
"Akhirnya dokter dan perawat gadungan ini tertangkap juga.. " ucap Rose.
"Kalian amankan dia ke markas.. nanti aku menyusul.." perintah Rose.
"Ken misi sukses.. kerja bagus..!" ucap Rose di telepon.
"Baik kak.. tapi Alfi masih menangani orang dalam tersebut.." ucap Kenan.
"Apakah ia butuh bantuan?" tanya Rose.
"Tidak perlu, aku tahu ia mampu kalau hanya 1 orang.." ucap Kenan.
"Baiklah kita tunggu kabar dari Alfi, selagi aku mengurus kepulanganku.." ucap Rose.
Orang-orang Doni pun mengurus kepulangan Rose dari rumah sakit malam itu juga. Selain karena Rose telah lebih baik, juga karena ia ingin mengintrogasi orang-orang yg menyamar sebagai dokter gadungan. Dan jarum suntik serta bukti lainnya sudah diamankan dan dijadikan bukti.
Rose meminta pihak rumah sakit untuk tidak membersihkan kamarnya setelah insiden itu dan menunggu polisi memeriksa.
☘☘
Sementara Alfi kini telah mengikuti petugas yg bekerjasama dengan dokter dan perawat gadungan tersebut. Ia tak lain adalah orang yg bekerja di ruang kontrol atau cctv. "Sudah kuduga.." ucap Alfi.
Seketika orang tersebut pun panik setelah Alfi mengetahui tindakannya. Namun ia mencoba membela diri.
"Dokter Alfi.. apa yg anda lakukan disini?" tanyanya yg sedang duduk diruang kontrol.
"Menangkap penghianat yg hendak meledakkan rumah sakit ini.." ucap Alfi.
"Apa anda memiliki bukti?"
"Tentu aku memiliki banyak bukti.." balas Alfi tersenyum.
"Sial bagaimana dokter sialan ini bisa tahu dan punya bukti" gumamnya dalam hati.
"Kenapa kau begitu penasaran kenapa aku bisa tahu? tentu saja, karena aku tidak suka ada orang yg membahayakan pasien dan orang yg bekerja dirumah sakit ini." tegas Alfi.
"Cih.. munafik sekali, dokter sepertimu sangat mudah untuk kusingkirkan.."
"Coba saja kalau bisa.." ucap Alfi tenang.
Orang tersebut pun mengambil pisau yg ia simpan di laci meja kerjanya. Langsung saja ia menyerang Alfi dan hendak menikam bagian perut. Dengan cepat Alfi menghindar dan menangkis semua serangannya. Hingga akhirnya Alfi mampu menjatuhkan pisaunya lewat tendangannya. Tanpa basa-basi lagi Alfi melancarkan serangan hingga membuat ia jatuh dan langsung mengunci tangannya. Ketika target sudah Alfi amankan, kini tim SHIELD masuk dan mengamankan orang tersebut sesuai perintah Kenan. "Akhirnya kalian datang.." ucap Alfi.
Setelah orang-orang tersebut diamankan, Alfi dan Rose pun keluar dari rumah sakit. Dan Kenan sudah berada di markas SHIELD menunggu kakaknya tiba.
Setelah Rose tiba ia langsung menuju tempat Kenan mengintrogasinya.
"Bagaimana Ken..?" tanya Rose.
"Aku belum mengintrogasinya kak, aku ingin kau yg melakukannya.." ucap Kenan.
"Ken kau sangat paham keinginanku.." ucap Rose.
__ADS_1
Rose pun mendekati ketiga orang tersebut.
"Halo tuan-tuan.. apa aku pernah bertemu kalian? rasanya belum pernah ya.." ucap Rose tersenyum.
Mereka pun hanya diam dan menatap dengan tatapan meremehkan.
"Wah nampaknya kalian tidak takut padaku.." ucap Rose.
"Jadi langsung kupertegas saja.. Siapa yg mengutus kalian untuk membuatku celaka?" tanya Rose sambil menatap tajam.
"Cih.. aku takkan bicara.."
"Wah kau ini memang menyebalkan dan merepotkan ya.. " ucap Rose.
Bughh.. Bughhh.. Bughh.. Rose yg kesal pun meninjunya beberapa kali.
"Jadi apa kalian masih tak mau bicara?" ucap Rose.
Mereka pun hanya diam sembari merasa kesakitan.
"Oh jadi yg tadi tidak sakit ya.. baiklah aku akan beri sebuah kejutan.." ucap Rose.
Lalu Rose pun mengeluarkan pistol dibalik tubuhnya. Lalu ia mundur beberapa langkah dan mulai mengarahkannya. "Kalau begini apa kalian masih mau tetap diam?" ucap Rose.
"Silahkan saja tembak kalau kau bisa.." ucap salah satu dari ke 3 tersangka tanpa rasa takut.
"Baiklah kau yg pertama.." ucap Rose.
"Arrghhhh... " teriaknya.
Dan tembakan itu pun mengenai kaki, perut, dan tangan. Membuat perawat dan dokter gadungan bergidik ngeri.
"Nah, aku hanya mengarahkannya asal kena loh.. tidak ke arah bagian vital manusia.." ucap Rose enteng. Sementara Kenan dan Alfi hanya menyaksikan sikap kejam Rose yg hanya ditunjukkan untuk orang-orang jahat dengan tenang.
"Ampun nona.." ucap si dokter dan perawat gadungan.
"Apa yg ingin kalian katakan? kusuruh diam ya diam!" teriaknya sembari menahan sakit.
"Oh jadi ada yg ingin membantuku.. cepat katakanlah sebelum aku jadi bosan.." ucap Rose.
"Kami akan mengatakannya" ujar mereka berdua kompak.
"Baik salah satu katakan dengan jelas.." balas Rose sembari menodongkan pistolnya.
"B-Baik nona.. jadi orang yg menyuruh kami adalah tu-tuan Felix.." ucap si dokter gadungan.
"Wah.. ternyata mereka ingin balas dendam padaku.." ucap Rose.
"Terimakasih atas kerjasamanya.. kalian selamat dari peluruku, tapi tak selamat dari hukum negara ini.. Sekali lagi aku ingin bertanya, apakah kalian tidak bohong?" ucap Rose memastikan.
"Ka-kami tidak bohong nona, tolong ampuni kami.." ucap mereka berdua.
__ADS_1
"Bagus.. nikmati hukuman kalian mulai saat ini.." ucap Rose.
"Dan kau.. sepertinya butuh pengobatan ya.." ucap Rose.
"Sial.. " ucapnya mulai lemah karena terus mengeluarkan darah.
"Kalian, bereskan mereka ya.. bawa ke kantor polisi.. buktinya akan segera aku kirimkan.." ucap Rose.
Dengan cepat tim SHIELD membawa mereka ke kantor polisi dan mengobati yg terluka tembakan. Mereka sudah diamankan dan segera dijatuhi hukuman. Kenan, Rose dan juga Alfi pun pulang untuk beristirahat. Saat hendak berjalan keluar, Doni pun tiba dengan wajah penasaran.
"Jadi bagaimana?" tanya Doni pada cucunya.
"Beres kek.. dalangnya tuan Felix.. si tua bangka tak tahu diri.." ucap Rose.
"Bagus.. aku bangga pada kalian.." balas Doni.
"Dan sekarang biar aku yg mengurus orang tua itu.." ucap Doni kesal.
"Sudahlah kek biar kami saja yg menangani.." balas Kenan.
"Tidak bisa.. nyawa kalian hampir melayang karena si tua bangka itu .." ucap Doni.
"Oke aku akan membantu kakek.." balas Rose.
"Tidak kau beristirahat saja.. " ucap Doni.
"No..no.. aku akan membantu kakek.." ucap Rose.
"Yasudah.. ayo kita pulang.." ajak Doni.
"Dan kau anak muda.. kau pulang kemana?" tanya Doni.
"Saya pulang ke apartemen saya tuan.." balas Alfi.
"Baiklah kalau begitu hati-hati, terimakasih sudah membantu." ucap Doni.
"Sama-sama tuan.. saya permisi.." ucap Alfi pamit sebelum pergi.
"Rose kau menginap di hotel saja.. aku tak yakin kau tinggal di apartemen yg tak terjamin keamanannya.." ucap Doni.
"Baiklah kek.. ayo ke hotel dan istirahat.." ajak Rose.
Mereka pun menuju hotel dan beristirahat.
☘☘☘
Esok paginya Alfi mendapat berita buruk. Ia dipecat karena mendapat teguran keras berkelahi dengan karyawan rumah sakit. Sementara TKP pun kini telah bersih, bahkan cctv pun sudah diamankan. Dan seorang lelaki paruh baya pun tampak tersenyum setelah menjawab panggilan telepon.
"Kerja bagus..!" ucapnya senang.
"Tak kusangka rumah sakit itu ada manfaatnya juga buatku.." gumamnya setelah mematikan telepon.
__ADS_1