
Delia tampak bingung begitu mendengar ajakan Aldi.
"Delia kok diam?" tanya Aldi sambil melihat Delia..
"Emm emang nggak apa-apa kak? aku nggak mau merepotkan kak Aldi," ucap Delia.
Aldi pun tersenyum begitu mendengar ucapan Delia.
"Yah nggak apa-apa lah,, kan aku yang menawarkan tadi,, berarti nggak apa-apa,, aku nggak merasa direpotkan sama sekali," ucap Aldi lagi sambil tersenyum pada Delia.
"Lagian kamu jangan pulang terlalu malam,, nggak baik cewek keluar rumah dan pulang terlalu malam,," ucap Aldi lagi.
"Baiklah kak,, ayo kita pergi mencari buku," ucap Delia yang tampak sangat bersemangat.
"Ayo,," ucap Aldi juga.
__ADS_1
"Kak Aldi jangan lupa yah ngabarin kak Fandi,, aku nggak mau dia kerepotan mencari kita," ucap Delia lagi.
"Iya tenang aja aku pasti mengabari dia,, sekarang nih aku kabari deh biar kamu tenang,," ucap Aldi lalu segera mengirimkan pesan kepada Fandi yang masih telfonan.
"Udah aku chat," ucap Aldi sambil memperlihatkan isi pesannya pada Fandi.
"Oke, ayo kita pergi kak," ucap Delia lagi yang merasa tenang jika Fandi sudah diberitahu karena Delia tak mau membuat Fandi kebingungan nanti mencari mereka. Delia sebenarnya ingin mengirimkan pesan langsung pada Fandi hanya saja Delia tak enak dan merasa lain-lain karena Delia hanyalah pacar bohongan Fandi.
"Kamu kenapa nggak chat dia langsung tadi? kan kamu pacar Fandi," ucap Aldi sambil berjalan di samping Delia.
Delia tampak langsung berpikir alasan yang bisa masuk di akal Aldi,, karena memang benar kata Aldi.
"Wah kamu sangat perhatian sekali,, tapi aku yakin sih Fandi nggak mungkin merasa terganggu jika pacarnya yang melakukan itu," ucap Aldi lagi.
Dan sayangnya aku itu bukan pacar kak Fandi,, makanya aku sangat takut mengganggu kak Fandi,, meskipun kemungkinan besar kak Fandi nggak akan marah akan hal itu tapi tetap aja aku merasa nggak enak banget,, batin Delia sambil melihat Aldi.
__ADS_1
"Hei Delia,, kamu kenapa lihatin aku sampai seperti itu? hati-hati loh nanti kamu suka padaku," ucap Aldi lalu sedikit tertawa.
"Emm maaf kak maaf," ucap Delia cepat karena merasa tidak enak pada Aldi.
"Kamu ini sejak tadi minta maaf terus,, aku itu hanya bercanda saja kok,, jangan dimasukkan ke dalam hati yah," ucap Aldi lagi.
Delia pun langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum canggung.
Dan akhirnya mereka pun sampai ke toko buku. Aldi masih dengan setia menemani Delia mencari buku yang ingin dibeli Delia.
Aldi tampak menahan tawanya begitu melihat Delia ingin mengambil buku yang letaknya lebih tinggi dari Delia.
"Kak Aldi tega banget sih ngetawain aku,," rengek Delia yang menyadari bahwa sejak tadi Aldi sedang tertawa diam-diam meskipun Aldi tampak mencoba menahan tawanya.
"Nggak kok,, aku nggak tertawa," ucap Aldi.
__ADS_1
"Bohong banget,, itu kak Aldi tertawa tuh,, masih bilang nggak tertawa,, kak Aldi jangan tahan-tahan,, tertawa aja kalau mau tertawa asal kak Aldi bahagia mahh," ucap Delia.
Tanpa mereka sadari tidak jauh dari tempat mereka sedang berdiri ada seseorang yang sedang melihat mereka. Yah orang itu adalah Fandi.