
Diana pun kembali menjemput Eve setelah memasak makanan. Ia membawa mobilnya menuju ke sekolahan Eve dan menunggu gadis kecil itu pulang sekolah. Diana pun duduk di taman sekolah dasar tersebut, kemudian Kenneth datang menghampiri.
"Apa kau sedang jadi babysitter?" tanya Kenneth tiba-tiba.
"Akh.. kau itu mengagetkan.. iya bisa dibilang begitu.." ucap Diana.
"Apa kau tidak bisa istirahat atau liburan?" tanya Kenneth.
"Kapt sendiri? sama saja bukan?" ucap Diana.
"Kau benar juga, dia keponakanku satu-satunya. Dia kehilangan ayahnya yg seorang polisi saat bertugas." ucap Kenneth.
"Setidaknya dia punya kau om yg baik hati.." ucap Diana.
"Begitulah.. kau sendiri siapa yg kau asuh?" tanya Kenneth.
"Klien VIP ku.." balas Diana tersenyum.
"Ck, kita semua sedang diliburkan dari misi apapun.. mana mungkin.." ucap Kenneth.
"Ya pokoknya begitu.." ucap Diana tersenyum agar Kenneth penasaran.
"Kakakk...!" teriak Eve.
"Hai Eve.. hati-hati.." ucap Diana.
"Hmm.. om om ini siapa kak?" tanya Eve.
"Dia teman kakak.. sapa dia Eve.." ucap Diana.
"Hai om salam kenal, om jangan jahat-jahat sama kakakku ya.. nanti aku marah kalau om jahat.." ucap Eve.
"Huss.. Eve tidak boleh bicara begitu pada orang yg baru dikenal.." ucap Diana.
"Ya.. om tidak akan jahat sama kakakmu.." ucap Kenneth tersenyum.
"Oommm..." ucap Melisa keponakan Kenneth.
"Hai mel.. " ucap Kenneth.
"Oh om ini omnya melisa.." ucap Eve.
"Iya dia omku.." balas Melisa.
"Baiklah, anak-anak mari kita pulang karena sebentar lagi jam makan siang.." ucap Diana.
"Yeaayy.. kakak masak ayam goreng kan?" tanya Eve.
"Ya.. ayo kita pulang dan makan bersama.." ucap Diana.
"Bye Melisa.. bye Om..'" ucap Eve.
"Bye Eve.." ucap Kenneth dan Melisa.
"Om kakaknya Eve cantik ya.." ucap Melisa.
"Kau juga cantik, ayo kita pulang ibumu sedang memasak tadi.." ucap Kenneth.
"Oke.." balas Melisa.
Diana pun pulang bersama dengan Eve, dan Kenneth pulang bersama keponakannya. Kenneth pun melihat Diana membawa mobilnya menuju ke rumahnya. "*Bahkan disini pun aku masih bisa bertemu dengannya.. takdir macam apa ini?" gumam Kenneth dalam hati.
☘☘☘*
Dirumah, Diana pun makan bersama Eve dengan lahap. Mereka terlihat akrab dan dekat, hingga banyak yg mengira Eve adalah anak Diana. Diana pun hanya bisa tersenyum melihat adik sepupunya yg lucu itu selalu menempel padanya.
Hingga, saat ayahnya Eve kembali dan mengajaknya pulang.
"Dad, bisakah aku bermain dengan kakak lagi?" tanya Eve.
"Ya tentu bisa.. tapi sekarang kita pulang dahulu." ucap Jojo.
"Oke.. " ucap Eve.
__ADS_1
"Kak aku pulang dulu ya.. " ucap Eve sedih.
"Hei, nanti kita bisa main lagi kau tenang saja.." ucap Diana.
"Kakak kan selalu bekerja di luar negeri,.." ucap Eve.
"Nanti kita main lagi, kakak janji.." ucap Diana.
"Ya.. janji.." ucap Eve tersenyum.
Kini tugas Diana mengasuh Eve pun selesai. Dan Diana kembali menganggur. Ia pusing terus-terusan ada dirumah. Diana pun pergi untuk menghilangkan penatnya, ia menuju ke sebuah cafe untuk menghilangkan penatnya.
Disana ia duduk dan memesan minuman sesekali membuka ponselnya untuk membaca berita atau mencari informasi. Disana ia melihat seorang pria membeli cake dan dibawa pulang. Saat hendak pulang, Diana mendengar suara tangisan anak-anak.
"Kenapa anak-anak menangis dibiarkan oleh orang tuanya..?" gumam Diana.
Setelah itu terdengar suara anak kecil tak asing di telinga Diana. Suara yg mirip sekali dengan Eve, awalanya ia mengira itu hanya mirip karena belakangan sering bersamanya. Namun, ia mendengar teriakan Eve.
"Eve tak mau cake, Eve mau pulang..!" teriaknya.
"Eve..!" gumam Diana menghentikan langkahnya dan berjalan menuju ke mobil tersebut.
"Ada apa nona?" tanya pengemudi tersebut.
"Buka mobilnya.." pinta Diana.
"Ini urusan kami bukan urusanmu, silahkan kau pergi dengan tenang." ucapnya.
"Cepat buka.." ucap Diana.
"Toloongg!" teriak Eve dan Melisa.
"Minggir..!" ucap Diana dengan mendorong lelaki tersebut.
Diana pun melihat Melisa dan Eve sedang ada di dalam.
"Kalian penculik..!" ucap Diana..
"Ck.. aku sudah memperingatkanmu, jangan menyesal ya.." ucap pria tersebut dengan mengambil sebilah kayu hendak memukul Diana.
Diana pun menghindar dan menendang perut pria tersebut. Tanpa sadar Diana memukulinya hingga pingsan, beberapa orang pun terkejut melihatnya.
Bughh..Bughh..
"Kalian panggil polisi kedua pria ini menculik adik-adikku.. " ucap Diana.
Diana pun membuka pintu mobil dan mengeluarkan kedua bocah tersebut. Mereka tampak ketakutan dan memeluk Diana dengan erat. Tak berapa lama polisi datang dan mengamankan mereka. Setelah memberika keterangan Diana membawa kedua bocah tersebut ke mobilnya.
"Eve.. dimana pengasuhmu?" tanya Diana.
"Aku tak tahu, aku langsung dibawa oleh om om jelek itu.." ucapnya.
"Dan Melisa siapa yg menjemputmu hari ini?" tanya Diana.
"Tidak tahu kak.." ucap Melisa.
"Oke.. ikut kakak pulang ya nanti kakak hubungi om Kenneth mu.." ucap Diana.
"Iya kak, aku mau ikut.." ucap Melisa.
Diana pun membawa kedua bocah itu pulang dan menghubungi orang tua mereka. Jojo pun terkejut dan langsung pulang menuju rumah Diana. Begitu juga dengan Kenneth yg sedang panik mencari Melisa pun langsung menuju ke lokasi yg ditunjukkan Diana.
Tapi kedua bocah tersebut sedang bermain bersama di taman. Diana juga sudah memberi mereka makan siang sembari menunggu jemputan orang tua mereka.
"Eve.." teriak Jojo.
"Daddy.." ucap Eve.
"Kau tidak apa?" tanya Jojo.
"Aku tidak apa, kan ada kak Diana yg menyelamatkanku.." ucap Eve.
"Terimakasih Diana, aku bahkan tak tahu kalau Eve belum pulang." ucap Jojo.
__ADS_1
"Tak masalah uncle.. Untungnya aku sedang berada disana saat Eve menangis" ucap Diana.
"Baiklah, aku akan membawa Eve pulang.." ucap Jojo.
"Baik uncle.." ucap Diana.
"Eve, ingat pesan kakak tadi.." ucap Diana.
"Iya kak, Eve akan ingat.." ucap Eve.
"Byee eve.." ucap Diana dan juga melisa.
"Byee.." ucap Eve lalu pulang bersama Dadddy-nya.
Tak berapa lama Kenneth datang dengan panik. Ia pun memanggil Diana dan Melisa.
"Permisi.. Diana.." ucapnya.
Diana pun keluar untuk memeriksa.
"Kapt, kau sudah tiba.." ucap Diana.
Melisa pun keluar dan memeluk omnya. Ia tadi sangat ketakutan akan dibawa kabur oleh penculik tersebut.
"Apa yg terjadi?" tanya Kenneth.
"Melisa dan Eve hampir diculik.. tapi penculiknya sudah tertangkap.." ucap Diana yg lalu menjelaskan kronologis kejadiannya.
Kenneth pun berterimakasih pada Diana, dan langsung berpamitan karena ibu Melisa sedang panik. Diana pun senang bisa mencegah penculikan karena tak ingin nasib saudaranya menimpa ke anak-anak lain.
Setelah Kenneth pergi, Sofia dan Alfi pun tiba. Mereka langsung mengajak Diana berbicara di dalam.
"Ada apa mom.. Dad..?" tanya Diana.
"Kau akan mom jodohkan pada rekan bisnis mom.." ucap Sofia.
JEDERRRR..! Bak petir menyambar, Diana pun terkejut mendengarnya. Namun, sedetik kemudian ia menolak.
"Maaf mom, dad.. aku tidak bisa kalian jodohkan.." ucap Diana.
"Kenapa? kau mau sampai kapan mengoleksi para pria?" tanya Sofia.
"Mom langsung ke intinya, bukan itu yg mom permasalahkan bukan?" tanya Diana.
"Kau memang pintar.." ucap Sofia.
"Sayang sudah kubilang ini ide buruk.." ucap Alfi.
"Tidak aku akan mencegah hal buruk pada Diana." balas Sofia.
"Mom, aku takkan menikah jika terus dijodohkan.. aku bersumpah.." ucap Diana.
"Kau akan dalam bahaya jika terus ada di SHIELD.." ucap Sofia.
"Bukankah mom masih bertahan hingga kini?"ucap Diana.
"Mom tak mau kau menanggung permasalahan mom dan SHIELD.." ucap Sofia.
"Aku yg akan menyelesaikannya.. aku tak suka lari dari masalah.." ucap Diana.
"Kau temui dulu pria itu.. baru kita putuskan.." ucap Sofia.
"Terserah mom saja, bertemu atau tidak takkan mengubah keputusanku.." ucap Diana pergi meninggalkan kedua orangtuanya.
"Sudahlah sayang jangan memaksanya.. " ucap Alfi.
"Tapi, dia bisa terus berada dalam bahaya, kemarin dia hampir dibakar hidup-hidup bagaimana aku bisa tenang?" tanya Sofia.
"Sayang, bukan ini jalannya.. biarlah Diana yg mencari jalannya sendiri.." ucap Alfi.
"Baiklah, tapi biarkan ia bertemu dengan pria tersebut. Semua ini agar Diana tak lagi mengoleksi pria.. " ucap Sofia.
"Baiklah, tapi jangan memaksanya.." ucap Alfi.
__ADS_1