
Tak kehabisan akal, Sofia meminta anak buahnya untuk memantau gerak-gerik Vall. Satria dan Kenan pun tak tinggal diam, mereka juga mencari dengan cara mereka sendiri.
Sofia mendapat kabar, kalau mereka sedang mempersiapkan sesuatu di sebuah tempat. Tapi mereka tak tahu dimana lokasi tersebut.
"Apa kalian belum menemukan lokasinya?" tanya Sofia.
"Belum nona.."
"Yasudah teruslah berusaha.." perintah Sofia.
Kenan pun mendekati Sofia.
"Kak sepertinya kau membutuhkan informasi yg kudapat.." ucap Kenan.
"Ya, informasi apa itu Ken?" tanya Sofia.
"Aku mendengar mereka sedang menuju villa dipinggir danau.." ucap Kenan.
"Dan dimana itu?" tanya Sofia.
"Sayangnya alat pelacakku kehilangan signal.. terakhir mereka ada di titik ini.." ucap Kenan memperlihatkan laptopnya.
"Coba kau cari danau disekitar sana.." ucap Sofia.
"Tapi aku tak menemukannya kak." balas Kenan.
"Yasudah mau tidak mau aku harus berusaha besok.." ucap Sofia.
"Aku akan membantumu kak.. kau tidak sendiri.." ucap Kenan.
"Iya aku tahu itu.. lalu ayah bagaimana?" tanya Sofia.
"Ayah juga belum mendapatkan informasi, kurang lebih sama seperti kita.." ucap Kenan.
"Apa aset kekayaan keluarga Felix sangat banyak?" tanya Sofia.
"Ya cukup banyak apalagi di negara ini.." ucap Kenan.
"Bisa kau periksa satu persatu.. " ucap Sofia.
"Baiklah aku akan berusaha mendapatkannya.." balas Kenan.
"Terimakasih.." ucap Sofia.
"Kau sudah berbaikan dengan Alfi?" tanya Kenan.
"Belum.. entah mengapa ia bicara hanya jika kita sedang bersama.." balas Sofia.
"Berbaikanlah dengannya.. dia juga seperti anak kecil saja.." ucap Kenan.
"Ya aku akan mencobanya lagi.." ucap Sofia.
"Baguslah, aku lanjut kerja lagi.. ada banyak deadline hari ini.." ucap Kenan.
"Oke.." balas Sofia.
Sofia pun berusaha menemui Alfi.
"Al.. kau didalam?" tanya Sofia sembari mengetuk pintu.
Sementara Alfi tetap diam, ia bingung antara malu tapi juga kesal karena Sofia begitu santai tehadap sikapnya.
"Apa yg harus kulakukan? sudahlah biarkan saja.." gumam Alfi dalam hati, sambil berpura-pura tidur.
"Al.. dalam hitungan ketiga jika kau tidak buka aku hancurkan pintunya.." ucap Sofia.
"Coba saja, paling kau dimarahi Kenan.." gumam Alfi dalam hati.
"1..2.. Tiiiiiii.. Tiga.. " ucap Sofia.
__ADS_1
Karena tak mendapat jawaban Sofia yg kesal mengambil pistol di kamarnya dan ingin merusak pintunya. Ia langsung berlari ke kamar Alfi begitu menemukan pistolnya.
"Al, jika kau di depan pintu mundur kalau tak ingin terluka.." ucap Sofia.
"Terserah aku tak percaya.." gumam Alfi dalam hati.
Dorrrr...!
Suara tembakan pun terdengar cukup kuat hingga Kenan keluar dari ruangannya. Tapi untungnya apartemannya memiliki peredam suara jadi orang lain tak bisa mendengarnya.
" Sofiaa...!" teriak Alfi.
"Akhirnya kau bersuara juga setelah kurusak pintunya.." balas Sofia tersenyum.
"Oh Tuhan..! ada apa ini kak?" tanya Kenan terkejut melihat pintu kamar Alfi rusak.
"Kau yg menyuruhku untuk berbaikan kan.. Dia takkan membukakan pintunya walaupun aku menikahi mafia itu sekalipun.." ucap Sofia.
"Tapi tidak dengan merusaknya juga.." balas Kenan.
"Kan bisa diperbaiki atau ganti baru Ken.." ucap Sofia.
"Yaya.. lanjutkanlah niatanmu nanti aku panggil petugas untuk memperbaiki.." ucap Kenan lelah.
"Jadi kau masih tak mau bicara denganku?" tanya Sofia.
"Aku tak ingin membahasnya.. " balas Alfi.
"Kau pikir dengan kau berdiam begitu masalah selesai? " tanya Sofia kesal.
"Mau bagaimana aku tak bisa marah denganmu.. " ucap Alfi.
"Kau kan tahu aku hanya berpura-pura kenapa sampai semarah ini?" tanya Sofia.
"Aku juga tahu aku ini egois dan kekanakan, makanya aku malu bicara denganmu.. sudah Puas?" ucap Alfi tanpa sadar meluapkan emosinya.
"Kalau begitu maaf.. mari kita saling memaafkan.." ucap Sofia.
"Ya setidaknya kita bisa berbaikan kan?" ucap Sofia.
"Ya, anggap saja gencatan senjata.." ucap Alfi.
"Baiklah, nanti kita berperang setelah ini.." ucap Sofia.
"Dasar kau ini.. memang tidak bisa membuatku marah.." ucap Alfi tersenyum.
"Akhirnya kau tersenyum lagi.." balas Sofia.
"Jika sudah berbaikan, bersihkan lagi ya.." ucap Kenan muncul tiba-tiba.
"Oke.. " balas Alfi.
Malam harinya, tepat saat Satria dan Reina pulang ke apartemen. Mereka pun membicarakan masalah kepergian Sofia besok bersama Vall.
"Jadi besok aku akan pergi bersama Vall, dia bilang ibunya ingin bertemu denganku.." ucap sofia.
"Tempatnya?" tanya Satria.
"Dia bilang rahasia.." jawab Sofia.
"Cih.. baj***an itu mau membawa putriku kemana.." ucap Satria.
"Sayang sabar dahulu.. " ucap Reina.
"Sesuai permintaan kakak, aku hari ini mendapatkan list aset milik keluarga Felix.. " ucap Kenan memberikan kertas.
"Wah, bagus sekali kau bisa menemukannya Ken.." ucap Sofia.
"Ya ini akan sangat berguna.." balas Satria.
__ADS_1
"Tapi apakah disana ada villa di dekat danau seperti info dari kalian?" tanya Alfi penasaran.
"Sayangnya tidak ada.. tapi mereka punya banyak villa .." ucap Kenan.
"Malam ini kita akan mengecek lokasinya.." ucap Satria.
"Dan membagi tim SHIELD.. ke titik-titik yg ada di tempat ini.." ucap Sofia.
"Baiklah.. dan tugasmu besok kau harus menaruh benda ini di mobil Vall.." ucap Kenan memberikan sesuatu.
"Apa ini alat pelacak?" tanya Sofia.
"Ya.. kau benar.. taruh ditasmu dan juga saku bajumu agar bisa terdeteksi karena tempatnya masih belum kita ketahui." ucap Kenan.
"Baiklah.." balas Sofia.
"Aku akan mengontrol dari sini karena pekerjaanku sangat banyak.." ucap Kenan.
"Aku akan mengikutimu Sofia.." ucap Satria.
"Tidak secepat itu ayah.. pasti kau akan ketahuan.." ucap Kenan.
"Jadi?" tanya Satria.
"Alfi kau yg akan mengikutinya.." ucap Kenan.
"Baiklah.. aku siap membantu.." ucap Alfi.
"Dan aku?" tanya Satria.
"Ayah mengkoordinasi tim SHIELD saja sesuai laporan masing-masing. " ucap Kenan.
"Ok.. aku siap.." ucap Sofia.
"Besok kita harus mencegah hal buruk pada Sofia.." ucap Satria.
Dan mereka pun sepakat pada rencananya. Hingga pagi pun tiba. Sofia nampak sudah bersiap-siap, begitu juga dengan yg lainnya.
"Sofia kau sudah siap?" tanya Satria.
"Iya ayah.. aku sangat siap.." ucap Sofia.
"Berhati-hatilah.. Alfi akan mengikutimu dari jauh.." ucap Satria memeluk Sofia.
"Ya ayah tenang saja.." balas Sofia.
Tak berselang lama, datanglah Vall. Dengan percaya diri ia menekan bel hingga Satria pun muncul merusak moodnya.
"Silahkan masuk.. " ucap Satria dengan datar.
"Terimakasih tuan.." ucap Vall. "Kenapa si pak tua ini selalu menatapku begitu sih, buat moodku jadi berantakan saja.." gumam Vall dalam hati.
Akhirnya Sofia pun keluar dari kamarnya setelah berpamitan dengan ibunya. Sofia pun nampak cantik dengan baju pilihan Reina yg sopan dan elegant.
Vall pun terpaku melihat Sofia.
"Maaf membuatmu menunggu.." ucap Sofia.
"Ya tidak apa .." balas Vall tersenyum. "Kau sangat cantik hari ini.." gumam Vall dalam hati, jika tak ada Satria pasti ia akan memuji Sofia.
"Baiklah ayo kita berangkat.." ucap Sofia.
"Iya.. tuan.. nyonya kami berangkat dahulu.." ucap Vall.
"Ya.. hati-hati dijalan.." balas Reina.
"Ya.. hati-hati jika putriku lecet sedikit kau yg akan berhadapan denganku.." ucap Satria.
"Ayah sudahlah, kami berangkat ya ayah..ibu.." ucap Sofia.
__ADS_1
Dan mereka pun berangkat menuju tempat tujuan. Sofia pun nampak santai saja, sementara Vall mulai memuji penampilan Sofia hari ini.