Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP294


__ADS_3

Kim pun masuk sesuai arahan, dan setelah mobil berhenti mereka langsung mendekat dan membuka pintu untuk mengambil barang-barang. Kim pun ikut membantu bersama anak buahnya untuk melihat apa saja yg mereka lakukan.


Dan setelah itu mereka diarahkan ke sebuah gudang penyimpanan besar. Disana ada banyak sekali senjata selundupan dari SHIELD, dan Kim semakin geram melihatnya. Pantas saja setiap bulan mereka selalu menaikan anggaran senjata dengan alasan ada jenis terbaru, padahal itu hanya akal-akalan untuk menambah penghasilan Choi.


"Dimana bede**ah licik itu.." gumam Kim dalam hati.


Dan muncullah Choi entah darimana, ia melihat barang-barang yg baru saja diturunkan dari mobil. Barang-barang berkualitas yg dibeli oleh SHIELD, yg pastinya sangat mahal.


"Kerja bagus, besok semuanya akan kita kirim ke luar negeri.." ucap Choi.


"Siap tuan.."


"Kau sudah siapkan segalanya kan untuk menuju negara K?" tanya Choi.


"Tentu tuan. " balas sang asisten.


"Jadi ini semua ulah kalian?? " ucap Kim membuka topinya membuat Choi terkejut.


"Kim.. kau kurang ajar sekali.." ucap Choi.


"Serang dia..!" perintah Choi.


Kim pun melawan bersama anak buahnya. Beberapa yg sembunyi di dalam kotak pun sudah keluar dan menyelidiki sekitarnya. Ia mencari bukti lain kejahatan Choi dan bertugas mencari tujuan Choi untuk mengirim senjata selundupan tersebut.


Bugh..Bughh..Bughh..


Dorr..Dorr..Dorr..


Seketika anak buah Choi pun lumpuh, Choi yg berang pun melawan Kim.


"Kau berani sekali melawanku.. padahal kau anak baru di kantor.." ucap Choi.


"Anda bersalah, jadi terimalah hukumannya.


Bughh..bughh..buggh..


Pertarungan pun berlangsung sengit, dan Choi tak mau kalah dan berakhir di penjara. Karena ia tahu resikonya jika ketahuan, habis sudah riwayatnya.


sett..sett..srettt..


Choi pun mengeluarkan pisaunya dan berhasil melukai Kim.


"Hahaha.. kau lengah.." ucap Choi.


Duakhhh... Kim pun menendang perit Choi hingga ia lemas. Tak berhenti sampai disitu Kim memukul kepalanya berkali-kali sampai pingsan.


"Akhirnya semuanya berakhir.." ucap Kim.


"Kalian bereskan, dan aku akan melaporkan pada nona.." perintah Kim.


"Siap tuan.."

__ADS_1


Dan Kim pun menghubungi Diana. Diana langsung terbangun dan tahu kalau Kim pasti yg menghubunginya.


"Kim.." ucapnya lalu mengangkat telepon tersebut.


"Maaf nona mengganggu anda, tapi misiku sukses, tuan Choi sudah kutangani.. " ucap Kim.


"Kerja bagus Kim.." ucap Diana.


"Aku akan kesana.." ucap Diana.


"Tidak perlu nona, besok saja.. kami sudah menanganinya.." ucap Kim.


"Baiklah, besok siapkan semua berkas dan hubungi Fita.." ucap Diana.


"Baik nona.." ucap Kim.


"Baiklah Kim, terimakasih atas bantuannya.." ucap Diana.


"Sudah tugasku nona.." ucap Kim lalu Diana mematikan panggilannya.


Kenneth pun terbangun dan melihat istrinya sedang menelpon seseorang.


"Siapa?" tanya Kenneth.


"Kim, memang siapa lagi.." ucap Diana.


"Kim lagi Kim lagi.. semoga anakku tidak mirip Kim." ucap Kenneth membuat Diana tertawa.


"Ada apa memangnya?" tanya Kenneth.


"Kami berhasil menangkap penyelundupan senjata.. Bulan ini aku melihat anggaran yg tak masuk akal dan segera mengeceknya bersama Kim.." ucap Diana.


"Tapi aku bersyukur Kim bisa diandalkan jadi kau tak perlu bertindak yg membahayakan anakku.. " ucap Kenneth.


"Iya, kau harusnya berterimakasih padanya sudah banyak menggantikan tugasku.." ucap Diana.


"Baiklah, akan kusampaikan nanti.." ucap Kenneth.


"Aku masih mengantuk, ayo tidur lagi.." ucap Diana merebahkan tubuhnya.


Mereka berdua pun tidur berpelukan, sementara Kim masih mengurusi Choi dan anak buahnya. Tempat tersebut langsung ditutup dan dijaga ketat. Kim juga langsung melaporkan hal ini pada tuan Satria. Dan Satria turun tangan langsung dengan menyuruh anak buahnya untuk membantu Kim menjaga tempat tersebut.


Keesokannya Diana disibukkan dengan masalah ini. Kakeknya dan Ibunya pun terkejut atas tindakan Diana dan Kim yg berhasil menguak fakta mengejutkan.


"Diana kau hebat bisa mengungkap ini semua.." ucap Satria.


"Terimakasih kek, aku hanya melakukan tugasku.." ucap Diana.


"Baguslah sayang, mom senang kau menunjukkan kemampuanmu.." ucap Sofia.


"Iya mom, karena mom tahu bukan bagaimana mereka memandangku.." ucap Diana.

__ADS_1


"Kau sudah siapkan pengacara dan sebagainya?" tanya Sofia.


"Tentu mom.. semua sudah siap karena kejahatan Choi cukup besar.." ucap Diana.


Di tempat lain Kim dan Fita sedang berdiskusi masalah penyelundupan tersebut. Dan Fita pun menjelaskan hukuman yg akan didapapatkan oleh Choi.


"Jadi kurang lebih begitu, prosedur dan juga hukuman untuk tuan Choi." ucap Fita.


"Baiklah, kalau bisa dia harus dihukum lebih dari ini.. Entah sudah berapa juta dolar dia meraup keuntungan yg membuat SHIELD merugi.." ucap Kim.


"Kenapa tak mengecek semua aset dan rekening tabungannya saja.." ucap Fita.


"Aku bahkan tak terpikir sampai sana.." ucap Kim.


"Serahkan saja padaku.." ucap Fita.


Fita dan Kim pun kembali bekerjasama mencari bukti lain agar hukuman tuan Choi sebanding dengan kurugian yg dia buat. Dan Kim selalu sedia untuk melindungi Fita jika orang-orang Choi macam-macam.


Hal itupun terbukti saat, mereka berdua menemukan aset milik Choi bernilai fantastis. Dan tentunya dijaga ketat oleh orang-orang Choi. Kim pun tak takut, ia beserta anak buahnya membereskan mereka dengan cepat. Dan Fita mendapatkan bukti yg dibutuhkan.


"Kita berhasil.." ucap Fita.


"Syukurlah.." ucap anak buah Kim.


"Ya.. itu bagus, nona pasti senang.." ucap Kim.


"Sekarang hanya tinggal melihat dari rekening bank milik tuan Choi. Katanya ada beberapa dari bank yg berbeda.." ucap Fita.


Dan setelah mendapat bukti lain berupa uang yg ditransfer secara fantastis, akhirnya terkuak sebuah fakta bahwa Choi sudah melakukannya selama 5 tahun terakhir. Pantas saja asetnya bernilai jutaan dolar, ternyata itu semua hasil dari kejahatannya menyelundupkan senjata milik SHIELD kemudian dijual ke luar negeri dengan harga tinggi.


Ketika dipersidangan, Choi pun tak berkutik. Semuanya sudah terbongkar. Dan ia dijatuhi hukuman cukup lama dan semua asetnya disita oleh SHIELD sebagai ganti rugi atas perbuatannya.


Diana pun senang, kasus ini selesai. Dan Kim mendapat banyak apresiasi dari Sofia dan juga Satria.


"Kau bekerja dengan baik.. Terimakasih Kim.." ucap Satria.


"Iya tuan, sudah menjadi tugasku untuk membantu nona.." ucap Kim.


"Aku senang kau berada di samping Diana, kuharap kau selalu membantunya karena 2 tahun kedepan Diana pasti disibukkan dengan merawat bayinya." ucap Sofia.


"Percayakan padaku nyonya, aku siap membantu nona Diana.." ucap Kim.


"Gajimu aku naikkan.. apa ada permintaan darimu?" tanya Satria.


"Aku ingin kembali ke negaraku untuk beberapa hari.." ucap Kim.


"Ya.. nanti aku akan sampaikan pada Diana untuk memberimu libur.." ucap Satria.


"Ya.. kau berhak untuk itu.. nanti Diana akan kuberitahu dan kucarikan penggantimu sementara.." ucap Sofia.


"Terimakasih tuan, nyonya.." ucap Kim.

__ADS_1


__ADS_2