
Alfi pun menceritakan segalanya pada Bima. Alfi juga bercerita tentang rumah sakit miliknya dan juga kedekatannya dengan Sofia.
"Kenapa kau baru memberitahukannya?" tanya Bima.
"Soal rumah sakit karena aku ingin memberikan ibu kejutan.. lalu soal Sofia karena masalahnya belum selesai aku berjanji takkan mempersulit rencananya.. apalagi sekarang Sofia akan menikah secara terburu-buru." ucap Alfi.
"Baiklah aku mengerti, siapa yg membantumu kali ini?" tanya Bima.
"Tuan Sean Anderson.. " jawab Alfia.
"Sean?? itu kenalanku dan aku cukup akrab dengannya, bagaimana kalian bertemu?.. " tanya Bima.
"Aku mengoprasi penyakit tumor anaknya dan kini anaknya sembuh, lalu dia menemuiku ingin berterimakasih dan membalas jasaku.." ucap Alfi.
"Jadi kau ingin membantu Sofia?" tanya Bima.
"Ayah kan sudah tahu tujuannya.. tapi ini rahasia, karena Sofia dan Kenan sedang terpojok.." ucap Alfi.
"Baiklah aku mengerti.. aku akan meminta anak buahku untuk bersama tuan Sean.." ucap Bima.
"Terimakasih ayah, sekarang pasti Sofia mau tidak mau harus mengadakan pesta pernikahan.. entah apa yg akan terjadi saat ini.." ucap Alfi.
"Itu berita buruk Al, aku yakin SHIELD akan hancur jika mereka menikah.." ucap Bima.
"Kita harus membantunya ayah.. " ucap Alfi.
Lalu mereka pun mengobrol sejenak, dan Bima menaruh orang kepercayaannya pada Sean. Bima pun pulang ke Indonesia dan tetap diam sembari melihat kondisi yg sebenarnya.
Begitu tiba di Indonesia Bima sudah melihat raut wajah Satria yg sangat stress yg ia sangat tahu alasannya. Rasanya Satria terlihat sangat ingin membunuh seseorang.
"Senior kau tak apa?" tanya Bima.
"Bagaimana mungkin aku tak apa? kau sudah tahu kan beritanya?" tanya Satria.
"Iya senior, tapi nampaknya kita harus bergerak menyelamatkan Alice agar terbebas dari tekanan ini.." ucap Bima.
"Aku juga berpikir begitu, tapi Sofia sudah menandatangani perjanjian gila karena ia tak ingin di mafia gila itu menyakiti Alice.." ucap Satria.
"Sungguh pasti nona sangat berhati-hati dengan masalah ini.." ucap Bima.
"Iya, dia hanya memintaku untuk tetap diam dan menunggunya.." balas Satria.
"Laporan yg kau lakukan waktu kemarin bagaimana?" tanya Bima.
"Aku sudah menghentikannya dan kau lihat kan di berita agentnya sudah dibunuh, kau pasti tahu juga siapa pembunuhnya." ucap Satria.
"Benar-benar rumit.." ucap Bima.
"Ya.. kau jika ada sesuatu yg ingin dikatakan katakan saja, aku sedang butuh saran.." ucap Satria.
"Tidak, aku belum punya.. nanti pasti kukatakan senior.." ucap Bima.
"Oke.. aku harus menyelesaiakan pekerjaanku dan mempersiapkan pernikahan gila Sofia" ucap Satria.
☘☘☘
__ADS_1
Sementara Kenan dan Sofia sedang berbicara mengenai Alice.
"Kak jika dibiarkan Vall akan terus menekanmu.." ucap Kenan.
"Aku juga tahu, aku sekarang sedang berfikir bagaimana dan dimana Alice berada.." ucap Sofia.
"Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu.. CCTV nya benar-benar sudah bersih.." ucap Kenan.
"Aku akan mencaritahu lewat Vall.." ucap Sofia..
" Jangan, pasti dia akan berbohong sebelum kalian menikah.." ucap Kenan.
"Aku harus punya mata-mata orang dalam.. tapi siapa ya..?? ahh Chris..!" ucap Sofia.
"Ya pria itu pasti akan membantu.." ucap Kenan.
Langsung saja Sofia menelponnya dan mengajak bertemu, hingga Chris pun bingung akan situasinya kini.
"Ada apa ini?" tanya Chris saat tiba di restorant tepatnya di ruang privat.
"Chris, kau tahu bukan adikku yg bernama Alice.." ucap Sofia.
"Yang kemarin kan, aku tahu tapi wajahnya tidak begitu ada apa?" tanya Chris.
"Ya benar, dia dipindahkan secara diam-diam.. ini fotonya.." ucap Sofia menyerahkan ponselnya pada Chris.
"Gadis yg cantik.. lalu apa tugasku..?" tanya Chris.
"Ck.. jangan macam-macam.." ucap Kenan.
"Sudah hentikan, tugasmu cari tahu dimana ia berada kau kan masih keluarga Felix." ucap Sofia.
"Hhh.. bagaimana ya aku bahkan sudah tak tinggal dirumah itu lagi.." balas Chris.
"Jadi kau tak mau membantu kami? mau kucabut sahamku..?" tanya Kenan.
"Bukan begitu, Vall itu juga jarang ada di rumah utama.. " ucap Chris.
"Kau bisa berpura-pura menjenguk keluargamu.. dengan membawa makanan atau apa sebagai bentuk perhatian.." ucap Sofia.
"Baiklah Sofia aku tak mampu menolak kalian, apalagi Kenan .." ucap Chris.
"Ya kau pulanglah dan sapa keluargamu secara normal.." ucap Sofia.
"Ya aku mengerti, ayahku juga kemarin memintaku datang.." ucap Chris.
"Bagus kalau begitu kau tak perlu alasan lain.." ucap Kenan.
"Ya tuan Kenan jadi jangan ancam dengan sahammu lagi.. oke.." ucap Chris.
"Tentu.." ucap Kenan puas.
Dan mereka pun berbincang masalah Sofia dengan Chris. Chris pun turut prihatin akan yg terjadi pada Sofia. Ia tak menyangka kalau adik tirinya akan sejahat itu. Hingga ia memutuskan akan datang ke kediaman Felix besok.
☘☘☘
__ADS_1
Keesokan harinya Chris tiba di rumah besar tempatnya tumbuh dengan baik dan juga kenangan buruk tentang ibunya. Ia masuk ke dalam dan disambut oleh beberapa penjaga.
Chris datang dengan membawa anggur kesukaan ayahnya. Dan ia langsung masuk ke dalam rumahnya. Saat masuk ia melihat ada wanita tinggi dengan tubuh proporsional sedang dimarahi. Wanita itu juga terlihat cantik walaupun sebagai asisten rumah tangga.
"Kau ini dasar tidak becus, lihatlah piring-piring ini pecah..!" ucap kepala pelayan.
"Maaf.. aku tak sengaja.." ucap Alice menangis.
Ya Alice dimarahi lantaran ia memecahkan piring-piring besar dan berat. Padahal itu harusnya menjadi tanggungjawab laki-laki, dan Alice nampaknya sedang dikerjai.
Chris pun terkejut saat melihat wajahnya, ia langsung teringat pada foto yg diperlihatkan Sofia padanya.
"Dia Alice kan, adiknya Sofia.." gumam Chris dalam hati.
Chris pun datang menghampiri.
"Ada apa ini kepala pelayan?" tanya Chris.
"Tuan wanita ini memecahkan piring.." ucapnya.
"Berapa harganya? biar aku ganti, kasihan dia pasti anak baru.." ucap Chris mengeluarkan uangnya di dompet.
"Ya tuan, dia memang anak baru.. walaupun pintar memasak tapi ia sangat lemah.."
"Sudahlah, aku sudah menggantinya dan cepat bereskan.. apa kalian memang tidak ada kerjaan??" tanya Chris..
"Baik tuan .." balasnya. "Apa ini benar tuan Chris? nampaknya dia banyak berubah.." gumam kepala pelayan tersebut.
"Kau bereskan, jangan ada yg tersisa karena berbahaya.." ucap kepala pelayan pada Alice.
Sementara Chris pergi begitu saja tanpa menyapa Alice padahal ia ingin berterimakasih. Tanpa membuang waktu Chris mengeluarkan ponselnya dan mengirim foto Alice yg sedang dimarahi pada Kenan dan Sofia. Sontak kedua kembar bersauda itu terkejut melihat Alice dijadikan pelayan di rumah Chris.
"*Dasar %$!$@%@%%@! " umpat Kenan.
"Mafia $@%@^^#^..! " umpat Sofia*.
Kemudian Chris menemui ayahnya dan menyerahkan anggur mahal tersebut.
"Ayah aku datang.." ucap Chris seraya memperlihatkan anggur kesukaan ayahnya.
"Akhirnya kau datang juga.. dan kau paling tahu kesukaanku.." ucap Felix.
"Ya aku paling tahu itu.." ucap Chris tersenyum.
"Akhirnya kau mau kembali kemari, ayah sudah lama tak berbicara denganmu ditaman.." ucap tuan Felix mengajak Chris ke taman.
"Jadi bagaimana bisnismu?" tanya Felix.
"Baik ayah, aku nyaman dengan bisnisku.. walaupun tidak besar tapi cukup untukku.." ucap Chris.
"Maafkan ucapan ayah kemarin , ayah kesal karena melihatmu tak pulang kerumah. Tapi sekarang ayah sadar dan senang melihatmu hidup dengan baik.." ucap Felix.
"Ya tentu, aku belajar bisnis dari ayah.." ucap Chris berbincang dengan ayahnya sembari terus tersenyum.
Mereka pun mengobrol hingga tak ingat waktu. Lalu Chris pamit dan berjanji akan datang mengunjungi ayahnya. Felix juga memberitahu bahwa adiknya akan menikah pada Chris. Chris pun tak terkejut karena adiknya memang sudah bertunangan. Akhirnya hubungan Chris dengan ayahnya membaik. Dan saat ia pulang, ia melihat dari kejauhan Alice nampak bekerja di dapur. "Kasihan sekali gadis itu.." gumam Chris dalam hati.
__ADS_1