Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Cuma heran aja,,


__ADS_3

Fandi juga seketika ekspresi wajahnya berubah begitu melihat Citra..


Ngapain dia kesini,, bukannya pergi jemput pacarnya malahan dia kesini,, bikin kesal saja,, masih pagi juga udah bikin aku kesal saja,, kenapa sih Fandi kamu mesti pacaran,, aku lebih memilih kamu membenci aku tapi nggak pacaran sama siapa-siapa,, daripada harus begini kamu pacaran,,, batin Citra sambil melihat Fandi.


"Ya ampun adikku udah cantik aja pagi-pagi begini,," ucap Aldi sambil melihat Ana.


Aldi sengaja mengucapkan seperti itu,, agar tak ada tatap-tatapan dingin lagi antara Citra dan Fandi.


Aku heran banget pada Citra dan Fandi nggak bisa akur banget,, padahal mereka sudah memiliki kekasih masing-masing,, yah seharusnya mereka udah bisa akrab dong,, batin Aldi yang sangat bingung dengan kedua manusia itu.


Ana tersenyum begitu mendengar ucapan Aldi.


Kak Aldi nggak boleh lihat aku bersedih,, kasihan kak Aldi kalau tau aku sedang sedih sekarang sementara dia lagi bahagia sekarang,, batin Ana sambil melihat Aldi.


"Apalagi kalau sambil tersenyum jadi makin cantik,, iyakan Fandi?" ucap Aldi sambil melihat Fandi.

__ADS_1


Fandi pun langsung menoleh ke arah Aldi.


Dengan segera Fandi menganggukkan kepalanya.


"Iya dong,, Ana sangat cantik,, itulah sebabnya aku heran kok dia bisa bersaudara dengan kamu yang jelek ini," ucap Fandi sambil melihat Aldi lalu tertawa.


"Kamu ini nggak mau akui banget sih, kalau aku tuh ganteng,," ucap Aldi.


"Percuma ganteng tapi jomblo," ledek Ana karena dia juga ingin melihat Aldi memiliki kekasih. Ana kasihan pada Aldi yang selalu sibuk mengurus dia dan juga perusahaan. Ana pikir itulah yang menyebabkan Aldi masih jomblo hingga saat ini.


"Hmm jomblo karena keinginan hati kan nggak apa-apa,," ucap Aldi lagi.


"Hmm kata siapa,, wanita antri loh yang mau jadi pacarku,, cuma karena aku nggak mau aja jadi aku tetap jomblo sampai saat ini,, aku belum menemukan wanita yang cocok untuk ku jadikan istri jadi gitu deh,, pokoknya kalau aku sudah bertemu dengan wanita itu aku pasti akan secepatnya menikahi dia,,, karena pacaran lama-lama itu tak bagus,," ucap Aldi lagi.


"Hmm iya deh,, aku lagi menunggu siapakah wanita beruntung itu yang bisa mendapatkan hati kakak aku ini,, tentunya dia akan sangat beruntung bisa mendapatkan hati kakak aku yang belum pernah pacaran ini," ucap Ana lagi sambil tersenyum melihat Aldi.

__ADS_1


"Iya dong dia pasti menjadi wanita yang sangat beruntung,," ucap Aldi juga.


"Tapi ngomong-ngomong ini udah jam berapa? ayo kita keluar mungkin Reno udah ada di depan,,, kita kan masih mau ke rumah Rafa lagi,," ucap Aldi lagi.


"Nih orang ngapain kesini?" ucap Citra sambil melihat Aldi..


Aldi sudah mengerti maksud dari pertanyaan Citra.


"Kamu ngapain kepo?" ucap Fandi sambil melihat Citra.


"Aku nggak kepo,, cuma heran aja kamu ngapain pagi-pagi kesini,, seharusnya kamu menjemput pacar kamu,, jangan kesini," ucap Citra sambil melihat Aldi.


"Kamu ngapain ngatur?" ucap Fandi lagi sambil melihat Citra.


"Udah,, nggak usah berisik yah kalian,, masih pagi ini jangan bertengkar dulu,, nanti siang yah kalian bertengkar nya," ucap Aldi asal.

__ADS_1


"Aku cuma heran aja,, kesini pagi-pagi,, sementara ada pacar yang perlu dia jemput," ucap Citra kesal karena harus menyebut pacar Fandi.


"Kamu cemburu?" ucap Fandi sambil melihat Citra.


__ADS_2