Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP.197


__ADS_3

Diana pun masuk ke dalam kelas dan menunggu pengumuman kelulusannya dengan pikiran yg kacau. Kini ia tak lagi panik memikirkan kelulusannya, justru malah berfikir bagaimana caranya ia akan mengatasi masalahnya dengan Cindy tanpa melibatkan orang tuanya dan masa depannya.


Hingga guru pun tiba dengan membawa amplop di tangannya. Seluruh siswa pun telah diberi amplop masing-masing dan menunggu untuk membukanya bersama-sama.


Saat guru sudah mempersilahkan muridnya untuk membukanya, mereka pun hening dan fokus pada amplop tersebut. Saat sudah membacanya mereka semua berteriak bahagia karena telah lulus. Namun, itu tak berlaku bagi Diana. Diana masih termenung dan tak membuka amplopnya.


"Di..di.. kau kenapa?" tanya Nada.


"Di.. buka amplopmu.." ucap Fita menepuk pundaknya.


"Akh.. mana amplopku.." ucap Diana.


"Ya ampun anak ini, ini lho di depan matamu.." tunjuk Fita.


"Cepat buka kami penasaran.." ucap Nada.


Akhirnya Diana pun membuka amplopnya, dan ia menangis membuat Nada dan Fita terkejut.


"Di.. kenapa kau menangis? jangan-jangan.." ucap Fita.


"Hush.. sini aku baca.." ucap Nada merebut kertas di tangan Diana.


"Ya ampun Di, kau itu lulus dan harusnya bahagia.." ucap Nada setelah membaca hasilnya.


"Aku terharu.." ucap Diana.


"Selamat ya kawan, kita lulus.." ucap Fita.


"Ya.. ayo kita bersenang-senang, dengan jalan-jalan besok.." ucap Nada.


"Oke.." ucap Diana.


Namun, Cindy langsung muncul begitu guru keluar dari ruangan tersebut.


"Diana aku menunggumu.." ucap Cindy.


Diana pun langsung menoleh dan melihat Cindy dengan tatapan liciknya.


"Kau mau apalagi sih?" tanya Fita.


"Aku hanya ingin menagih janji Diana.." ucap Cindy.


"Sudah Fit.. " ucap Diana.


☘☘☘


Flash back..


Sementara Derrick yg sedang duduk di taman sembari menunggu hasil pengumuman pun sedang membaca buku. Tiba-tiba pesan masuk ke ponselnya. Sebuah video, ia pikir itu hanya ulah iseng Cindy karena ia tolak cintanya. Tapi karena penasaran ia membuka video tersebut.


Setelah menonton nampak terkejutlah Derrick atas tindakan Cindy. Cindy mengancam jika Derrick tidak mengikuti perintahnya maka ia akan memviralkan video tersebut dan masa depan Diana akan hancur karena ia bisa diblacklist dari beberapa sekolah oleh koneksi ayahnya Cindy.


Derrick pun manarik nafas kasar, dan berfikir apakah ia mampu melakukan apa yg diminta Cindy. Karena hal itu jelas menyakiti Diana. Ia juga berfikir apa yg dilakukan Cindy hingga Diana sampai seperti itu. Seperti yg ia tahu, Diana sangat menghindari permasalahan. Tapi kalau ia tak lakukan masa depan Diana mungkin akan hancur dan namanya beserta keluarganya juga bisa hancur.

__ADS_1


Derrick pun kembali ke kelas setelah diberitahu bahwa guru akan segera ke kelas untuk membagikan amplop kelulusan.


Flashback off


☘☘☘


Ditengah para siswa yg tengah bahagia, Cindy terus menatap Diana seakan menyuruhnya untuk segera melakukan perintahnya. Dengan mengumpulkan segenap keberanian Diana berdiri membuat teman-temannya bingung. Diana berjalan menuju ke arah tempat duduk Derrick.


"Di kau mau kemana?" tanya Fita.


"Di.. sudah jangan hiraukan Cindy kita pulang saja.." ucap Nada.


Diana diam tak bergeming dan terus berjalan menuju Derrick.


"Derr.." ucap Diana, namun Derrick tak mendengar ditengah hiruk-pikuk siswa yg tengah bersorak.


Braakkkk... Diana pun menggebrak meja membuat semua orang terdiam.


"Kau kenapa?" tanya Derrick terkejut padahal ia tahu Diana akan melakukan apa, dan ia mencoba pura-pura tak mendengarnya dari tadi.


"Aku.. aku.." ucap Diana membuat teman-teman sekelasnya heran.


"Gendut, katakan yg jelas.." ejek Cindy.


"Aku menyukaimu, jadilah pacarku..!" ucap Diana menahan malu.


"Waaaaa... hebat Diana gendut..!" sorak anak lelaki.


"Ciee..Ciee Derrick ditaksir Diana.." seru mereka


"Apa alasannya? Diana kan gadis yg baik dan pintar.." ucap Cindy agar Derrick melakukan tugas yg ia perintahkan.


"Kau Gendut, jelek, belum lagi kau selalu memakai kacamata yg norak..! aku malu jadi pacarmu.." ucap Derrick sembari menahan amarahnya. Ia kecewa kata-kata pedas menusuk itu keluar juga dari mulutnya. Entah Diana akan memusuhi setelah ini atau tidak yg jelas masa depan Diana tidak hancur pikir Derrick. "Maaf Diana, ini demi masadepanmu.." gumam Derrick dalam hati.


"Baiklah aku mengerti, terimakasih.." ucap Diana yg tak sadar meneteskan air mata.


"Huuu.. Derr lu sadis amat.."


"Kasian tuh Diana nangis, walaupun gendut tapi dia kan anak baik-baik.." seru teman-teman Derrick.


"Derr.. kau benar-benar ya.. bisa kan kau menolaknya saja tanpa menghinanya.." ucap Fita tak terima.


"Aku tak menyangka anak pintar sepertimu bermulut pedas.." ucap Nada lalu meninggalkan kelas bersama Fita untuk mengejar Diana.


Sementara Cindy menikmati pertunjukkan tersebut. Fita dan Nada pun berlarian mencari Diana yg berlari kencang.


"Hhhh.. Nada aku lelah.. kemana si Diana? cepat sekali larinya.." ucap Fita.


"Dia pasti malu Fit, karena dipermalukan Derrick dihadapan teman sekelas.." ucap Nada.


"Ayo kita cari lagi.." ucap Fita.


Mereka pun terus mencari dan menemukan Diana di pinggir air mancur sambil menangis.

__ADS_1


"Itu Dia.." ucap Nada.


"Diaannaaaa.." panggil Nada dan Fita.


Diana pun diam dan tak mendengar teriakan teman-temannya.


"Hei.." ucap Fita menepuk bahu Diana.


"Kau menangis?" tanya Nada.


"Aku malu.." ucap Diana.


"Ini pasti ulah Cindy.. kau jadi dipermalukan Derrick." ucap Fita geram.


"Apa yg dia lakukan padamu hingga kau mau saja dipermalukan?" tanya Nada.


Akhirnya Diana pun menceritakan kejadian di atap tadi pagi, Nada dan Fita pun cukup terkejut. Mereka mengerti Diana tak mau masalah ini menjadi panjang dan melibatkan orangtuanya. Lalu mereka menghibur Diana yg sedang sedih. Mereka ingin mengajak Diana jalan-jalan ke mall atau ke tempat yg membuat Diana lebih baik, tapi Diana sudah dijemput oleh supirnya. Diana pun berpamitan pada temannya dan pulang bersama supirnya. Fita pun mengambilkan tas Diana di dalam kelas karena tahu Diana masih sangat malu.


Derrick yg merasa bersalah pun mengikuti Fita. Tapi saat ia mendekat Diana justru berlari menuju mobil dan mobil pun langsung melaju cepat.


"Pak cepat jalan.." perintah Diana.


"Baik non.."


"Dianaa... tunggu.. ada yg ingin kubicarakan.." ucap Derrick di depan mobil.


Tapi mobil melaju membawa Diana pergi. Fita dan Nada pun menatap tajam pada Derrick.


"Hei kau, terlambat untuk meminta maaf.." ucap Nada.


"Kau pikir kau itu makhluk sempurna apa? tega sekali menghina orang lain.." ucap Fita lalu pergi bersama Nada tanpa memperdulikan Derrick bicara.


"Ini tak seperti yg kalian kira.." ucap Derrick.


Sejak saat itu, Diana tak hadir saat harus ke sekolah mengurus ijazah dan sebagainya. Ia akan tiba tapi ia harus membuat janji pada guru yg bersangkutan bersama momnya. Dan saat tak ada anak lain disekolahnya.


Awalnya Sofia bingung dengan tingkah laku Diana usai pengumuman kelulusannya. Ia lebih banyak diam di kamarnya. Bahkan ia tak memakan kue kesukaannya yg dibelikan oleh para neneknya. Setelah mencari tahu, dalam waktu kurang dari 24 jam Sofia pun tahu alasannya. Ia menugaskan tim Alfa untuk menculik anak tersebut dan merampas ponselnya. Setelah ponselnya didapatkan, mereka mengganti ponsel gadis tersebut dengan yg baru dan langsung menghancurkan ponsel tersebut di depan Cindy.


"Berikan ponselmu.." ucap tim alfa yg menyamar.


"I-ini.." ucap Cindy takut.


Dengan cepat ponsel tersebut pun dirampas dan dibuang kejalanan. Tepat saat truk besar melintas dan langsung menggiling hingga hancur tak bersisa. Cindy yg melihatnya pun bersedih sekaligus heran karena ia langsung diberi ponsel model terbaru yg lebih mahal harganya. Lalu ia dibebaskan dan dilarang untuk mengadu pada orangtuanya.


Dan tentu saja, narasumbernya adalah Derrick orang yg telah mempermalukan Diana. Derrick yg tanpa diancam pun membeberkan semuanya, mulai dari alasan mengapa ia melakukannya hingga bukti video yg Cindy kirimkan padanya. Tim SHIELD pun senang karena tak perlu mengancam anak dibawah umur. Dan sesuai perintah Sofia mereka tak menghukum Derrick karena ia juga terpaksa melakukannya demi masa depan Diana.


Lalu untuk Cindy, ia tak terima dan melaporkannya pada Daddynya. Namun, semua sia-sia karena Sofia sudah menekannya terlebih dahulu untuk jangan mengusik kehidupan putrinya dan keluarganya. Ditambah S Group adalah salah satu rekan bisnis dan investor terbesar di perusahaannya. Jangan lupakan Sofia yg memiliki beberapa persen saham dari ibunya di S Group.


Bukan dibela tapi Cindy justru dimarahi habis-habisan oleh daddynya.


"Dad.. kenapa diam saja ayo balas anak itu.." ucap Cindy.


"Cukup main-mainnya, kau tak tahu darimana keluarganya berasal.. dan kau terbukti bersalah..!" ucap daddynya.

__ADS_1


"Tapi dad, mereka mencuri ponselku dan merusaknya ." ucap cindy.


"Tapi mereka sudah menggantinya dengan yg baru, anggap saja impas..! Jangan bikin daddy pusing ..!" ancam Daddynya. Cindy pun hanya pasrah karena takut melawan orangtuanya.


__ADS_2