Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.09


__ADS_3

Setelah Sofia mengaktifkan mode rahasia dan mengunci pintu, ia pun duduk menghampiri adiknya. Kenan pun langsung membuka koper yg ia bawa dari Lab. pribadinya. Dan langsung memperkenalkan alat tersebut pada Sofia.


"Kak aku punya alat yg bisa membantumu dan juga agar kita tetap bisa berkomunikasi tanpa disadap.." ucap Kenan.


"Baiklah tunjukkanlah.." balas Sofia.


Kenan pun menunjukkannya pada Sofia dan membuatnya terkejut.


"Ken ini kan aksesoris wanita?" tanya Sofia kaget.


"Memang benar, tapi ini juga alat yg bisa membantumu.." ucap Kenan.


"Pertama.. anting ini bukan anting biasa, fungsinya mirip headset, bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan bantuan jam tangan ini.. sekilas ini seperti jam tangan analog biasa tapi jika kau tekan ini akan berubah menjadi jam digital atau smartwatch.." ucap Kenan.


"Wow.. kau memang luar biasa.. lalu ini?" tanya Sofia menunjuk sebuah cincin.


"Oh ini.. ini adalah gps yg sengaja kupasang jadi kalau kau dalam kondisi darurat kau bisa menekan diamond nya.." terang Kenan.


"Terlihat seperti perhiasan Ken.. keren..!" ucap Sofia.


"Lalu ini adalah bros khusus, aku sudah memeasang kamera disini bisa kau gunakan untuk merekam dan terdapat memmory cardnya jika kau tekan begini.. Lalu ini jepit rambut sekilas memang tampak biasa tapi ini bisa mengeluarkan laser yg dapat memotong tali sekalipun. Gunakanlah jika dalam situasi darurat.." ucap Kenan.


"Terimakasih Kenan ini akan sangat membantuku nanti.." ucap Sofia.


"Tentu saja kak.. aku akan selalu standby jika kau memerlukan.." balas Kenan.


Lalu Kenan menerangkan cara kerja alat-alat tersebut. Dan Sofia pun mendengarkan dengan seksama.


Setelah selesai Sofia menyimpan alat tersebut baik-baik di brangkas ruangannya. Lalu Kenan pun pamit untuk kembali ke kantornya karena masih ada pekerjaan penting.


☘☘☘☘☘


Hari yg ditunggu Sofia pun tiba, akhirnya ia akan terbang ke Italia untuk menggantikan bodyguard di perusahaan D'Textile. Ia pun sudah mempersiapkan segalanya dan membawa alat-alat yg dibuat oleh Kenan. Kenan pun berpesan untuk selalu memakai cincin yg ia buat untuk keadaan darurat yg tidak bisa diprediksi.

__ADS_1


"Kak hati-hati selama disana.. dan ingat semua pesan-pesan ku.." ucap Kenan.


"Tentu saja Ken.. kau tenang saja, aku akan baik-baik saja.." ucap Sofia.


Lalu mereka berdua pun berpelukan. Dan Kenan pun pergi mengantar kepergian kakaknya menuju bandara. Sesampainya dibandara, Doni dan juga Ayana sudah tiba dan ingin berpamitan pada Sofia.


"Sayang.. jaga dirimu baik-baik.." ucap Ayana.


"Tentu saja Nek.. aku kan wanita tangguh didikan kakek dan ayah.." balas Sofia sembari membalas pelukan neneknya.


"Sofia.. kuharap kau bisa menjaga dirimu dengan baik.. aku akan berusaha semampuku untuk membantumu disana.." ucap Doni mencoba menahan tangisnya melepas kepergian cucu perempuan kesayangannya.


"Tentu saja kek.. " balas Sofia memeluk kakeknya.


Lalu Sofia pun masuk ke dalam dan melambaikan tangan pada keluarganya, disusul oleh Bima selaku wakil dari Doni untuk menemui atasan D'Textile.


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun telah tiba di bandara di Italia. Sofia pun terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara pemberitahuan dari pesawat. "Akhirnya tiba juga .."gumamnya.


"Sofia kau siap?" tanya Bima.


Setelah pesawat mendarat mereka pun turun, dan mencari orang kepercayaan Bima yg bertugas menjemput mereka. Mereka pun dibawa menuju apartemen yg telah dipersiapkan Bima. Tentu saja bukan apartemen mewah karena Sofia kini hanya seorang bodyguard biasa agar tidak membuat mereka curiga.


"Semoga saja apartemennya tidak mengerikan.." gumam Sofia.


"Tentu saja Sofia.. tidak mengerikan karena aku sudah meminta mereka untuk memberikan yg terbaik agar kau bisa tetap nyaman tinggal di tempat yg sederhana.." balas Bima yg mendengar Sofia.


"Oke paman.." balas Sofia.


Setelah sampai di apartemen, Bima pun memperkenalkan fasilitas apartemen yg disiapkan anak buahnya dan meninggalkan Sofia untuk menuju kamar apartemen yg telah disewakan untuknya. "Semoga Sofia bisa betah tinggal disini.." gumamnya dalam hati.


Sofia pun langsung mengecek semua yg ada di apartemennya dan menghubungi Kenan. Mereka bertukar informasi seputar apartemen yg ditempati Sofia. Setelah menghubungkan Sistem yg ada di komputer Kenan dan Sofia, Kenan pun dengan leluasa memantau kondisi kakaknya dan apartemennya. Serta menjaga agar komputer kakaknya tidak mudah disadap.


Setelah tugasnya selesai, Sofia pun membersihkan diri dan beristirahat. Lamanya perjalanan membuatnya sangat letih dan mengantuk. Esok harinya ia dan Bima langsung menuju kantor D'Textile. Setelah semua persiapan siap, dan proses pergantian bodyguard pun berjalan dengan mulus. Bima menerangkan semuanya sebelum ia kembali ke Jakarta, serta bodyguard yg digantikan Sofia pun juga sudah memberitahu keadaan yg terjadi selama ini.

__ADS_1


"Sofia jaga dirimu.. aku akan kembali agar mereka tidak curiga.." ucap Bima berpamitan.


"Tentu saja paman.." balas Sofia tersenyum.


"Dan ini adalah Alfi anakku, dia bertugas disini.. kau bisa meminta bantuannya jika terjadi sesuatu.." balas Bima sembari memberikan kartu nama Alfi.


"Baiklah paman, aku pasti sangat membutuhnya nanti.." balas Sofia.


"Aku pergi Sofia.. semoga kau bisa beradaptasi dan menyelesaikan tugasmu dengan baik." ucap Bima berpamitan


"Baik paman, aku akan selalu mengingat semua arahanmu.." balas Sofia.


Lalu Bima pun melaju dengan mobil yg ia tumpangi menuju bandara, meninggalkan Sofia di apartemen sederhana untuk menjalankan misinya.


"Semua sudah siap tuan, semua keperluan nona Sofia dan apartemennya juga sudah terjamin.. dan nona pun tidak keberatan.." ucap Bima di telepon.


"Bagus Bima.. kini kita tinggal menunggu kabar dari Sofia dan Kenan.." balas Doni.


Lalu Bima pun menuju ke sebuah tempat sebelum ke bandara.


"Ayah.. " ucap Alfi saat melihat ayahnya.


"Alfi.. kau baik-baik saja bukan?" ucap Bima memeluk putra semata wayangnya dengan Siska.


"Tentu saja ayah, lalu dimana Sofia?" tanya Alfi.


"Dia ada di apartemennya, besok ia akan mulai bekerja.. Kau ingat kan permintaanku..?" balas Bima.


"Tentu saja ayah, dengan senang hati. Sofia adalah anak dari sahabat ibu dan ayah.. Aku akan membantunya saat dia memerlukan.." balas Alfi.


"Bagus anakku.. ini ada titipan dari Ibumu.. " balas Bima memberikan sebuah box pada Alfi.


"Dasar ibu, dia pikir aku akan makan sembarangan.." balas Alfi yg sudah tahu isi box tersebut.

__ADS_1


Lalu anak dan ayah tersebut pun mengobrol sebentar, sebelum Bima pergi menuju bandara. Alfi adalah seorang dokter bedah yg cukup berbakat seperti ibunya. Ia memilih untuk bekerja diluar negeri dan meniti karir tanpa bantuan Ibunya apalagi keluarga Reina dan Satria. Ia hidup mandiri dan berhasil diterima di rumah sakit besar di Italia. Siska dan Bima pun bangga akan nasib beruntung putranya. Dan mereka hanya beberapa kali mengunjungi Alfi saat liburan. Alfi pun sangat senang mendapat tugas untuk membantu Sofia karena ia mamang menyukai Sofia sejak lama. "Sofia aku akan selalu ada disaat kau butuhkan.." gumamnya setelah ayahnya pergi.


__ADS_2