Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Semakin sakit hati,,,


__ADS_3

Reno terus melihat jam tangannya sambil menunggu Ana.


Dia jadi datang nggak yah? atau jangan-jangan nggak jadi lagi,, tapi dia udah bilang kok kalau mau datang,, mungkin nggak lama lagi dia akan datang,, cewek kan butuh waktu lama kalau janjian seperti ini,, batin Reno yang masih menunggu Ana.


"Iya deh Citra,, asal kamu senang aja," ucap Ana.


"Ishh apaan sih,, terpaksa banget dedek cantik ini yang sebentar lagi akan kehilangan status jomblonya," ucap Citra lalu tertawa.


"Jangan ledekin Ana terus Cit,, kasian tuh Ana,, nanti dia semakin deg-degan," ucap Rara.


"Oh iya jam berapa janjiannya?" ucap Rara.


Ana pun segera melihat jam tangannya.


"Ya ampun,, aduh pasti kak Reno udah nunggu nih,, aku nggak enak nih buat dia menunggu,, Citra sih kelamaan,, gangguin aku melulu,, jadi lupa liat jam deh,," ucap Ana yang panik begitu melihat jam tangannya.


"Lah kok aku sih yang salah,, udah nggak usah panik,, cowok tuh pasti akan menunggu wanita yang dicintainya meskipun lama seperti sekarang ini," ucap Citra lagi sambil menaik-turunkan kedua alisnya melihat Ana.


"Hmm iya deh yang paling tau tentang cowok," ucap Ana lagi.

__ADS_1


"Iya loh Ana,, percaya padaku,, gini-gini aku punya mantan tau, jadi tau banget tuh cowok gimana kalau mencintai," ucap Citra.


"Iya Ana, percaya aja pada Citra,, karena benar kok yang dia katakan,," ucap Tasya juga.


"Tuh kan,, sekarang tenangkan dirimu,, terus ayo kita otw,, Rara nggak usah ikut karena habis sakit," ucap Citra lagi.


"Iya nih,, aku dilarang suami,, kalian hati-hati yah, ingat Cit,, antar aja jangan gangguin mereka," ucap Rara sambil nyengir melihat Citra.


"Oh itu tenang aja,, aku nggak akan ganggu sedikit pun," ucap Citra lagi.


"Ya udah ayo,, Delia mau ikut?" tanya Tasya.


Dan akhirnya mereka pun pergi mengantar Ana. Dan akan menunggu Ana di tempat lain,, karena mereka sangat penasaran akan kelanjutan hubungan Reno dan Ana.


Sementara Rafa, Chris,, Andre,, Fandi dan juga Aldi sudah tau juga mengenai Reno yang mengajak Ana makan malam spesial, dan mereka sangat mendukung Reno.


############


Semakin dekat dengan tempat janjian,, Ana semakin deg-degan. Berulang kali Ana menarik nafas lalu membuangnya.

__ADS_1


Citra hanya menahan tawanya melihat Ana yang seperti itu.


"Bawa santai aja Ana,, jangan terlalu deg-degan," ucap Citra lagi.


"Iya ini diusahakan," ucap Ana sambil melihat kesal pada Citra yang selalu memperhatikannya.


Tasya dan Delia hanya tersenyum melihat Citra dan Ana yang selalu ribut.


"Akhirnya sampai juga," ucap Citra sambil tersenyum.


"Hah, udah sampai? cepat banget sih,, duhh kok bisa cepat gini sampainya," ucap Ana.


"Apaan cepat,, ini udah lama tau Ana,,, ayo turun dan masuk ke dalam,, calon pujaan hati udah menunggu tuh di dalam," ucap Citra lagi sambil nyengir melihat Ana.


"Apaan sih Citra,, sempat-sempatnya gangguin aku,, udah ahh aku mau masuk ke dalam dulu,, capek digangguin Citra,," ucap Ana lalu dengan segera keluar dari dalam mobil.


Reno yang hendak menelepon Ana tiba-tiba langsung pangling begitu melihat Ana yang akhirnya datang. Ana terlihat sangat cantik dimata Reno. Reno sampai tidak menyangka jika Ana secantik itu.


Sementara ditempat lain,, Fania semakin sakit hati begitu tau Reno yang makan malam romantis dengan Ana. Fania selalu mendapatkan informasi mengenai Reno karena dia memang menyuruh orang khusus untuk memata-matai Reno.

__ADS_1


__ADS_2