
Rara yang mendengar bunyi ponselnya berdering segera melihat nama kontak yang meneleponnya. Dia mengernyitkan dahinya begitu melihat nama kontak Citra yang meneleponnya.
Hemm Citra,,, ada apa yah? tumben dia nelfon aku,, semoga saja bukan **memin**ta yang aneh-aneh lagi,, batin Rara yang sedikit trauma dengan keinginan Citra.
Rara lalu mengangkat panggilan telfon dari Citra.
"Halo Cit,, ada apa?" tanya Rara langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Citra.
"Halo Ra,, kamu lama banget angkat panggilan telfon dari aku,, lagi sibuk yah kamu?" tanya Citra terlebih dahulu yang merasa tidak enak apabila dia menganggu waktu Rara.
Rara pun menggelengkan kepalanya meskipun Citra tidak melihatnya.
"Nggak kok Cit,,, aku nggak sibuk sama sekali,, ada apa?" tanya Rara.
Citra tersenyum senang begitu mendengar Rara yang tidak sibuk,, itu berarti dia bisa bertemu Rara untuk teman ngobrol sebelum Ana balik.
"Kamu lagi dimana sekarang Ra?" tanya Citra.
"Lagi di rumah aja,," jawab Rara.
"Di rumah kamu bareng Rafa atau di rumah mertua?" tanya Citra lagi.
"Di rumahku bareng Rafa Cit,, ada apa sih Cit?" tanya Rara lagi penasaran.
"Emmm jadi gini,, aku bosan nih di rumah Aldi,,, nggak ada teman ngobrol,,, aku boleh nggak ke rumah kamu? supaya ada teman ngobrol,,, aku nggak ada niatan kok mau menggoda Rafa,,, sekali pun aku pernah suka sama dia,,, beneran Ra aku nggak bohong,,, lagian Rafa juga nggak akan pernah tergoda meskipun aku mencoba menggoda dia,," ucap Citra cepat karena takut Rara salah paham akan keinginannya untuk ke rumah Rara.
Rara tersenyum begitu mendengar ucapan Citra.
"Iya Cit aku tau kok lagian aku juga percaya pada Rafa,,, dia nggak mungkin seperti itu,," ucap Rara sambil tersenyum.
"Kamu baik banget sih Ra,, kalau aku jadi kamu mana mungkin aku mau berteman dengan wanita yang pernah ada niatan mau mengambil suamiku,, sudah pasti aku akan memberinya pelajaran tapi kamu beda banget pantas saja si Rafa walaupun aku sudah pakai beribu godaan nggak di tanggapi sama dia ternyata istrinya begini,, beruntung banget Rafa dapatin kamu,," ucap Citra tulus.
"Apaan sih Cit jangan ngomong begitu aku malu tau nggak," ucap Rara.
"Hehehe ngapain malu sih,, kamu jangan sedikit-sedikit malu,, itu membuat Rafa gampang menggoda kamu,, aku tau pasti Rafa suka menggoda kamu kan?" ucap Citra lagi.
Rara tersenyum begitu mendengar ucapan Citra yang benar adanya.
__ADS_1
"Udah ahh jangan bahas Rafa,, kamu beneran mau kesini?" tanya Rara mengalihkan pembicaraan.
"Iya Ra,, aku bosan disini hanya berteman sepi,," ucap Citra lalu tertawa.
Rara pun ikut tertawa.
"Kenapa kamu bisa bosan,, Ana kemana?" tanya Rara begitu sudah menyelesaikan tawanya.
"Hemm itu dia Ra,, Ana nggak ada di rumah,, dia lagi keluar tadi,, katanya cuma mau mengurus kuliah dia yang nggak lama lagi dia akan masuk,, tapi ternyata dia malah ke rumah tante yang dia tolongin di Mall,, ingat nggak Ra?" tanya Citra.
Rara lagi-lagi mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Citra sambil mengingat kejadian di Mall,, mengingat wajah ibu-ibu yang Ana bantu bawa belanjaan waktu itu.
"Oh tante yang itu,, kok bisa Ana ke rumah tante itu?" tanya Rara.
"Nggak tau juga sih,, mungkin mereka nggak sengaja ketemu kali,, tega banget tuh Ana,, seharusnya kan aku ikut tadi biar nggak bosan begini," ucap Citra.
"Ya udah kesini saja,, aku nggak ada teman nih,, jadi kita sama,, iyakan?" ucap Rara.
"Oke deh Ra,, kirimin aku alamat rumah kamu yah," ucap Citra senang.
"Oke,, udah dulu kalau gitu,," ucap Citra.
"Iya Cit,, kamu hati-hati yah bawa mobilnya,," ucap Rara.
"Iya Ra,," ucap Citra lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Rara.
Rara kembali berpikir karena dia mau ke kantor Rafa untuk membawakan makan siang.
Apa aku bawa Citra saja yah,,, kan nggak apa-apa,,, semoga saja Citra mau ikut,,, di kantor itu kan ada Fandi,, dan sepertinya mereka nggak terlalu cocok mereka selalu bertengkar setiap bertemu,, tapi kalau Citra mau kan bagus,, kasihan juga kalau aku tinggalkan untuk ke kantor Rafa sedangkan dia harus pulang lagi ke rumah Aldi dan nggak ada teman,, batin Rara.
Sedangkan di rumah Aldi.
Izin dulu kali sama Aldi yah biar enak keluar jalannya,, takutnya dia bakalan cari aku nanti kalau nggak izin,, terus dia ceramah lagi,, kan malas dengar orang ceramah,, batin Citra sambil membayangkan Aldi yang suka ceramah dan itu sangat menjengkelkan ketika Citra dengar.
Dengan segera Citra menelepon Aldi.
Sedangkan Aldi yang mendengar bunyi ponsel segera melihat siapa yang meneleponnya,, dia langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat ternyata Citra yang meneleponnya.
__ADS_1
"Kenapa nih anak,, tumben nelfon,," ucap Aldi sambil mengangkat panggilan telfon dari Citra.
"Halo Citra,, ada apa?" tanya Aldi begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Citra.
"Aku mau izin nih sama kamu Aldi,," ucap Citra yang langsung membuat Aldi melongo tidak percaya setelah mendengar ucapan Citra.
Nggak salah nih seorang Citra mau izin,, biasanya juga dia ini nggak pernah izin,, dia selalu sesuka hatinya saja,, batin Aldi.
"Halo Aldi,, kamu dengar nggak yang aku bilang?" tanya Citra karena Aldi tidak menanggapi ucapannya.
"Ehh iya kok dengar Cit,, aku hanya sedikit terkejut kamu tiba-tiba minta izin kan biasanya nggak Cit,," ucap Aldi.
"Yah sekarang udah beda,, habis aku malas dengar kamu yang ceramah melulu,, kalau aku keluar nggak izin,, jadi sekarang aku izin nih sama kamu,," ucap Citra.
"Hemm emang aku bakalan ceramah lagi,, mau izin kemana memangnya kamu?" tanya Aldi.
"Aku mau ke rumah Rara nih biar nggak bosan di rumah sendirian,," ucap Citra yang membuat Aldi lagi-lagi mengernyitkan dahinya,, dia belum terlalu percaya dengan Citra,, dia hanya takut jika Citra membuat masalah pada Rara dan Rafa tau,, sudah pasti Rafa tidak akan membiarkannya dan akan memberikan pelajaran pada Citra.
"Citra nggak salah tuh kamu bicara seperti itu? ngapain kamu mau ke rumah Rara? jangan macam-macam Citra,,, aku tau kok selama ini kamu sepertinya tidak menyukai Rara meskipun aku nggak tau Rara apain kamu sehingga kamu nggak suka sama Rara,,, tapi aku beritahu kamu nggak usah cari masalah,, apalagi mencari masalah sama istri Rafa,, seorang Rafa tidak akan membiarkan itu terjadi dia pasti akan memberikan pelajaran yang lebih ngeri lagi sama kamu kalau berani menganggu istrinya,,, meskipun kamu kenal dekat aku dan Rafa tapi kalau sudah berhubungan dengan wanita yang dicintainya kamu jangan main-main," ucap Aldi mengingatkan Citra.
Enak banget yah Rara banyak yang perduli sama dia pasti karena dia baik,,, bahkan aku nggak ada niat apapun tetap saja mereka khawatir pada Rara tetap saja mereka berpikiran macam-macam sama aku,,, kenapa selama ini aku menjengkelkan sih,, akhirnya aku nggak dipercaya seperti ini,, tapi aku pasti bisa mengubah pikiran mereka sama aku,, aku udah nggak seperti dulu lagi,, aku udah sadar,, aku udah nggak mau lagi jadi orang yang iri sama kehidupan orang lain,, sama apa yang didapatkan orang lain,, suatu saat nanti aku juga pasti menemukan kebahagiaan aku,, batin Citra.
"Iya Aldi aku tau kok maksud kamu,, aku nggak bakalan macam-macam kok Aldi,, aku juga udah nggak seperti dulu lagi,, aku berani sumpah sama kamu,, aku udah sadar sekarang dan aku juga sadar Rara itu wanita yang baik jadi ngapain aku musuhi orang baik,, itu akan merugikan diri aku sendiri,, aku mau ke rumah Rara itu karena bosan saja di rumah sendirian,, makanya aku mau ke rumah dia biar nggak bosan,, ada teman ngobrol gitu Aldi,," ucap Citra memberikan penjelasan kepada Aldi yang pikirannya sudah kemana-mana begitu dia mendengar Citra mau ke rumah Rara.
"Bagus deh kalau begitu,, oh iya Ana belum pulang emangnya? ngapain kamu bosan kan ada Ana,," ucap Aldi.
"Nah itu dia Ana belum pulang sampai sekarang makanya aku mau ke rumah Rara,, kan kalau ada Ana aku mungkin nggak ke rumah Rara,," ucap Citra.
"Hah,, serius Ana belum pulang ke rumah,, kemana lagi adik aku itu,," ucap Aldi sambil mengambil ponselnya yang satu untuk menghubungi anak buahnya agar mencari tau keberadaan Ana.
Aldi sangat melindungi adiknya,, dia benar-benar tidak mau terjadi sesuatu pada adiknya,, hanya Ana selalu tau jika ada bawahan Aldi yang selalu mengikutinya membuat Ana selalu kesal,, karena dia sangat tidak suka apabila diikuti ketika jalan sendiri,, jadilah Ana selalu marah pada kakaknya dan apabila Ana sudah ngambek,,, Aldi hanya bisa menuruti keinginan adiknya itu untuk tidak menyuruh anak buahnya lagi mengikuti Ana.
"Ehh Aldi kamu nggak usah nyuruh anak buah kamu itu untuk mencari Ana,, dia baik-baik aja kok,, dia tadi habis nelfon aku katanya dia bertemu dengan ibu-ibu yang habis dia bantu di Mall,, terus ibu-ibu itu ajak Ana ke rumahnya mungkin untuk berterima kasih gitu,, jadi kamu nggak usah menyuruh anak buah kamu yah,, tau sendiri kan adik kamu itu kalau ngambek gimana,," ucap Citra.
"APA!!! kenapa dia ceroboh sekali,, bagaimana kalau ibu-ibu itu jahat,, ini tidak bisa dibiarkan,, aku lebih memilih dia ngambek sama aku,, daripada dia harus kenapa-kenapa,, Ana seharusnya tidak ikut orang sembarangan,, apalagi mereka bertemu di Mall,, gimana kalau orang itu jahat,, sekarang orang jahat itu bermacam-macam modelnya,," ucap Aldi yang khawatir pada Ana.
Tuh kan Aldi begini amat jadi kakak menyesal banget tadi aku bilang sama dia mengenai Ana,, seharusnya tadi aku cari alasan lain saja,, gimana Ana mau dapat pacar coba kalau dia begini,, baru bersama ibu-ibu saja dia sudah begini,, padahal ibu-ibu itu jelas baik kok,, aku kan juga melihatnya waktu itu,, lagian Ana kan nggak bodoh,, batin Citra.
__ADS_1