Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP254


__ADS_3

1 Jam sebelum acara dimulai Kenneth bingung karena rekannya bilang Diana akan datang. Ia pun melihat tampilannya, yg mulai berantakan.


"Ada apa tuan?" tanya Jack.


"Aku akan menghadiri acara teman-temanku.. tapi tampilanku .." ucap Kenneth.


"Apa ada seorang gadis yg kau sukai?" tanya Jack.


"Bukan begitu, aku hanya ingin mereka tahu kalau aku baik-baik saja di pekerjaan baruku.." ucap Kenneth berbohong.


"Baiklah, aku akan menghubungi Stefan ahli dalam bidang tersebut.." ucap Jack.


"Baiklah Jack, hubungi dia. " ucap Kenneth.


Setelah dihubungi Kenneth pun diminta untuk menemui Stefan di salon miliknya.


"Jack ini salon? aku tidak bisa.." ucap Kenneth.


"Tuan lihat itu ada tulisan untuk pria dan wanita.." ucap Jack.


"Yg benar saja mantan ketua tim alfa pergi ke salon.." ucap Kenneth dengan ego yg tinggi.


"Kalau begitu anda bisa langsung pergi jika tak ada masalah.." ucap Jack membuat Kenneth tak ada pilihan.


"Ck.. kau itu tak memberiku pilihan lain.." ucap Kenneth dengan kata-kata pedasnya.


"Silahkan tuan.." ucap Jack. "Tuan sudah mulai berkata pedas seperti rumornya.." gumam Jack dalam hati.


Kenneth pun masuk dan disambut oleh Stefan.


"Tuan Kenneth silahkan.." ucap Stefan.


"Isabella tolong layani tuan Kenneth.." ucap Stefan.


"Baik tuan.." ucap Isabella manusia jadi-jadian.


"Uuh.. tuan Kenneth kau begini saja sudah tampan, mau gaya seperti apa ?" tanya Isabella membuat Kenneth merinding.


"Yg cocok untuk ke sebuah acara santai.." ucap Kenneth sambil menatap Jack dengan tatapan tajam karena kata-kata Isabella yg membuatnya merinding.


Sementara Jack berusaha menahan tawanya melihat ekspresi tuannya yg sedang digoda Isabella yg notabene adalah manusia jadi-jadian.


"Ulala.. kalau Isa pintar Isa mau deh jadi sekertaris tuan Kenn.." celoteh Isabella.


"Kan lumayan eyke bisa cuci mata tiap hari.." lanjat Isablla.


Sementara Kenneth nampak tegang dan sorot mata yg tajam membuat Isabella semakin merasa tertantang.


"Uuh.. tuan Kenn jangan galak-galak begitu cin.. makin ganteng jadinya.." ucap Isabella tertawa bahagia mendapatkan pelanggan tampan.


"Tuan Kenn sudah selesai.. duhh makin cucok.. Eyke jadi pengen jadi sekertarisnya kalau begini.." goda Isabella.


"Terimakasih.." ucap Kenneth. Satu kata sederhana namun, tak merendahkan siapapun.


"Tuan Kenn jangan lupa tersenyum, kalau tidak nanti para wanita jadi takut.. kecuali eyke, eyke sih makin suka.." balas Isabella.


"Pffff.." Jack pun tak tahan melihat tuannya digoda.


"Ya terimakasih sarannya .." ucap Kenneth.


"Jack, mau kuhajar?" tanya Kenneth.


"Tidak tuan, ampun.." ucap Jack ngeri karena ia tahu tuannya lebih hebat dari dirinya.


"Silahkan tuan Kenneth ini pilihan jas dan setelan terbaik kami.." ucap Stefan.


"Baik aku akan memilihnya.." ucap Kenneth.


Kenneth pun bingung dan bertanya pada Jack.


"Jack bagus yg mana?" tanya Kenneth.


"Yg biru bagus tuan.." ucap Jack.


"Terlalu formal.." ucap Kenneth.

__ADS_1


"Tuan ingin kencan atau ke acara kasual?" tanya Jack.


"Jack kau itu mau tahu saja.." ucap Kenneth lalu memilih kembali. Sia-sia usahanya untuk bertanya pada Jack.


Isabelle pun datang setelah diminta tuan Stefan untuk membantunya.


"Tuan Kenn jangan bingung jangan gundah.. Isa datang dan akan membantu.." ucapnya.


"Baiklah, coba tunjukkan yg terbaik untuk acara santai.." ucap Kenneth.


"Tuan Kenn ini bagus untuk anda, cocok dengan tampilan anda malam ini.." ucap Isabella.


"Terimakasih, kau bisa diandalkan daripada sekertarisku.." ucap Kenneth menatap tajam pada Jack.


"Tuan Jack sabar yeyy.. untung eyke datang.." ucap Isabelle.


Kenneth pun menuju ke fitting room untuk mencoba pakaian yg dipilihkan Isabella. Ia merasa tampilannya jadi lebih baik.


"Wow.. Tuan Kenn anda sangat cucok.." ucap Isabella.


"Anda terlihat lebih baik tuan.." ucap Jack.


"Tema anda pada malam hari ini adalah Tampan dan elegant.." ucap Isabella.


"Terimakasih.." ucap Kenneth datar. Setelah yakin ia langsung membayar dan berterimakasih pada Stefan.


"Maaf tuan, jika Isabella membuatmu tidak nyaman.. memang agak sudah mengubah cara berbicaranya.." ucap Stefan.


"Tidak apa, yg terpenting dia bekerja dengan baik.." ucap Krnneth.


"Terimakasih tuan atas kunjungannya.." ucap Stefan.


"Ya.. sama-sama.." ucap Kenneth.


Kenneth pun keluar dari gedung tersebut dan menghampiri Jack.


"Jack aku akan pergi sendiri, kau naik taksi saja.." ucap Kenneth.


"Tapi tuan.." ucap Jack namun saat melihat raut wajah tuannya ia tak berani menjawab.


"Bagus, jam kerjamu itu sesuai jam kerjaku.. jika aku sudah tidak bekerja maka kau boleh pulang atas ijinku.. " ucap Kenneth.


"Baik tuan.." ucap Jack, walaupun ia sudah diperintahkan menjaga tuannya. Tapi nampaknya tuannya tak butuh penjagaan, karena dia adalah mantan ketua tim alfa, pasukan elit khusus dari SHIELD.


"Tuan Hayes, aku tak pantas menjaga tuan Kenneth karena dia adalah mantan ketua tim alfa yg disegani.." gumam Jack dalam hati.


Setelah melalui berbagai drama saat di salon, Kenneth dengan percaya diri datang menuju ke tempat acara yg diadakan tim alfa. Ia hanya berharap Diana tidak mengabaikannya kali ini.


Dan benar saja, Diana sudah tidak mengabaikannya bahkan kembali berani menggodanya menandakan kalau dirinya sudah menerima keputusan Kenneth. Kenneth pun senang karena tak harus menghindari Diana dan bisa melihatnya tersenyum.


"Ehmm.. Diana boleh kita coba kue buatanmu?" tanya salah satu anggota SHIELD.


"Tentu saja.." ucap Diana.


"Tidak boleh, ini milikku.. kalian kalau mau beli sana.." ucap Kenneth seperti anak kecil.


"Okey.. okeey tenang, itu memang untuk kapten, tapi aku juga bawa untuk kalian.." ucap Diana lalu ia pergi ke arah pelayan untuk mengambilkan kue titipannya.


Tak lama pelayan pun tiba dengan membawa kue buatan Diana. Mereka pun terkejut akan kemampuan Diana yg mahir membuat kue.


"Sepertinya enak.."


"Iya.. aku tak menyangka kalau Diana pandai membuat kue juga.."


"Apa kau mengikuti kelas khusus Diana?"


"Tidak, aku hanya belajar autodidak.. ini hanya sekedar hobi.." ucap Diana.


"Kau terlalu merendah Diana.."


"Ya aku dari kecil sangat suka cake.. jadi aku punya keinginan untuk bisa membuatnya.." ucap Diana.


"Pantas kapten tidak membaginya dengan kita.." ucap mereka lalu tertawa. Apalagi saat Kenneth menatap mereka dengan tajam.


Mereka pun menikmati acara tersebut seraya melepas rindu pada kapten mereka. Walaupun misinya sukses tetap saja tidak komplit jika tidak ada Kenneth dalam perayaannya.

__ADS_1


Dan seperti biasa mereka pergi ke tempat yg bisa meminum alkohol. Diana pun hanya ikut walau ia tahu tak bisa meminumnya.


"Diana kau masih tak kuat minum?"


"Ya.. aku masih belum bisa.."


"Ck.. kau ini payah sekali.. " ucap salah seorang membuat Diana kesal.


"Baik akan aku coba.." ucap Diana.


"Tunggu, jangan paksa dia minum..." ucap Kenneth.


"Kapten biar Diana terbiasa.."


"Sini berikan padaku.." ucap Kenneth merebut gelas Diana dan meminumnya.


Hal itu pun terjadi beberapa kali, hingga Diana kesal dan merebut gelasnya duluan dari tangan Kenneth.


"Kau kalah cepat kapt.." ucap Diana.


Glekk..Gleek.. Satu gelas pun habis. Diana yg tak terbiasa pun langsung bereaksi dan meracau.


"Kaptenku yg tampan, pemandangan indahku di setiap misi, kenapa kau tak ada lagi??" ucap Diana.


"Diana mulai mabuk, bagaimana ini? "


"Kita bisa mati jika nyonya tahu.."


"Diam kalian..!" bentak Diana.


"Dia ternyata lebih galak dari ibunya.." ucap mereka lalu diam.


"Aku merindukan wajah ini.. wajah yg selalu penuh semangat dalam tim.." ucap Diana sembari menatap Kenneth.


"Akh.. Diana lebih baik kau pulang saja.." ucap Kenneth.


"Tidak, belum tentu bulan depan kita bertemu lagi.." ucap Diana.


"Kita masih bisa bertemu.." ucap Kenneth.


"Janji?" ucap Diana menunjukkan jari kelingkingnya.


"Ya aku janji.." ucap Kenneth.


"Baiklah, tapi aku tak bisa membawa mobil karena kepalaku pusing.. " ucap Diana.


"Aku juga sama.." balas Kenneth tersenyum..


"Kapten kau urus Diana ya kami pulang ke hotel.."


"Maaf kapten kami terlalu takut pada nyonya Sofia."


"Ck.. gara-gara kalian aku yg repot.." ucap Kenneth.


"Kau masih saja galak.. tapi membuatku akan merindukan sikap galakmu ini.. " ucao Diana.


"Diana sudah mari kita pulang." ucap Kenneth.


Kenneth pun teringat satu nama dan langsung menghubunginya. Orang itu adalah Brian sepupu Diana. Dan Brian menghubungi Dion karena ia sedang diluar kota. Dion pun datang dan menghampiri Kenneth.


"Diana.." panggil Dion.


"Diana mabuk, ia terpancing dengan ucapan teman-teman.." ucap Kenneth.


"Kau tidak berbuat macam-macam kan?" tanya Dion curiga.


"Kalau aku mau aku tak menghubungi Brian, tapi langsung membawanya ke hotel.." ucap Kenneth.


"Kau benar juga, terimakasih sudah menjaganya.. aku akan membawanya pulang.." ucap Dion.


"Ya.. terimakasih kau cepat datang kemari.." ucap Kenneth.


"Kau pulanglah kau juga mabuk.." ucap Dion lalu meninggalkan Kenneth.


Dion pun membawa Diana yg sudah pingsan ke mobil. "Untung Kenneth orang yg bertanggungjawab kalau tidak kau tidak selamat Diana.." gumam Dion dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2