
Fandi langsung mengangkat panggilan telfon dari orang itu.
"Sudah kamu dapatkan informasinya?" Tanya Fandi langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari orang itu.
"Sudah tuan, Gracia meninggalkan Indonesia karena dia sedang sakit dan dia berobat di luar Negeri" Ucap orang itu.
Fandi pun sedikit terkejut mendengar ucapan orang itu. Lalu Fandi tidak menanyakan apa-apa lagi dan dia langsung mematikan panggilan telfonnya.
Yah orang suruhan Fandi itu hanya mencari informasi saja tidak menyelidikinya secara detail sehingga dia tidak menemukan kebohongan itu karena Gracia sudah menyiapkan itu semua, dia tahu kalau dia harus berhati-hati makanya Gracia sudah menyiapkan semuanya. Gracia juga wanita licik dan Fandi belum menyadari kelicikan Gracia yang dia sembunyikan di balik wajah malaikatnya itu.
"Jadi Gracia sakit tapi kenapa aku merasa seperti ada yang aneh dengan itu semua, lebih baik aku melihat dulu keadaannya baru memikirkan kedepannya seperti apa, kalau dia tidak mengganggu Rafa lagi nggak apa-apa tapi kalau dia mengganggu Rafa aku harus bertindak, Rafa itu sudah menikah" Ucap Fandi.
#####
Malam harinya Zahra dan Gracia makan malam bersama begitupun dengan Rafa namun Rafa hanya makan sendiri karena Rara masih bekerja.
Oh iya kok gue bisa lupa sama Rara yah, bentar deh gue telfon sekarang pasti dia masih kerja batin Rafa.
Sementara Rara masih menunggu telfon dari Rafa namun Rafa tak kunjung menelepon dirinya juga.
"Cowok loe benar-benar kaya yah?" Tanya Zahra kepada Gracia di sela-sela makan malam mereka berdua.
"Iya kaya banget, loe tahu sendiri keluarga Alexander itu kaya raya banget Zahra" Jawab Gracia dengan bangganya.
"Siapa sih nama cowok loe?" Tanya Zahra.
"Andra nama cowok gue" Jawab Gracia.
"Kok loe bisa kenal dan pacaran sih sama keluarga Alexander?" Tanya Zahra penasaran.
"Gue kenal dia itu nggak sengaja juga sih waktu itu dia tolong gue dari mantan pacar gue yang kasar banget yang pernah gue cerita sama loe, dari situ gue mulai dekat dengan dia walaupun kita beda sekolah dia selalu saja mengantar gue pulang sekolah dan lama kelamaan dia nembak gue. Gue terima dia karena gue tahu dia orang kaya tapi waktu itu gue benar-benar nggak tahu kalau dia itu keluarga Alexander dan bodohnya gue ninggalin dia waktu itu, tapi sekarang gue udah tahu dan memutuskan untuk mengejar dia kembali lagian mantan gue itu udah pergi dengan cewek lain dan untungnya dia masih mau menerima gue tanpa curiga sedikit pun" Ucap Gracia.
__ADS_1
"Enak banget loe yah dia nggak curiga sedikit pun sama loe dan mau menerima loe kembali dan terutama kaya lagi" Ucap Zahra.
"Iya dong lagian dia itu cinta banget sama gue dan terutama gue itu harus mempunyai sifat yang baik seperti malaikat tahu jadi gue nggak perlihatkan sifat asli gue" Ucap Gracia lagi.
"Memang loe bisa seperti itu bersifat baik?" Tanya Zahra lalu tertawa.
"Bisa dong dengan latihan banyak kali dan dia percaya banget tahu nggak" Ucap Gracia lalu tertawa juga.
"Gue itu selalu seperti wanita yang lemah lembut di depan dia dan juga di depan temannya" Ucap Gracia lagi setelah menghentikan tawanya.
"Haa dia punya teman, kenalin ke gue dong siapa tahu gue bisa dapatin teman dia pasti teman dia kaya kan" Ucap Zahra.
"Iya sih teman dia itu kaya juga tapi loe bakalan susah dapatin dia karena gue belum lihat dia dekat dengan cewek, gue sampai takut tahu nggak dia itu bakalan suka sama pacar gue tapi sepertinya tidak sih dia itu laki-laki normal yang belum menemukan wanita yang dia suka" Ucap Gracia lalu tertawa lagi.
"Sekarang dia masih seperti itu nggak?" Tanya Zahra.
"Gue nggak tahu juga karena gue belum ketemu dengan dia selama balik ke Indonesia" Jawab Gracia.
"Yah penasaran gue, ketemuin gue dong nanti" Ucap Zahra.
Gue nggak boleh dulu mempertemukan mereka, nanti Zahra bakalan ngelunjak kalau tahu siapa itu Rafa dan dia juga nggak boleh dekat dengan Fandi, entah kenapa Fandi itu sepertinya orangnya sangat susah di tebak dan juga dia berbeda dengan Rafa batin Gracia.
"Lebih baik loe fokus deh sama satu cowok ajah dulu jangan terlalu banyak, heran gue sama loe" Ucap Gracia.
"Iya gue udah mau fokus sama satu cowok nih" Ucap Zahra.
"Heem tapi tadi loe tanyain cowok lain lagi dan ingat loe harus fokus sama cowok yang benar-benar kaya jangan yang miskin kayak pelayan yang di bilangin sama teman loe itu bikin malu keluarga" Ucap Gracia lalu tertawa.
"Heem kata siapa dia miskin" Ucap Zahra sambil memakan makanannya.
"Kata teman loe tadi dia pelayan sudah pasti dia miskin dong" Ucap Gracia dengan memasang wajah bingungnya melihat ekspresi Zahra.
__ADS_1
"Loe mau tahu nggak cowok yang gue kejar yang gue bilang pelayan itu sebenarnya orang kaya tahu dia mempunyai restoran yang sangat mewah, gue juga bingung kenapa dia mau jadi pelayan dan menyembunyikan identitas aslinya" Ucap Zahra yang membuat Gracia terkejut.
"Serius loe dia kaya?" Tanya ulang Gracia untuk memastikan.
"Iya gue serius banget Gracia" Ucap Zahra gemas.
"Terus kenapa teman loe nggak tahu kalau dia kaya, dia tahunya cuma pelayan doang?" Tanya Gracia penasaran.
"Karena gue nggak mau banyak saingan apalagi saingan sama teman gue sendiri, gue yakin kalau Fania tahu semuanya dia juga bakalan ngejar pelayan itu" Ucap Zahra.
"Oh iya benar juga kata loe karena gue lihat teman loe itu sepertinya suka juga sama cowok kaya" Ucap Gracia.
"Iya jadi loe nggak boleh bilang sama dia, awas loe kalau sampai dia tahu" Ancam Zahra.
"Yah nggak bakalan lah gue kasitau ke dia emang loe pikir gue ****** apa, oh iya loe bilang pelayan itu punya pacar, pacarnya itu tahu nggak tentang status pelayan itu?" Tanya Gracia lagi.
"Nggak tahu deh kayaknya karena yang gue lihat dia selalu terlihat miskin di depan ceweknya itu yang paling gue jengkel" Ucap Zahra kesal.
"Oke loe harus dapatin cowok itu bagaimana pun caranya" Ucap Gracia.
"Iya dong pasti" Ucap Zahra.
"Gue udahan deh makannya, mau telfon pacar gue dulu" Ucap Gracia.
Baru Gracia mau menelepon Rafa namun Rafa sudah meneleponnya duluan membuat Gracia tersenyum, Rafa bahkan lupa menelepon Rara.
"Lihat nih pacar gue baru gue mau telfon ehh dia udah telfon duluan" Ucap Gracia kepada Zahra lalu mengangkat panggilan telfon dari Rafa.
"Halo sayang" Ucap Gracia begitu mengangkat panggilan telfon dari Rafa.
Rafa sangat senang mendengar ucapan Gracia.
__ADS_1
"Halo sayang, kamu sudah makan belum?" Tanya Rafa kepada Gracia.
Sementara di tempat lain, Rara lagi bingung mau pulang dengan cara bagaimana karena sudah malam biasanya dia selalu bersama dengan Rafa.