaluan kalau berucap,, spesies wanita seperti kamu harus di kurangi," ucap Denis sambil menarik rambut Citra ke belakang dan membuat Citra meringis kesakitan.

__ADS_1


"Pria seperti kamu yang harus di kurangi beraninya sama cewek,, yang berani sama cewek itu hanya banci saja,," ucap Citra lagi yang langsung mendapatkan tamparan dari Denis lagi.


"Aku mohon jangan tampar Citra lagi,," mohon Rara sambil menangis,, dia benar-benar kasihan pada Citra yang wajahnya sudah memar akibat tamparan keras dari Denis.


"Rara jangan memohon sama banci seperti ini,," ucap Citra yang langsung mendapatkan tamparan lagi dari Denis


"Citra stop,, aku mohon jangan berbicara seperti itu lagi,,, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa Citra,," mohon Rara karena semakin tidak tega melihat Citra yang lagi-lagi di tampar.


"Rara sepertinya aku nggak bisa menepati janji aku,, dia harus mati duluan sebelum kamu,,, karena dia sangat tidak tau terima kasih," ucap Denis sambil mengambil pisau yang sangat tajam dari kantung celananya.


"Kamu harus mati perlahan-lahan,, kita mulai dari pisau dulu,, dan sepertinya di mulai dari wajah kamu dulu,, atau dari bibir kamu dulu sepertinya bagus," ucap Denis sambil memainkan pisau yang di pegang nya.


Rara semakin histeris dan memohon agar Denis tidak melakukan apa-apa pada Citra.


"Aku mohon jangan lakukan apapun pada Citra,, aku mohon," ucap Rara histeris dengan tangisannya.


Rara mencoba melepaskan ikatan tali itu tapi tetap saja tidak bisa terlepas karena ikatan tali mereka lebih di perkuat lagi setelah tadi kedapatan hampir membebaskan diri.


"Rara untuk apa kamu menangisi dia,, pikirkan lah diri kamu yang akan mati sebentar juga,, jadi tidak usah menghabiskan tenaga kamu untuk menangisi dia," ucap Denis.


Citra benar-benar merasa pipinya sangat sakit akibat mendapatkan tamparan dari Denis berkali-kali.


"Rara jangan menangis,, aku nggak apa-apa kok,, aku senang bisa kenal sama kamu,," ucap Citra sambil berusaha tersenyum pada Rara.

__ADS_1


Setidaknya dengan menghabisi aku duluan akan mengulur waktu dia,,, siapa tau Rafa akan datang menyelamatkan kamu,,, aku yakin Rafa pasti akan datang,, Rafa sangat butuh kamu,,, aku nggak punya orang spesial jadi tidak akan ada yang merasa kehilangan jika aku tiada berbeda dengan kamu Ra sangat banyak yang menyayangi kamu dan butuh kamu termasuk Fandi,, pria yang sepertinya aku cintai sekarang hanya tidak mungkin lagi aku punya waktu untuk mengejar dia,, batin Citra,, dia memang sengaja memancing emosi Denis,, agar Denis tidak fokus pada Rara terus. Dan bisa mengulur waktu.


__ADS_2