
"Nggak bakalan kualat aku," ucap Rafa sambil menahan tawanya.
"Ishh udah Ra,, ayo kita keluar berada di dalam ruangan ini aku di gangguin terus," ucap Citra.
"Ingat,, jangan kemana-mana," ucap Rafa lagi.
"Iya tau kok kita," ucap Citra.
Citra dengan segera membawa Rara keluar dari dalam ruangan Rafa.
"Cit,, santai dong kamu jalannya,, kenapa sih kamu?" ucap Rara sambil mengikuti Citra yang sedang menggandeng tangannya.
"Ehh sorry Ra,, abis suami kamu itu benar-benar ngeselin,, tega banget gangguin aku melulu," ucap Citra.
"Dia hanya bercanda kok," ucap Rara sambil tersenyum.
"Iya tau kok aku," ucap Citra lagi.
Citra langsung menghentikan langkahnya begitu berada di depan ruangan Fandi.
Rara mengernyitkan dahinya begitu melihat Citra yang tiba-tiba menghentikan langkahnya begitu di depan ruangan Fandi.
"Ada apa Cit?" tanya Rara.
__ADS_1
"Kita masuk ke dalam ruangan Fandi yuk," ajak Citra.
"Kamu yakin Cit?" tanya Rara karena sudah tau apa yang akan terjadi kalau Citra masuk ke dalam ruangan Fandi.
"Iya,, bentar aja kok,, abis itu kita keluar dan pergi ke tempat lain," ucap Citra.
"Oke deh," ucap Rara lalu segera mengetuk pintu ruangan Fandi.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," ucap Fandi dari dalam ruangan begitu mendengar pintu ruangannya di ketuk.
Semenjak aku suka sama dia,, dengar suaranya saja kok aku bahagia banget yah,, batin Citra.
Rara pun segera masuk ke dalam ruangan Fandi bersama Citra.
"Ngapain Ra kamu bawa dia kesini?" ucap Fandi sambil melihat kesal pada Citra.
Rara pun juga bingung harus menjawab apa pada Fandi.
Citra lagi-lagi tersenyum pada Fandi.
"Aku cuma mau lihat wajah kamu saja kok,, abis itu aku mau keluar lagi,, bye abang Fandi," ucap Citra lalu kembali membawa Rara keluar dari dalam ruangan Fandi.
__ADS_1
Fandi benar-benar melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Citra.
Ishhh kenapa sih tuh wanita,, dia kesambet setan apaan sih,, ya ampun aku benar-benar nggak tenang sekarang,, dia harus segera disadarkan,, bisa-bisa gawat kalau dia seperti itu terus,, aku nggak tenang nanti,, batin Fandi sambil bergidik ngeri.
Rara benar-benar ikut terheran-heran begitu melihat kelakuan Citra.
"Cit,, kamu lagi ada masalah apa,, ayo cerita sama aku Cit," ucap Rara sambil mengikuti langkah kaki Citra yang sedang menggandeng tangannya.
"Iya Ra,, aku memang ada masalah hidup nih,, aku mau curhat sama kamu,, kita cari tempat yang strategis dulu yah," ucap Citra sambil masuk ke dalam lift bersama Rara.
"Oke deh," ucap Rara.
###########
"Ra, kalau aku cerita sama kamu, janji yah kamu nggak akan memberitahukan ke siapa pun,, cukup kita berdua aja dulu yang tau,, nantilah orang lain juga tau, terutama Rafa nggak boleh tau,," ucap Citra terlebih dahulu.
Rara dengan segera menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan Citra.
"Kamu mau beritahukan aku apa?" tanya Rara.
"Jangan bilang-bilang yah," ucap Citra lagi.
"Iya aku nggak bakalan bilang-bilang,, percaya sama aku," ucap Rara.
__ADS_1
"Oke aku percaya sama kamu,," ucap Citra.
"Aku mau jujur nih sebenarnya aku tuh suka sama Fandi,,, semenjak kita habis diculik,, aku jadi sadar kalau aku suka sama Fandi,, tapi aku tau Fandi nggak suka sama aku,, jadi aku mau minta bantuan sama kamu,," ucap Citra.