
"Iya aku, kenapa melihatku seperti hantu saja, aku kan suami kamu, salah kalau datang kesini" ucap Rafa kesal kemudian berjalan masuk ke dalam rumah Rara.
"Emm bukan begitu maksud aku Rafa, aku hanya sedikit terkejut saja, aku pikir kamu nggak akan datang kesini" Ucap Rara sambil mengikuti Rafa yang sedang berjalan menuju sofa.
"Nggak mungkin lah aku nggak datang kesini" Ucap Rafa setelah duduk di sofa dan Rara pun ikut duduk.
Rara pun bingung dengan ucapan Rafa.
Dia ini bikin susah hidupnya, kalau memang dia juga akan datang kesini ngapain juga dia menyuruh aku pindah, buang-buang uang saja untuk membeli rumah atau jangan-jangan ini semua karena Gracia, biar Gracia nggak tahu aku dan dia bisa bebas batin Rara menebak-nebak.
"Emm tapi Rafa bukannya kamu bilang kita nggak perlu dekat lagi seperti dulu dan juga akan cerai" Ucap Rara mengingatkan Rafa.
"Iya memang aku bilang begitu tapi itu kalau di depan teman-teman kita ajah atau di tempat umum, disini kan cuma kita berdua ajah lagian kita cerainya masih lama dan juga kamu masih istri aku sekarang" Ucap Rafa santai.
Rara pun merasa bahwa dirinya hanya di jadikan mainan Rafa saja.
Kenapa sih Rafa kamu harus bersikap seperti ini padaku, aku lagi berusaha untuk melupakan kamu dan kebetulan juga aku sudah di pecat dari restoran itu ku pikir mudah untuk melupakan perasaan aku sama kamu agar jika nanti waktunya kamu menceraikan aku, hatiku bisa ikhlas dan tidak sakit, tapi dengan kamu yang datang begini bagaimana aku bisa ikhlas dan belajar lupain kamu batin Rara.
"Kenapa kamu melamun?" Tanya Rafa sambil mengelus lembut wajah Rara.
Rara pun langsung menepis tangan Rafa karena dia benar-benar deg-degkan dengan perlakuan Rafa itu dan dia juga sedikit terkejut.
"Aku buatkan kamu minum dulu Rafa" Ucap Rara lalu segera berlari menuju dapur.
"Kenapa dia sepertinya nggak mau aku sentuh, apa ini karena Aldi, apa dia sudah melupakan cintanya sama aku" Ucap Rafa.
Sampai di dapur Rara berusaha mengatur detak jantungnya.
Ini nggak boleh seperti ini ingat Rara, Rafa itu mencintai Gracia, ingat kamu akan bercerai dengan dia, tahu dirilah sedikit lupain Rafa batin Rara.
Begitu selesai membuatkan minuman untuk dirinya dan juga Rafa, Rara segera berjalan kembali menuju tempat duduk mereka berdua tadi, Rara meletakan minuman di meja dan Rafa terus memperhatikan kelakuan Rara.
__ADS_1
"Rara sini duduk yang dekat sama aku" perintah Rafa.
"Nggak usah aku disini ajah Rafa" tolak Rara.
"Aku masih suami kamu Rara, jadi kamu harus menurut sama perintah aku" ucap Rafa kesal.
Rara akhirnya menuruti perintah Rafa. Dan Rafa langsung mengambil handuk yang Rara pakai tadi kemudian dia melanjutkan mengeringkan rambut Rara.
"Apa yang kamu lakukan hari ini? semenjak aku pergi dari kampus tadi, ceritakan padaku" ucap Rafa sambil mengeringkan rambut Rara.
"Aku pergi ke restoran tapi hari ini aku di pecat tanpa alasan terus aku di kasih uang pesangon yang sangat banyak, aku mau kembalikan tapi manajernya nggak mau, aneh banget" Curhat Rara.
Sungguh bukan itu yang Rafa ingin dengar karena di balik semua itu ada dirinya jadi dia sudah mengetahui semua itu.
Aku sudah tahu tentang itu Rara, karena aku yang memecat kamu, aku nggak mungkin mempertemukan kamu dengan Gracia, Gracia tahu aku masih sendiri jadi untuk menjaga-jaga semua kemungkinan yang mungkin terjadi aku harus memecat kamu batin Rafa.
"Hal yang lain Rara, setelah kamu dari restoran?" Tanya Rafa lagi.
"Rafa kamu kenapa nggak masuk kerja? apa kamu nggak takut di pecat seperti aku, kalau kamu di pecat juga kayak aku Rafa, gimana? sekarang susah loh cari kerja" Ucap Rara yang mengingat Rafa juga tidak masuk kerja hari ini karena dia berada di rumahnya.
"Sudahlah Rara nggak usah mikirin itu, lagian aku nggak bakalan di pecat kalau aku nggak masuk kerja berarti aku sudah izin, kemana lagi kamu setelah dari restoran?" Tanya Rafa kesal lalu memberikan Rara handuknya karena rambut Rara sudah agak kering.
Dia bahkan tega banget marah-marah sama aku di saat aku di pecat begini bukannya menghiburku sedikit saja batin Rara.
"Rara aku bertanya loh" Ucap Rafa lagi semakin kesal.
Kenapa sih jawab ajah susah, apa dia mau menyembunyikan keromantisannya dengan Aldi kepadaku batin Rafa.
"Aku ke taman merenungi nasib" Jawab Rara.
"Di taman dengan siapa?" Tanya Rafa datar.
__ADS_1
"Sendiri" Jawab Rara.
"Ehh tapi awalnya aku sendiri terus setelah itu Aldi datang dan ikut duduk bersamaku" Ucap Rara yang baru mengingat Aldi.
"Heem duduk saja?" Tanya Rafa.
"Iya duduk sambil bersandar di bahunya sebentar" Ucap Rara jujur.
"Kamu bersandar di bahu laki-laki lain padahal kamu sudah mempunyai suami, katanya kamu mencintai aku mana cinta yang kamu maksud itu kalau baru tinggal berpisah saja kamu sudah begitu dengan laki-laki lain" bentak Rafa yang sudah sangat kesal karena Rara menjawab dengan santainya.
"Kamu tidak akan mengerti cinta yang aku maksud Rafa karena kamu tidak berada di posisiku, Aldi hanya menghibur aku tadi sewaktu aku menangis karena aku baru di pecat itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan cinta aku ke kamu, cinta aku ke kamu itu tidak akan mudah berubah hanya karena aku bersandar di bahu Aldi tadi padahal kamu tahu aku ingin sekali menghilangkan cinta aku terhadap kamu Rafa" bentak Rara juga yang sudah sangat hati.
"Dan kamu bahas tentang sudah mempunyai suami, bagaimana dengan kamu Rafa yang sudah mempunyai istri tapi masih mencintai mantan mu bahkan jalan bersama mantan mu, berpacaran dengan mantan mu, kamu pikir hati aku nggak sakit haa, hati aku sakit Rafa karena cinta bodoh ku ini sama kamu, cinta bertepuk sebelah tanganku ini tapi tenang saja aku nggak akan mengganggu kebahagiaan kamu, jadi kamu nggak perlu mengurus aku yang bersandar di bahu Aldi" Ucap Rara lagi sambil berusaha menahan tangisannya.
"Selama kamu jadi istriku, kamu tidak boleh bersandar seperti tadi yang terlihat seperti orang yang lagi pacaran terhadap laki-laki lain Rara" Ucap Rafa dengan tegas.
"Apa kamu melihat kita?" Tanya Rara.
Rafa pun baru menyadari bahwa ucapannya sama saja memberitahu Rara bahwa dia melihat Rara yang bersandar di bahu Aldi di taman tadi.
"Memang kenapa kalau Rara bersandar sama gue" Ucap Aldi yang entah sejak kapan mendengar percakapan mereka, karena pintu rumah Rara tidak di kunci jadilah Aldi bisa masuk.
#################
**Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...
-Takdirku bersamamu
-Cinta presdir tampan
klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil
__ADS_1
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊**