
"Haduhh sepertinya aku butuh minum nih,,, kenapa juga coba kebayang-bayang yang tadi,, nggak jelas banget sih,," ucap Fandi pada dirinya sendiri.
Sementara di ruangan Ana lagi-lagi Citra ditertawakan oleh Ana dan Reno.
"Hmmm aku capek loh lihat kalian tertawa terus,,, ngeselin banget sih,," ucap Citra.
"Yah gimana yah Cit,, abis lucu aja sih,," ucap Ana.
"Lucu kamu bilang? lagi patah hati gini kamu bilang lucu,," ucap Citra tidak habis pikir dengan ucapan Ana.
"Ucapan kamu tadi Cit yang lucu,,, yang nyesek itu loh,,," ucap Ana lagi.
"Udahlah nggak ada gunanya curhat sama kalian berdua,,, yang ada malah tambah nyesek tau nggak,," ucap Citra sambil melihat Ana dan Reno secara bergantian.
"Sabar,, sabar,,," ucap Reno.
"Iya Cit sabar,,, kalau menurut aku lebih baik kamu cari aja dehh pria lain Cit,, nggak usahlah kamu suka sama kak Fandi yang dingin itu,, mau kamu ditolak berkali-kali?" ucap Ana sambil melihat Citra.
"Yah jangan gitu juga kali,, tega banget kamu ngomong seperti itu sama aku," ucap Citra.
"Yah abis mau gimana lagi,, kamu lebih baik nggak usah deh suka sama kak Fandi," ucap Ana lagi.
__ADS_1
"Hmm kalau bukan aku yang suka sama dia mau siapa lagi,, mau kamu dia jadi perjaka tua? tega banget kamu sama Fandi," ucap Citra lagi dengan tatapan penuh keseriusan pada Ana.
"Ada-ada aja sih kamu Cit,, mana mungkin kak Fandi bakalan jadi perjaka tua,, pasti dia ketemu jodoh dia juga nanti tapi bukan kamu,, karena yah Cit tipe kak Fandi itu bukan seperti kamu deh pasti," ucap Ana.
"Iya kan kak Reno?" ucap Ana lagi sambil melihat Reno.
Reno pun menganggukkan kepalanya sambil melihat Citra.
"Iya Cit,, pasti cowok seperti Fandi itu tipenya bukan seperti kamu,, kalian berdua itu sangat bertolak belakang tau nggak," ucap Reno sambil melihat Citra dan menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Citra.
"Tega yah kalian berdua turunin semangat aku,, seharusnya kalian berdua tuh dukung aku tau nggak bukan malah seperti ini,, beri aku masukkan gitu,," ucap Citra.
"Apalagi kalian berdua mantan musuh,," ucap Ana lagi.
"Hmmm sudahlah aku pusing mau makan aja," ucap Citra.
"Ya ampun dari tadi yang kamu lakukan itu makan loh Cit,," ucap Ana sambil melihat Citra dengan tatapan herannya.
"Maklum abis di tolak jadi gitu," ejek Reno sambil menahan tawanya.
Citra hanya bisa pasrah diganggu oleh Reno dan Ana.
__ADS_1
##############
Sore di Kantor Rafa....
"Rafa kita bakalan jenguk Ana kan?" tanya Fandi yang membuat Rafa dan Rara sedikit mengernyitkan dahinya karena Fandi yang tidak biasanya seperti itu.
"Iya kita langsung jenguk Ana,," ucap Rafa.
"Oke,, ayo kalau gitu,," ucap Fandi.
Rafa dan Rara hanya saling pandang sambil mengikuti langkah Fandi menuju ke mobil.
"Tumben Fandi kamu seperti ini,, kangen Citra yah kamu? pasti kamu merasa rugi kan karena udah nolak dia?" goda Rafa.
"Apaan sih nggak lah,, aku hanya mau menjenguk Ana saja,, nggak ada yah tumben-tumbenan," ucap Fandi sambil fokus menyetir mobil.
Sedangkan Rara segera mengirimkan pesan pada Citra.
Citra yang kebetulan sedang memegang ponselnya benar-benar sangat bahagia begitu mengetahui Fandi akan datang.
Emmm sepertinya kalau Chris datang kesini bagus deh,, biar aku nggak terlalu terlihat kasihan,,, batin Citra.
__ADS_1