
Fita pun menuruti keinginan Diana dan ia dibawa oleh Kim menuju ke hotel yg sudah disediakan. Sekitar rumah Fita juga sudah diamankan oleh anak buah Kim. Dan Kim juga diminta untuk menjaga Fita hingga kasus ini berakhir.
"Nona ini kamar anda.. selamat beristirahat.." ucap Kim menyerahkan kunci kamar.
"Terimakasih tuan Kim.. anda juga selamat beristirahat.." ucap Fita.
Fita pun masuk ke kamarnya dan Kim juga masuk ke kamar yg sudah dipersiapkan. Mereka beristirahat karena sudah mengalami hari yg berat, belum lagi besok pasti takkan mudah.
Diana pun merasa lega setelah Fita baik-baik saja dan sedang diawasi Kim di hotel milik S Group.
"Kim.. awasi sahabatku, besok adalah hari penting.." pinta Diana lewat sambungan telepon.
"Baik nona, untuk saat ini keadaan aman terkendali.." ucap Kim.
"Bagus, kau juga istirahat besok kita harus hadir di persidangan.." ucap Diana lalu mengakhiri panggilan.
Diana yg sedang menelpon pun tanpa sadar diperhatikan Kenneth.
"Kau itu lebih perhatian pada Kim daripada aku.." ucap Kenneth.
"Tentu, dia sangat berguna bagiku.." ucap Diana.
"Ck.. lalu aku?" tanya Kenneth.
"Lumayan berguna juga.. untuk menghilangkan mood ku yg buruk.." ucap Diana.
"Dasar.. Bagaimana kondisimu dan calon anakku?" tanya Kenenth.
"Kami baik-baik saja.. " ucap Diana tersenyum.
"Cepatlah besar.. aku ingin bertemu denganmu.." uca0 Kenneth mengelus perut Diana yg masih rata.
"Ini baru beberapa minggu, sabarlah nanti dia juga pasti tumbuh besar dan bisa melihat dunia bersama kita.." ucap Diana.
"Sayang kapan kau akan periksa kandungan.?" tanya Kenneth.
"2 minggu lagi.. ada apa?" tanya Diana.
"Aku ingin mendengar detak jantungnya dan juga sudah sebesar apa dia sekarang.." ucap Kenneth.
"Memangnya bisa?" tanya Diana.
"Ck.. kau itu harusnya lebih tahu, tentu saja.. " ucap Kenneth.
"Aku tidak tahu hal itu, kau sendiri tahu darimana? jangan-jangan kau.." tanya Diana dengan mengintimidasi.
"Buang pikiran negatifmu, aku dulu menjaga kakakku saat sedang hamil Melisa jadi aku tahu banyak.." ucap Kenneth menunjuk kening Diana.
"Baiklah, awas saja jika ada wanita yg mengaku-ngaku pernah tidur denganmu.." ucap Diana.
"Pasti tidak ada.. " ucap Kenneth.
"Jangan bohong, mantan kekasihmu bilang padaku.." ucap Diana.
"Siapa? Julia?" tanya Kenneth.
"Jadi benar.." ucap Diana.
"Dia hanya berbohong, justru dia selingkuh karena aku tak mau melakukannya dan dia melakukannya dengan pria lain.." ucap Kenneth.
"Kau tidak bohong kan..?" tanya Diana dengan tatapan tajam.
"Sumpah.. aku tidak berbohong sayang.." balas Kenneth.
"Baik.. " ucap Diana.
"Kau mau minum susu?" tanya Kenneth.
__ADS_1
"Yasudah buat rasa strowberry.." ucap Diana.
"Baik nyonya.." balas Kenneth.
Selepas Kenneth pergi Diana pun tersenyum karena berhasil membuat Kenneth yg super galak itu menjadi pelayannya. Diana masih mengingat dengan jelas seberapa galak Kenneth saat masih berada di tim alfa. Dan bagaimana Diana dihukum hanya karena telat 1 menit.
"Haha.. entah mengapa aku puas sekali, seperti membalaskan perbuatan galaknya dulu.. apa kau menginginkan ini nak?" gumam Diana dalam hati.
Tak berapa lama Kenneth pun tiba dengan membawa susu rasa strowberry yg Diana inginkan.
"Silahkan diminum ratuku.." ucap Kenneth.
"Entah mengapa aku geli setiap kali kau berbicara manis begitu.." ucap Diana tersenyum.
"Memangnya ada yg salah?" tanya Kenneth.
"Biasanya kau itu berkata pedas seperti sambel ayam geprek level 10.." ucap Diana.
"Ck.. mulutku disamakan dengan sambal.." ucap Kenneth.
"Nah kurang lebih begitulah ekspresimu.. tapi itu masih level rendah.." ucap Diana tersenyum.
"Senang sekali ya kau menggodaku?" tanya Kenneth.
"Bukan menggoda tapi mengejek.." ucap Diana jujur.
"Kalau kau tidak sedang hamil saja, sudah.." ucap Kenneth tak meneruskan ucapannya.
"Sudah apa? aku tahu apa yg kau pikirkan.." ucap Diana.
"Memangnya apa?" tanya Kenneth.
"Tentu saja itu, dan kau sadar tidak 8 minggu lalu itu bertepatan dengan pertama kalinya kita melakukannya.. Bisa-bisanya aku hamil dalam sekali perbuatan." ucap Diana menepuk jidatnya.
"Berarti aku cukup berkualitas.." ucap Kenneth bangga.
"Kan jadi ramai rumah kita.." ucap Kenneth.
"Tidak mau, kau pikir hamil melahirkan itu mudah?" tanya Diana.
"Oke..oke.. tenang aku hanya bercanda. " ucap Kenneth.
"Sudah diminum susunya.. " ucap Kenenth.
"Aku mendadak ingin rasa coklat.." ucap Diana.
"Besok aku belikan, malam ini minum yg ini saja.. " ucap Kenneth.
"Tidak mau.. aku ingin rasa coklat.." ucap Diana.
"Kau bilang ingin rasa ini tadi.. adanya hanya ini.." ucap Kenneth.
"Hiks..hiks.. aku mau rasa coklat.. pokoknya malam ini harus ada.. kalau tidak aku tak mau makan apapun.." ucap Diana membuat Kenneth frustasi.
"Baiklah, aku akan membelikannya.." ucap Kenneth setelah melihat mood Diana yg tiba-tiba berubah dengan cepat.
"Aku ikut.." ucap Diana.
"Oke.. pakai jaketmu ini dingin.." ucap Kenneth.
"Ya.." balas Diana senang dan langsung bersiap.
Sementara Kenneth harus esktra sabar karena ia tahu bagaimana hormon ibu hamil yg begitu mudah berubah-ubah. Kemudian mereke pergi ke swalayan terdekat. Dan begitu tiba disana, Diana malah jadi belanja banyak makanan.
"Katanya hanya mau beli susu.." ucap Kenneth.
"Kelihatannya camilan ini enak.." ucap Diana mengisi keranjangnya dengan banyak camilan. Dan Kenneth pun hanya menggaruk kepalanya melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
Saat sedang berkeliling di rak camilan, baik Diana maupun Kenneth merasa kalau mereka diikuti.
"Kau merasakannya?" bisik Kenneth.
"Ya.. arah kanan dan kiri.. jaket hitam dan juga topi biru.. " bisik Diana.
"Kau diam saja, biar aku yg mengatasinya." ucap Kenneth.
"Oke.." balas Diana.
Mereka pun menuju ke meja kasir, tapi kedua orang tersebut menghadang mereka dari depan dan belakang.
"Diam, dan ikuti kami.." ucap pria dihadapan Diana.
"Kalian takkan bisa kabur dari kami.." ucap pria dibelakang Kenneth.
"Oh ya?? " tanya Diana yg langsung mendorong troli belanjanya dengan sekuat tenaga membuat pria itu terdorong dan jatuh.
Kemudian Diana mengambil tepung secara sembarang dan membukanya lalu menaburkannya ke wajah pria tersebut.
Brakk..
"Ups.." ucap Diana tersenyum melihat pria itu berlumur tepung dan juga matanya tak bisa melihat terkena tepung.
"Mataku.." ucap pria tersebut.
"Pffff.. " balas Diana lalu tak berhenti sampai disitu.
Diana pun pergi ke rak telur dan melemparkan telur ke wajah pria tersebut.
plokk..plokkk..plokk..
"Hihi.. kau seperti adonan kue.." ucap Diana.
Sementara Kenneth ia memukul pria dibelakangnya hingga pingsan lalu menuju ke arah Diana yg sedang mengerjai pria tersebut.
"Astaga.." ucap Kenneth menutup mulutnya.
"Sayang apa yg kau lakukan..?" tanya Kenneth.
"Aku hanya membuat wajahnya putih dan glowing. Tapi karena yg ada hanya tepung dan telur ya pakai 2 bahan itu saja.." ucap Diana tersenyum.
"Maaf tuan, nyonya ada apa?" tanya manager swalayan.
"Maaf pak.. mereka mengikuti kami dan mengancam kami.." ucap Kenneth lalu ia meminta untuk diputarkan cctv untuk membuktikannya.
Setelah insiden tersebut, Kenneth pun membayar ganti rugi atas kekacauan yg Diana lakukan dan mereka berdua meminta maaf. Sedangkan kedua orang tersebut ditahan dan dibawa ke pihak berwajib.
Anehnya Diana justru bahagia setelah melakukannya.
"Bye.. kalau kau mengunjungi aku lagi akan ada banyak telur diwajahmu.." ucap Diana tersenyum senang.
"Hhh.. kau ini ada-ada saja.." ucap Kenneth.
"Aku merasa puas mengerjai mereka.." ucap Diana.
"Ya, yg penting bukan melakukan hal buruk.." ucap Kenneth.
"Sepertinya anakmu ini sangat jahil.. " ucap Diana mengelus perutnya.
"Yasudah sekarang kita pulang dan kau minum susu yg kau inginkan." ucap Kenneth.
Tapi sesampainya di rumah, justru Diana malah meminum susu yg tadi Kenneth buat. Dengan menambahkan sedikit es batu agar terasa segar.
"Sayang, kenapa kau minum yg itu katanya mau rasa coklat." ucap Kenneth.
"Rasanya segar jika ditambah es batu.. Yg coklat untuk besok saja.." ucap Diana santai menikmati susu dingin dan camilannya.
__ADS_1
Lagi dan lagi kesabaran Kenneth diuji oleh calon anaknya. "Nak, kau ini suka sekali mengerjaiku.." gumam Kenneth dalam hati.