Seorang Pelayan

Seorang Pelayan
Jangan macam-macam kamu Rafa


__ADS_3

Seketika mata Rara menjadi terang.


Haa,, ya ampun Citra sampai segitunya mau aku memakai baju sexy seperti itu,, duhh malas banget sebenarnya cukup waktu malam pertama aja aku memakai baju sexy seperti itu kalau aku pakai lagi sekarang pasti Rafa nanti berpikir aku sengaja merayunya kan aku malu kalau sampai Rafa berpikiran seperti itu,, tapi Citra juga sudah memberikannya untuk aku jadi nggak enak juga kalau aku nggak pakai,, batin Rara.


Aldi,, Ana,, Fandi dan Rafa hanya bingung saja melihat Citra dan Rara main bisik-bisikan karena tumben saja mereka seperti itu,, apalagi Citra yang memulainya.


"Hee apa yang kamu bisikan pada Rara,, kenapa ekspresi wajah Rara jadi seperti itu? jangan bisikin sembarangan kamu sama Rara atau jangan-jangan kamu lagi mengancam Rara yah atau bisa juga kamu lagi menghina Rara,," sewot Fandi sambil melihat Citra dengan tatapan kesal.


Fandi ini sangat perhatian pada Rara,, padahal aku nggak bisikin apa-apa kok, apa benar dugaan aku kalau dia ini menyukai Rara,, dan apa aku terlihat sangat jahat di matanya padahal semua orang kan bisa berubah,, lagian aku hanya wanita yang tidak bisa mendapatkan orang yang aku cintai waktu itu makanya aku sempat jahat,, batin Citra.


"Aku nggak bisikin apa-apa kok,, kenapa kamu selalu saja berpikiran negatif sama aku,, bikin kesal saja,," ucap Citra.


"Karena kamu pantas mendapatkan itu,," ucap Fandi.


"Ra dia ngomong apa sama kamu,, kalau dia ngomong yang tidak baik katakan saja padaku,, biar aku yang mengurusnya,," ucap Fandi.


"Emm nggak kok Fandi,, dia bisikin bukan hal yang tidak bagus,, kamu tenang aja yah,, Citra baik kok orangnya nggak usah mikir yang buruk-buruk terus,,," ucap Rara.


"Lalu dia ngomongin apaan? kenapa ekspresi wajah kamu langsung berubah gitu,, jujur aja Ra,," ucap Fandi lagi.


"Bukan apa-apa kok tapi aku nggak bisa bilang,, dan yang pastinya bukan yang macam-macam,," ucap Rara lagi.


"Beneran sayang?" tanya Rafa juga.


Ya ampun emang aku segitunya yah,, sampai-sampai nggak di percaya banget,, nyesal aku pernah jahat waktu itu dan sempat berniat jahat juga pada Rara,, akhirnya gini amat di curigai melulu padahal aku udah nggak mau jahat lagi,, aku udah ikhlasin Rafa bersama Rara karena mereka memang cocok dan udah jodoh,, batin Citra.


"Iya beneran sayang,, ayo kita pulang,," ucap Rara lagi.


Citra lagi-lagi berbisik pada Rara.


"Ra jangan lupa yah,, video call bentar,," bisik Citra lagi sambil menahan tawanya karena melihat banyak sekali yang penasaran sama apa yang mereka bisik-bisikan.

__ADS_1


"Iya nggak lupa kok,, bentar deh video call dan makasih yah pemberiannya,," bisik Rara pada akhirnya,, dia akan memakainya untuk menghargai pemberian Citra walaupun pakaian itu sangat sexy tapi dia nggak mungkin untuk tidak memakainya karena dia orang yang tidak enakan.


"Oke,," bisik Citra lagi.


Ana penasaran sama apa yang Citra bisikan pada Rara.


"Udah sayang bisik-bisikannya?" tanya Rafa pada Rara sambil mengusap rambut Rara.


"Udah," jawab Rara sambil nyengir.


"Oke,, kita balik dulu yah kalau gitu,," ucap Rafa.


"Iya hati-hati,," ucap Aldi.


Mereka segera berjalan ke luar rumah menuju mobil lalu Fandi segera menyetir mobilnya menuju rumah Rafa.


"Sayang apa sih yang kalian bisik-bisikan tadi dengan Citra? aku sangat penasaran," ucap Rafa yang tengah duduk berdua dengan Rara di kursi belakang.


"Iya Ra,, kalian bisik-bisikan apa?" tanya Fandi juga sambil fokus menyetir mobil,, dia tidak mau melihat melalui kaca karena sudah pasti Rafa lagi mesra-mesraan dengan Rara di kursi belakang.


Rafa mengernyitkan dahinya melihat Rara yang hanya diam.


"Sayang itu apa yang kamu pegang?" tanya Rafa yang baru menyadari kalau Rara membawa sebuah belanjaan.


"Em ini bukan apa-apa kok sayang hanya kebutuhan wanita saja yang sempat aku beli tadi,, kamu nggak usah melihatnya, aku lagi pengen di peluk-peluk sama kamu,," ucap Rara pelan dan itu berhasil membuat Rafa berhenti kepo dengan barang yang di bawa Rara.


Rafa tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan istrinya yang sangat jarang itu.


Rara malu kalau Rafa akan melihatnya sekarang karena ada Fandi di dalam mobil,, makanya dia pakai jurus manja biar Rafa tidak mau lagi melihat barang itu,, biarlah di rumah saja dia melihatnya karena Rara juga akan memakainya setelah Fandi pulang ke rumahnya.


Dengan senang hati Rafa membawa Rara ke dalam dekapannya sambil mencium-cium rambut Rara.

__ADS_1


"Ra,, apa yang di bisikan Citra sama kamu?" tanya Fandi lagi yang masih penasaran.


Ihh Fandi kok dia tanyakan lagi,, aku pikir dia udah lupa,, batin Rara.


"Iya sayang kalian bisikan apa?" tanya Rafa juga.


"Bukan apa-apa kok itu hanya tentang wanita saja,, kalian nggak usah khawatir yah,, nggak ada yang macam-macam kok tadi,, Citra juga baik kok,,, kita udah dekat sekarang nggak seperti dulu,," ucap Rara.


"Kamu yakin Ra? jangan sampai nanti dia itu akan macam-macam sama kamu,, kamu jangan terlalu polos Ra,, aku itu takut aja kalau Citra itu punya rencana jahat sama kamu,," ucap Fandi.


"Aku yakin banget kok Fan,, dia udah baik nggak seperti itu,, dia juga selalu mengajak bicara aku duluan,, jadi tidak usah terlalu berpikiran negatif sama dia yah,, aku kasihan sama dia yang selalu di anggap negatif padahal dia udah baik kok sekarang," ucap Rara.


"Dan pokoknya makasih banget Fan,, kamu selalu mengkhawatirkan aku,, selalu memperhatikan orang-orang di sekitar aku,,," ucap Rara.


"Sayang aku juga loh,, kamu nggak bilang makasih gitu sama aku?" tanya Rafa.


"Makasih sayang,," ucap Rara juga pada Rafa.


"Aku maunya kamu berterima kasih dengan mencium aku,," ucap Rafa sambil menunjuk bibirnya.


"Astaga Rafa kamu tahan dulu bisa kan,, nanti di kamarmu baru begitu,, ada aku disini ya ampun,, aku jomblo tolong mengertilah kalau aku belum bisa melihat adegan seperti itu,," ucap Fandi cepat.


"Yah kamu jangan lihat dong Fandi,, susah banget sih,, bisa kan kamu nggak lihat selagi Rara mencium aku,, lagian aku tuh kangen sama ciuman dia tahu," ucap Rafa tanpa malu sedikit pun.


"Sayang benar yang dikatakan Fandi,, udah nggak usah minta yang aneh-aneh,, kasihan Fandi,," ucap Rara.


"Tuh emang Rara aja yang mengerti dengan aku,, kamu tidak,," ucap Fandi lagi.


Rafa langsung mencium saja bibir Rara membuat Rara benar-benar terkejut.


Fandi tidak melihat itu karena dia lagi fokus melihat ke depan.

__ADS_1


"Sayang ihh di rumah kan bisa,," bisik Rara begitu Rafa sudah selesai menciumnya.


"Kalian ngapain di belakang kok langsung sunyi,, jangan macam-macam kamu Rafa,," ucap Fandi.


__ADS_2