Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Benar juga,,,


__ADS_3

Akhirnya ada kesempatan juga buat menjalankan rencana ku,, langsung lenyapkan dia saja,, masalah Chris nanti lah aku urus,, yang terpenting wanita itu tidak ada lagi di dunia ini,, biar Rafa bisa menjadi milik aku,, batin Gracia yang sudah menyamar sambil berjalan menuju ke kamar Rara.


Gracia langsung menghentikan langkahnya begitu melihat Citra,, Ana, Delia,, dan Tasya yang sedang berjalan menuju ke kamar Rara.


Sialan,, ada saja yang mengganggu,, lumayan beruntung juga kamu wanita tidak tau diri,, batin Gracia yang terpaksa membatalkan niatnya.


Hingga Gracia tidak sengaja melihat Zahra yang berada disekitaran situ juga dengan penyamarannya. Gracia sangat menandai Zahra meskipun Zahra menyamar sekali pun karena hubungan mereka yang sudah sangat dekat.


Ngapain Zahra kesini? jangan bilang dia juga sedang memantau Rara? astaga ngapain sih dia kan teledor orangnya,, batin Gracia yang mengkhawatirkan Zahra jika sampai ketahuan.


"Hmm aku harus menunggu waktu yang tepat lagi untuk mencelakai Rara,, Zahra aku apa in nih bagusnya? aku nggak mau kalau dia sampai ketahuan,, bisa-bisa dia dalam bahaya dan juga pasti Rafa langsung mengetatkan kembali penjagaannya,, nggak boleh itu sampai terjadi,, karena pasti akan susah untuk mendapatkan kesempatan yang aku inginkan kalau sampai Rafa menyadari bahaya disekeliling istrinya itu," ucap Gracia sambil melihat Zahra dan memikirkan cara agar Zahra tidak ikut-ikut.

__ADS_1


Gracia pun memutuskan untuk menculik Zahra dan buat Zahra tidak sadarkan diri untuk sementara waktu.


Sementara di dalam kamar Rara...


Rara tersenyum melihat Delia dan Citra yang akur tanpa ada perang dingin yang biasa Rara lihat antara Fandi dan Citra.


"Ra,, ayo kita pergi berjemur di pantai,, pakai pakaian ini,, kan sayang banget jika kita sudah datang jauh-jauh,, ehhh malahan kita hanya rebahan di dalam kamar hotel saja,, nggak asik banget Ra,, iyakan guys?" ucap Citra sambil melihat yang lainnya.


Hah,, apa Citra sadar dengan apa yang dia berikan padaku,, ini seperti pakaian dinas malam ku jika bersama dengan suamiku,, batin Rara yang tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan Citra karena menyarankan dirinya memakai pakaian yang sangat kurang bahan di tempat umum.


"Cit,, kamu mau mendapatkan amukan dari kak Rafa,, menyuruh istrinya yang sangat dia jaga memakai baju seperti itu?" ucap Ana sambil melihat Citra.

__ADS_1


Citra pun langsung nyengir begitu mendengar ucapan Ana.


"Aku emang sengaja,,, aku mau lihat Rafa panik dan marah,," ucap Citra lalu tertawa.


"Haduhh jangan aneh-aneh deh Cit,, aku nggak akan mau pakai baju seperti itu terus jalan di tempat umum,, risih aku Cit,," ucap Rara lagi.


"Iya Ra,, aku cuma bercanda saja kok,, tapi coba deh pakai ini di depan Rafa,, terus izin mau berjemur di pinggir pantai,, pasti ekspresi dia lucu deh," ucap Citra lagi sambil membayangkan Rafa yang melarang Rara menggunakan baju kurang bahan itu.


"Jangan kak Rara,, nanti yang ada kamu nggak bisa keluar kamar dan sakit pinggang,, pakaian itu kan sangat sexy,, tau sendiri kan pasti kak Rafa suka tuh kalau istrinya berpakaian sexy begitu,, aku hanya nggak mau kak Rara tidak menikmati liburan dan malah di dalam kamar terus," ucap Ana.


"Ehh iya benar juga," ucap Citra.

__ADS_1


"Delia pakai ini saja di depan Fandi," ucap Citra yang memang sudah mulai akrab pada Delia semenjak mereka di dalam kamar yang sama.


__ADS_2