
Diana pun malah bertukar cerita tentang tim alfa dengan Kenneth. Mereka pun berdiskusi tentang sebuah misi, dan juga kondisi-kondisi darurat. Terutama dalam pengambilan keputusan.
"Kenn harusnya kau masih di SHIELD.." ucap Diana.
"Ya, tapi tanggungjawab ini harus diatasi secepatnya.." ucap Kenneth.
"Memangnya tak ada orang lain?" tanya Diana.
"Tidak, kakakku perempuan dan sudah punya anak.. Dan kakekku menaruh harapan besar padaku.." ucap Kenneth.
"Oh begitu, kupikir kau bosan bekerja di SHIELD.." ucap Diana.
"Sejujurnya aku berencana bertahan 1-2 tahun lagi, tapi kondisi kakekku sudah semakin parah membuatku tak bisa menundanya lagi.." ucap Kenneth.
"Oh jadi itu alasanmu, maaf waktu itu aku sempat tak menerima keputusanmu" ucap Diana.
"Aku bisa mengerti, karena selama ini tim kita selalu kompak, jika tiba-tiba aku menghilang pasti tidak mudah menerimanya." ucap Kenneth.
"Kau benar, dan tim alfa yg sekarang cukup kesulitan menghadapi berbagai situasi.." ucap Diana.
"Kenapa tidak kau saja?" tanya Kenneth.
"Aku tidak mau dihubungkan dengan anak dan cucu pemilik SHIELD. Bahkan ibuku memintaku menggantikan posisinya tahun depan.." ucap Diana.
"Benarkah?" tanya Kenneth.
"Ya itu benar, tapi ini rahasia ya.. aku bahkan belum mengiyakan.." balas Diana.
"Ada bagusnya kau tak mrngambil posisi kapten karena akan merubah banyak formasi jika kapten berubah-ubah." ucap Kenneth.
"Pokoknya begitulah, kami semua merindukan saat-saat melakukan misi bersamamu.." ucap Diana.
"Aku tahu, makanya aku selalu terbuka jika mereka datang dan ingin berkumpul.." ucap Kenneth.
"Iya.. mereka selalu menantikan liburan panjang untuk bisa berkumpul denganmu." ucap Diana.
"Bagaimana dengan pekerjaan barumu Kenn?" tanya Diana.
"Baik tak ada kesulitan berarti.. aku punya sekertaris yg cukup bisa diandalkan dalam pekerjaan.." ucap Kenneth.
"Baguslah, aku senang jika kau baik-baik saja.." ucap Diana.
"Memangnya kenapa kalau aku tidak baik-baik saja?" tanya Kenneth.
"Aku akan menculikmu dan kembali ke tim alfa.." balas Diana tersenyum.
"Benarkah? haruskah aku terlihat frustasi sekarang?" tanya Kenneth.
"Jangan, aku tak sanggup berbuat kenakalan lagi.. nanti hukumanku ditambah oleh mom.." ucap Diana.
__ADS_1
"Apakah ini karena kau mabuk malam itu?" tanya Kenneth.
"Kau benar.." ucap Diana lalu menceritakan hukuman yg diberikan momnya. Kenneth pun tak terkejut karena ia tahu Sofia sangatlah tegas dan tidak pandang bulu dalam memberi hukuman. Pejabat yg ingin menyuapnya pun dibuat tak berkutik dan menyerah pada hukum.
"Benarkah? yah mom memang luar biasa tegas.. dan setiap minggu aku akan berkenalan dengan pria pilihan keluargaku.." ucap Diana.
"Pasti melelahkan?" tanya Kenneth.
"Ya, kau benar. Rasanya aku ingin menyewa pria tampan yg pandai berakting agar mereka menghentikannya.." ucap Diana.
"Kau tidak sendirian, aku pun begitu.." balas Kenneth.
"Benarkah? kita senasib.. haha.." ucap Diana.
Baik Diana maupun Kenneth pun saling pandang tanda pemikiran mereka sama. Kemudian mereka tersenyum dan membuat kesepakatan.
"Kau pasti tahu apa yg ada di otakku?" tanya Diana.
"Ya.. akting? kau meremehkanku?" tanya Kenneth.
"Baiklah, mari buat kesepakatan.." ucap Diana.
"Tentu saja harus begitu.." balas Kenneth.
Dan mereka pun sepakat untuk menjadi sepasang kekasih tapi hanya didepan keluarga mereka. Dan kata "Deal.." pun terucap dari bibir keduanya seraya bersalaman tanda setuju akan rencana mereka. Mereka pun akan mengatur siasat saat weekend.
"Oke.. apa rencanamu?" tanya Kenneth.
"Nanti saja.. kau pulang dan istirahat aku yg akan merancangnya.." ucap Diana.
"Baiklah, semoga misi kita sukses.." ucap Kenneth.
Mereka pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Kenneth pun merasa berdebar saat mereka mengucapkan kata "Deal.." ia merasa bahagia sekaligus kecewa di saat bersamaan. Karena ia bisa bersama dengan Diana tapi dalam kondisi berpura-pura, serta belum lagi nyonya Sofia mungkin masih kesal akan keputusan yg ia ambil untuk berhenti dafi SHIELD.
"Apa aku bisa menaklukan nyonya Sofia?? sudahlah, yg penting kakek berhenti menjodohkanku.." gumam Kenneth dalam hati.
Karena hanya dengan begitu, Kenneth bisa dekat dan sering bertemu Diana. Mungkin juga dia bisa lebih mengenal Diana secara personal. Jika beruntung, ia harus membuat Diana benar-benar menyukainya agar tak ada pria yg mendekati Diana.
☘☘☘
Keesokannya Diana pun sudah tiba di mall Ff dan menunggu Kenneth. Tak berselang yg ditunggu-tunggu pun tiba.
"Diana.. kau sudah lama menunggu?" tanya Kenneth.
"Lumayan, ayo kita jalan.." ucap Diana.
"Baiklah.." balas Kenneth.
Dan Diana langsung menggandeng lengan Kenneth membuat Kenneth merasa canggung.
__ADS_1
"Sudah santai saja, kita kan sedang berkencan.." ucap Diana.
"Haruskah begini?" tanya Kenneth.
"Agar lebih meyakinkan.." ucap Diana.
Dan mereka pun menuju ke bioskop untuk nonton film. Hal yg paling tidak pernah Kenneth lakukan, tapi akhirnya dia melakukannya bersama Diana. Tak buruk karena buktinya mereka cukup sama dalam hal selera.
"Filmnya bagus kan?" tanya Diana.
"Ya bagus.." ucap Kenneth.
"Sekarang mari kita foto.." ucap Diana.
"Foto?" tanya Kenneth bingung.
"Sebagai bukti kalau kita berkencan.. masa kau tidak paham.." ucap Diana.
Kenneth dan Diana pun berfoto tapi ekspresi Kenneth masih kaku. Hingga Diana mengajarinya berpose bahkan sampai meminta pegawai sekitar untuk memfoto mereka.
"Sini akh ajari.." ucap Diana melingkarkan lengan Kenneth di pinggangnya.
"Apakah tak apa aku begini?" tanya Kenneth.
"Sekarang senyum.." ucap Diana menatap Kenneth yg bertubuh tinggi sampai ia harus sedikit mendongak ke atas.
Kenneth pun menurut saja dan berpose sesuai keinginan Diana. Kemudian Diana mengajaknya ke sebuah resto untuk makan bersama. Tak lupa Diana mengambil gambar mereka sebagai bukti kalau mereka berkencan.
"Banyak sekali foto kita hari ini.." ucap Kenneth.
"Agar semua orang percaya dan terlihat seperti kita benar-benar berkencan.." ucap Diana.
"Kau tidak memiliki perasaan terhadapku kan?" tanya Kenneth.
"Sedikit.." ucap Diana.
"Aku tak bertanggungjawab pada hasil akhirnya.." ucap Kenneth.
"Kalau aku tidak punya sama sekali malah aneh karena kita bisa seakrab ini.." ucap Diana.
"Ada benarnya juga sih.." ucap Kenneth.
Mereka pun menjalani kencan hari itu, dan Diana meminta Kenneth untuk menyimpan foto-foto mereka agar bisa ditunjukkan pada kakeknya agar menghentikan perjodohan mereka.
Kenneth pun tak terpikir cara ini karena selama ini ia hanya bekerja dan bertarung tanpa memikirkan cinta. Ia memiliki rasa trauma karena pernah diselingkuhi oleh sahabatnya sendiri. Lalu ia memilih untuk bertahan di SHIELD yg membuatnya nyaman hingga akhirnya bertemu Diana.
Setelah pulang kencan, Kenneth menatap layar ponselnya yg dipenuhi foto kencannya dengan Diana. Lalu ia tersenyum lebar karena bahagia bisa melakukan hal yg hampir tak pernah ia lakukan beberapa tahun terakhir. Dan nampak wajah Diana sangat senang padahal mereka sedang berakting. Hingga Kenneth berfikir kalau Diana adalah aktris yg hebat.
"Bagaimana kalau aku berharap banyak? bolehkah??" gumam Kenneth dalam hati.
__ADS_1