Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.159


__ADS_3

Hari demi hari pun terlewati hingga tak terasa sudah hari ke-empat mereka ada di bali. Itu tandanya mereka harus pulang sore ini. Tak mau membuang waktu-waktu terakhir, Sofia dan Alfi memutuskan jalan-jalan dan membeli pernak-pernik untuk oleh-oleh.


"Sofia sebelum pergi ayo kita jalan-jalan dan cari oleh-oleh sebelum pulang.." ucap Alfi.


"Tentu.. " balas Sofia padahal Eva sudah membeli banyak oleh-oleh.


Mereka pun pergi berdua menuju tempat oleh-oleh, tapi sebelum itu mereka mampir ke pantai untuk yg terakhir kalinya sebelum pergi. Mereka ingin berfoto disana untuk memori kenangan sebelum menikah. Setelah puas, mereka pergi ke deretan toko oleh-oleh.


Sementara Kenan, ia mulai dekat dengan Alice. Mereka setiap hari bertemu untuk sekedar makan bersama, awalnya dengan dalih menemani Alice karena yg lain sibuk dengan pasangan masing-masing. Dan diantara mereka mulai tumbuh benih-benih cinta, walau Kenan masih belum yakin.


"Kak apa kakak punya pacar?" tanya Alice saat mereka sedang makan bersama.


"Tidak, aku tak punya waktu untuk itu.." jawab Kenan.


"Tapi pernah kakak pernah menjalin hubungan kan?"tanya Alice.


"Ya, mungkin.. tapi aku tak serius jadi aku tak menganggapnya benar-benar pernah punya hubungan dengannya." balas Kenan.


"Serumit itukah?" tanya Alice bingung.


"Lebih tepatnya, terjalin karena hubungan kerjasama.. semacam pacaran kontrak.." ucap Kenan.


"Whattt?? ko-kontrak.. Eh.. maaf kak aku hanya terkejut.." ucap Alice terkejut.


"Memang begitu adanya.. aku tak tertarik dan saat kontraknya berakhir maka berakhir juga hubungan diantara kami.. kau sendiri?" balas Kenan.


"Aku beberapa kali menjalin hubungan dengan pria, tapi sayangnya tak ada yg serius.. apalagi mereka hanya ingin kontak fisik dalam hubungan." ucap Alice.


"Kontak fisik maksudnya??" tanya Kenan tak paham dan mengernyitkan dahi.


"Ya begitu, berhubungan.." ucap Alice memberi signal pada tangannya.


"Apa?? lalu apa kau menurutinya?" tanya Kenan serius.


"Tentu saja tidak.. makanya semuanya tak berjalan lama.." ucap Alice.


"Syukurlah.. dan pria yg diresto mu tempo hari?" tanya Kenan.


"Itu juga salah satunya.. karena aku tak menginginkannya ia berselingkuh dengan wanita lain dan aku meninggalkannya.." ucap Alice.


"Baguslah, pilihan yg tepat.. kabari aku jika si bre****ek itu mengganggumu lagi.." ucap Kenan kesal.


"Ya kak.. tapi kakak tak perlu sekesal itu semuanya sudah lewat dan aku tak dirugikan apapun.." balas Alice.


"Ya Alice aku tahu.. aku minta kau jangan lagi bekerja sebagai model apalagi untuk pakaian minim.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Iya kak, aku juga sudah berhenti, kontrakku hanya dengan perusahaan kakak itupun untuk brand tas.." ucap Alice.


"Iya kalau itu aku setuju.." balas Kenan.


"Alice kau akan hadir bersamaku kan nanti saat pernikahan kakakku.?" tanya Kenan.


"Ya tentu.. memangnya kenapa aku kan sudah setuju.." ucap Alice.


"Baguslah.. aku takut kau berubah pikiran.." ucap Kenan.


"Memangnya kenapa?" tanya Alice.


"Kakakku memintaku untuk datang bersama seorang wanita.." ucap Kenan.


"Jadi ini permintaan kak Sofia?" tanya Alice.


"Dia hanya memintaku membawa seorang wanita, tapi karena kau sudah bersedia jadi aku akan pergi bersamamu.." ucap Kenan.


"Oh begitu.." balas Alice lesu.


"Kau marah Alice?" tanya Kenan.


"Tidak apa, aku hanya lelah.." balas Alice.


"Apa kau sakit??" tanya Kenan khawatir.


"Apa aku berbuat kesalahan??" gumam Kenan dalam hati.


Sementara Alice, ia sangat kecewa karena Kenan hanya memanfaatkannya saja. Ia pikir Kenan mulai membuka hatinya, tapi ternyata ia hanya menuruti keinginan kakaknya. Alice pun merasa sedih dan menangis semdirian di kamar hotel. Ia pun tertidur setelah lelah menangis dan membereskan semua barang-barangnya yg tersisa.


Dan Kenan terus kepikiran akan sikap Alice. Ia tak tahu apa yg Alice pikirkan karena sikapnya langsung berubah saat mendengar alasannya mengajak Alice pergi bersama di pernikahan kakaknya. Kenan yg sedang resah pun memberanikan dirinya untuk bertanya pada Kevin.


"Kevin bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Kenan.


"Ya tuan, silahkan.." ucap Kevin mendengarkan.


"Mengapa wanita sangat sensitif pada kata-kata.. bahkan mereka enggan menjelaskan perubahan sikapnya atau jika seseorang yg diajak bicara berkata salah..?" tanya Kenan panjang lebar.


"Mungkin mereka sedang datang bulan.." jawab Kevin enteng.


"Benarkah begitu??" tanya Kenan bingung.


"Ya tuan, bahkan ada pepatah mengatakan jika wanita selalu benar, jika mereka menabrak tembok sekalipun temboknya yg bersalah.." ucap Kevin.


"Wow.. hebat sekali wanita itu.." ucap Kenan mengernyitkan dahi.

__ADS_1


"Wah apa anda sedang dekat dengan seseorang..?" tanya Kevin.


"Mungkin.." balas Kenan sambil berlalu membuat Kevin bingung.


"Tuan Kenan aneh sekali.." gumamnya dalam hati.


Sementara Kenan mengingat-ingat sikap Sofia yg kadang sensitif. Bahkan kadang-kadang kakaknya itu sangat menyeramkan saat sedang marah-marah. Ia pernah memegoki kakaknya marah-marah karena camilan kesukaannya habis, lalu mobilnya yg mogok dan Sofia menendang bannya, sampai shamponya habis saat sedang mandi dan berteriak hingga ia dapat mendengarnya dari luar. "Mungkin Alice juga sama seperti kakak, jadi aku tak bersalah.." gumam Kenan dalam hati.


Saat waktunya pulang, semua sudah bersiap dengan kopernya masing-masing. Para pengawal pun membawanya ke dalam pesawat. Dan mereka satu persatu naik ke pesawat. Sofia melihat Alice yg nampak murung dan mendekatinya.


"Ada apa Alice?" tanya Sofia.


"Tidak ada kak.." jawab Alice.


"Alice aku mengajakmu kemari untuk bersenang-senang, tapi kenapa wajahmu ditekuk begitu?? apa liburannya kurang?? kau bisa tinggal beberapa hari nanti aku bilang ke ibuku untuk pinjam pesawatnya untuk menjemputmu.." ucap Sofia.


"Tidak kak, aku senang bisa kemari.. sungguh.." balas Alice.


"Atau ada yg berani macam-macam padamu? Katakan siapa orangnya biar kupatahkan lehernya.." ucap Sofia.


"Sungguh kak, aku tak apa.. aku hanya kecewa saja.." ucap Alice.


"Siapa yg membuatmu kecewa??" tanya Sofia.


"Tidak bukan begitu, aku kecewa harusnya aku punya pasangan agar tidak sendirian saat sedang liburan.." ucap Alice yg didengar oleh Kenan.


"Oh begitu, sepertinya aku tidak peka.. maafkan aku Alice aku hanya ingin mengajakmu untuk have fun dan tak memikirkan perasaanmu.." ucap Sofia.


"Tidak apa kak.. nanti aku akan mencari pasangan saja agar tak kesepian jika sedang liburan.." ucap Alice mengetes Kenan.


"Kalau sudah ada kenalkan padaku, atau beritahu aku agar kita tahu latar belakangnya dan pria itu tak berani menyakitimu.." ucap Sofia.


"Baik kak, kau memang paling mengerti aku.." ucap Alice.


"Ya.. katakan saja jika kau butuh bantuanku.." ucap Sofia.


Dan Sofia pun duduk disamping Alice. Ia melihat sekeliling, nampak Jojo tak ada di pesawat.


"Tunggu Jojo dimana?" tanya Sofia.


"Oh, Jojo bilang ia masih ingin liburan karena 3 hari terakhir ia belajar perusahaan.. nampaknya ia sedang merajuk pada Daddy-nya.." ucap Kenan.


"Yasudah, biarkanlah.. biar daddy-nya yg akan menjemputnya.." ucap Sofia tersenyum begitu juga dengan yg lainnya ikut tersenyum mendengar pernyataan Kenan.


Sementara Jojo sedang menikmati pantai di atas kapal sederhana bersama bodyguardnya.

__ADS_1


"Enak saja aku pulang, aku kesini untuk liburan.. dan Daddy malah menyuruhku belajar bisnis setiap hari.." gerutu Jojo sambil menikmati suasana di atas kapal yg ia sewa.


__ADS_2