Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP243


__ADS_3

Keesokannya Diana mulai bergerak, ia melacak lokasi Fabio melalui orang-orangnya yg bergabung dengan SHIELD. Claude pun tak masalah jika ia harus bersembunyi di rumah tersebut, tapi yg bermasalah adalah Fabio yg tak tinggal diam mengetahui Diana bersama Claude.


"Kalian cepat bawa putraku kemari meskipun harus menghajarnya..!" ucap Fabio.


"Baik tuan.."


"Bagaimana bisa putraku langsung percaya pada gadis gila itu.." ucap Fabio kesal.


Diana yg mengetahui hal itupun langsung menelpon Claude dan menyuruhnya pergi bersama orang-orangnya yg berjaga di rumah tersebut.


"Hallo Claude.." ucap Diana di telepon.


"Iya Diana ada apa?" tanya Claude.


"Kemasi barangmu dan pergi darisana.. pasukan ayahmu akan datang dalam waktu dekat.." ucap Diana sembari mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Apa?? kau yakin??" tanya Claude.


"Ya.. aku sedang menuju ke sana menghentikan mereka." ucap Diana.


"Lalu aku harus pergi kemana?" tanya Claude.


"Aku akan menghubungi Brian, nanti kita ke tempatnya.." ucap Diana.


"Baiklah.. aku akan bersiap.." ucap Claude.


Claude pun bergegas membereskan semua barang-barangnya yg penting. Lalu ia bersama orang-orang Diana bersiap untuk segera pergi.


"Apa Diana akan baik-baik saja.." gumam Claude.


"Tuan, nona Diana pasti bisa menghadapinya.." ucapnya.


Situasi Diana..


Diana kini sudah berhasil menahan mereka dan sedang menghajarnya bersama anak buah kakeknya.


Bughh..Bughh..


Dorr..Dorr..


"Akh.. dasar curang kalian..!" umpat Diana.


Dorr..Dorr..Dorr..Dorr..


"Rasakan itu..!" ucap Diana setelah menumbangkan mereka dengan senjatanya.


"Anda baik-baik saja nona..?"


"Ya.. hanya luka kecil, aku akan segera menuju ke rumah, kalian bereskan mereka.." ucap Diana.


"Baik nona, kami juga yg akan melapor pada tuan.." ucapnya.


"Laporkan saja kejadiannya tapi jangan laporkan luka ini.." pinta Diana.


"Baik nona.."


Diana pun segera menuju ke rumahnya karena beberapa orang suruhan Fabio sudah melarikan diri ke rumahnya. Diana pun mengendarai mobilnya secepat yg ia bisa agar bisa membantu tim yg ada disana.


"Ck.. mereka benar-benar kurang ajar.." umpat Diana melihat anak buah Fabio menghancurkan taman buatannya.


Dorr..Dorr..Dorr..


"Maaf aku datang terlambat.." ucap Diana.


"Tidak, kami masih bisa menanganinya nona.." ucap anak buahnya.


"Bagus, dimana saudaraku?" tanya Diana.


"Sedang berhadapan dengan salah seorang dari mereka.." ucapnya.


"Baiklah.." ucap Diana segera bertemu saudaranya.

__ADS_1


Bughh..Bughh..Buggh..


"Maaf ya aku harus memukul kalian.." ucap Claude setelah semuanya pingsan.


"Wow.. kau hebat juga.." puji Diana.


"Ini bukan sebuah prestasi, tapi pembelaan diri.." ucap Claude.


"Oke.. kau sudah siap?" tanya Diana.


"Ya.. aku siap.." ucap Claude.


"Ayo masuk ke mobilku.. biar mereka membereskan yg ada disini.. " ucap Diana.


"Tunggu.." ucap Claude melihat darah yg mengalir di tangan Diana.


"Kenapa lenganmu berdarah?" tanya Calude melihat lengan Diana yg diikat dengan kain yg kuat.


"Ini luka yg biasa aku dapatkan, kau tenang saja.." ucap Diana.


"Tidak, obati dulu.." ucap Claude.


Setelah perdebatan yg panjang, akhirnya Diana pun pasrah dan diobati. Dan Claude sadar kalau ucapan kakeknya tentang Diana yg gila itu benar, bagaimana seorang gadis yg terluka tanpa mengeluh sedikitpun dan bersikap seakan itu luka goresan kecil??


"Benar kata kakek, kau itu gila.." ucap Claude.


"Kau mulai mirip dengannya.." ucap Diana.


"Bagaimana kau menganggap luka ini sepele? sementara darahnya terus mengalir.." tanya Claude.


"Mau bagaimana lagi, aku sudah terbiasa dalam posisi begini.. dan ini bukanlah luka besar bagiku selagi semua tubuhku masih bisa bergerak.." ucap Diana.


"Kau ini memang prajurit, " ucap Claude.


"Terimakasih.. sudah belum?" tanya Diana.


"Tunggu sebentar.." ucap Claude.


"Akan kuusahakan.." ucap Diana.


"Dasar.. sudah ayo kita pergi dan aku yg akan menyetir.." ucap Claude.


"Baiklah jika kau memaksa.." ucap Diana.


Diana pun menunjukkan lokasinya bertemu dengan Brian. Brian pun penasaran kali ini siapa yg dibawa oleh Diana. Ia takut kalau yg Diana bawa adalah kekasihnya yg akan disembunyikan dari keluarganya.


"Awas saja jika kekasihnya yg datang, akan langsung kuberi pelajaran pria itu.." gumam Brian.


"Tapi kenapa Diana lama sekali tak seperti biasanya.." ucap Brian.


Lalu ia mendengar suara pagar terbuka. Brian pun langsung keluar dan ingin menemui Diana.


"Hai Bry.." ucap Diana.


"Hay.. kau tidak datang dengan pria bukan?" tanya Brian.


"Kalau itu kau benar.." ucap Diana.


Lalu Claude pun keluar, membuat Brian kesal.


"Diana kau tahu peraturanku kan?" tanya Brian.


"Ya aku tahu, biar aku jelaskan." ucap Diana tapi Brian langsung mendekat dan terkejut yg datang bersama Diana adalah dr.Claude.


"Dr.Claude?? apa yg kau lakukan dengan sepupuku..?" tanya Brian.


"Brian dengarkan aku dulu, dan ijinkan aku masuk disini terlalu berbahaya.. " ucap Diana.


Brian pun mengijinkannya masuk dan ingin mendengar penjelasan Diana. Diana pun mulai berbicara mengenai Claude dan Claude pun ikut memberi penjelasan pada Brian. Sudah dipastikan Brian terkejut mendengar fakta kalau Claude adalah Dion.


"Oh my God.. ternyata usahaku membongkar makam itu tak sia-sia.." ucap Brian.

__ADS_1


"Makam?" tanya Claude.


"Iya, Fabio membuat makam palsu untuk membuat seolah-olah Dion sudah mati." ucap Diana.


"Apaa?? ini keterlaluan.." ucap Claude.


"Sudahlah sepupu, aku senang bertemu denganmu karena saudara kembarmu sedikit gila.." ucap Brian.


"Kurasa kau ini adalah anak yg normal.." ucap Brian tersenyum.


"Bry, kau mengejekku? dasar kau ini kalau aku tak sedang minta tolong sudah kuhajar mulutmu itu.." ucap Diana.


"Kenapa kau minta tolong padaku?" tanya Brian.


"Karena kau tak banyak berurusan dengan SHIELD dan mereka sulit melacakmu. Tidak sepertiku yg sedang menjadi boronan.." ucap Diana.


"Kau terlalu gila makanya jadi buronan." ucap Brian tertawa.


"Sekali lagi memanggilku gila kau akan aku hajar.." ucap Diana.


"Sepertinya dia mulai marah Claude, haha.. baiklah Diana.. aku akan membantumu.." ucap Brian.


"Aku menitipkan Claude padamu, usahakan jangan sampai mom dan Dad ku tahu.. " ucap Diana.


"Bagaimana dengan dadku? dia pasti akan mengetahuinya karena CCTV dirumah ini.." ucap Brian.


"Dia kuperbolehkan untuk diberitahu, uncle cukup bisa dipercaya.." ucap Diana.


"Baiklah, aku lega.. dia bisa marah besar kalau aku menyembunyikan orang asing.." ucap Brian.


"Ya.. kumohon ya sistem buatan ayahmu adalah yg terbaik.." ucap Diana.


"Baiklah, sepupuku aku memang selalu bisa diandalkan.." ucap Brian.


"Oke.. Claude kau bisa tinggal disini, aku juga akan sesekali kemari dan memberi kabar" ucap Diana.


"Baiklah.." ucap Claude.


"Sekarang aku harus pergi karena kakek memberiku tugas ." ucap Diana.


"Baik pergilah.." ucap Brian.


"Hati-hati dengan lukamu.." ucap Claude.


"Ya aku tahu.." balas Diana.


Diana pun pergi menemui kakeknya untuk menyiapkan rencana mereka. Sementara Brian mengobrol dengan sepupunya. Mereka saling bertukar cerita dan pendapat. Ternyata Brian merasa cocok untuk berbicara dengan Claude karena ia sesama laki-laki, dan pendapat mereka sama.


"Aku terkejut karena Diana adalah saudara kembarku.. kau tahu dia selalu melompat dari apartemennya ke atas balkonku.. membuatku hampir terkena serangan jantung melihatnya.. " ucap Claude.


"Dia memang terkenal gila, aku tak tahu sejak kapan ia menggila. Tapi yg pasti semua yg ia lakukan untuk kebenaran.. dia tak suka dengan hal-hal negatif. Hanya saja.." ucap Brian terhenti.


"Hanya apa?" tanya Claude penasaran.


"Dia memiliki banyak kekasih sampai membuat grandmom dan ibunya takut, kau tahu ia ke US sebenarnya untuk menghindari perjodohan.." ucap Brian senang memiliki teman untuk menceritakan kegilaan Diana.


"Benarkah? siapa saja mereka?" tanya Claude penasaran.


"Kebanyakan dari kalangan pengusaha, dan sepertinya Diana juga hanya ingin memanfaatkannya untuk tujuan tertentu.." ucap Brian.


"Aku harus membuatnya memutuskan semua kekasihnya.. aku tak suka jika ia menjadi seorang player.." ucap Claude.


"Sabar brother.. aku juga ingin demikian tapi ia berjanji akan memutuskan mereka jika tujuannya tercapai.." ucap Brian.


"Ternyata dia lebih gila dari bayanganku.." ucap Claude.


"Hahaha.. kau saudara kenbarnya saja terkejut.. tapi aku butuh bantuanmu karena tujuan kita sama.." ucap Brian membuat kesepakatan untuk membuat Diana memutuskan semua kekasihnya.


"Aku siap membantumu kalau perlu menghajar mereka agar mereka tak mendekati Diana lagi." ucap Claude.


"Oke.." ucap Brian.

__ADS_1


__ADS_2