
Setelah mandi, Diana pun langsung merebahkan tubuhnya. Kenneth pun memerhatikannya membuatnya kasihan karena harus bekerja hingga malam.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kenneth yg tidur disebelahnya.
"Iya, aku baik-baik saja.. hanya lelah sekali rasanya.." ucap Diana.
"Tidurlah.. mau kubuatkan susu hangat?" tanya Kenneth.
"Tidak usah, aku akan langsung tidur saja.." ucap Diana.
Tak berapa lama, Diana pun tertidur pulas. Kenneth pun memandangi wajah cantiknya dan merapikan rambutnya yg mengarah ke wajahnya. Lalu dikecupnya kening istrinya dan tidur sambil memeluknya.
Dipagi hari Diana terbangun dengan posisi memeluk Kenneth. Hangat dan nyaman membuatnya betah berlama-lama dan enggan untuk bangun.
"Selamat pagi.." ucap Kenneth mengecup keningnya.
"Aa.. selamat pagi juga.." ucap Diana terkejut.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Kenneth.
"Lebih baik.." balas Diana.
"Mau sarapan di kamar atau sarapan diluar?" tanya Kenneth.
"Sepertinya di kamar saja.." ucap Diana.
"Oke.." ucap Kenneth.
"Aku mau mandi dulu.." ucap Diana.
"Bagaimana kalau mandi bersama?" tanya Kenneth.
"Ma-mandi bersama?" tanya Diana bingung.
"Iya, melanjutkan yg sempat tertunda.. " balas Kenneth.
"Baiklah.." ucap Diana tersenyum.
"Tapi kau baik-baik saja kan?" tanya Kenneth lagi.
"Ya aku baik-baik saja.." ucap Diana.
Mereka pun melakukan ritual yg sempat tertunda semalam. Ritual yg berlangsung cukup lama, hingga keduanya kelelahan.
Setelah keluar dari kamar mandi keduanya tersenyum dan menentikan sarapan pagi mereka.
"*Olahraga pagi kali ini bisa membuatku semangat seharian.." gumam Kenneth dalam hati.
"Menyenangkan.." gumam Diana dalam hati*.
Tak lama, sarapan mereka pun diantar ke kamar mereka. Kenneth pun menerimanya dan menyuruh petugas tersebut pergi karena dia bisa membawanya sendiri.
"Sarapan telah tiba.. ayo sayang.." ucap Kenneth.
"Akhirnya, aku sudah kelaparan.." ucap Diana.
"Sepertinya aku menguras energimu.." balas Kenneth.
__ADS_1
"Itu benar.." ucap Diana.
Dan setelah sarapan, Kim menelpon begitu juga dengan Jack. Kini keduanya harus kembali bekerja.
"Akhirnya kerja lagi.. semangat sayang.." ucap Diana mengecup pipi Kenneth.
"Kau juga.. jangan lupa makan.." ucap Kenneth melakukan hal yg sama seperti Diana.
Kini kedua orang tersebut sedang berbahagia dan menikmati pernikahan mereka. Yg satu selalu sibuk dengan meeting, dan yg satu lagi sibuk mengurus penjagaan dan pasukan. Tapi keduanya bersyukur masih punya waktu untuk bertemu.
Dan mengenai pihak kerajaan, mereka sangat berterimakasih dan berhutang budi pada Dion dan Diana. Mereka berperan besar dalam menyelamatkan raja mereka. Juga permintaan maaf atas perlakuan pangeran palsu yg menggunakan kekuasaan seenaknya.
Setelah sang raja dinyatakan kondisinya membaik dan stabil, Dion pun bisa pulang kembali ke negara asalnya begitu juga dengan Diana karena tugasnya telah usai.
Kepulangan mereka diantar langsung oleh sang pangeran asli. Pria dengan sopan santun tinggi terhadap wanita, dan juga cukup tampan membuat Diana bisa cuci mata melihat ketampanan ala orang timur tengah.
"Terimakasih nona dan tuan, sampai berjumpa lagi.." ucap sang pangeran.
"Sama-sama tuan pangeran.." ucap Diana dan Dion.
Namun, saat masuk ke dalam pesawat ada sorot mata tajam yg menatap pada Diana yg tersenyum pada pangeran asli.
"Apakah pangeran asli tampan?" tanya Kenneth.
"Ya.. itu baru pangeran, sopan dan menghargai wanita.." ucap Diana.
"Apa kau bilang?? tampan??" tanya Kenneth cemburu.
"Ck.. kalian ini jika ingin ribut aku akan pindah pesawat.." ucap Dion lelah.
"Terserah padamu, Ken. Aku lelah.. jadi kalian tenang ya.." ucap Dion.
"Baiklah Dion, kau tenang saja aku akan membungkam mulut kami.." ucap Diana.
"Oke.." ucap Dion.
"Sayang, kau ingat aku pernah bilang kalau kau sangat tampan saat sedang marah.." ucap Diana menggoda Kenneth.
"Ck.. masih dengan kata-kata yg sama.." ucap Kenneth.
"Aku hanya berkata jujur.." ucap Diana.
"Kali ini aku maafkan, tapi tidak ada lain kali.." ucap Kenneth.
Sementara Jack dan Kim pun hanya bisa beristirahat karena lelah mengurus ini dan itu. Diana sengaja menempatkan Kenneth dan Jack di pesawat yg sama agar mereka tak berpisah dan bisa bertemu.
Dan Dion, ia begitu malas mendengar ocehan kedua pasangan tersebut. Terlebih kini dia sedang menjomblo atau tidak memiliki pasangan. Jika didengarkan hanya akan membuat telinganya sakit. Dion beserta Jack dan Kim pun menutup telinga mereka dengan earphone dan memilih untuk mendengarkan musik.
"Jangan dengarkan mereka jika masih ingin hidup tenang.." ucap Dion.
"Baik tuan saya mengerti.." ucap Kim.
"Anda benar tuan.." ucap Jack, dan mereka bertiga memilih menutup telinga dengan mendengarkan musik atau menonton film. Dan hanya akan berhenti saat waktu makan tiba.
Setelah berjam-jam di pesawat, mereka pun tiba di Indonesia. Tim keamanan SHIELD pun sudah berjaga dan akan mengawal Diana dan Dion dengan arah yg berbeda.
Sementara Jack dan Kim mereka sudah membayar supir untuk membawa mereka pulang. Sudah cukup selama dalam pesawat mereka menyaksikan kebucinan tuan dan nona mereka. Dan bila dilanjutkan mereka bisa gila karena tak bisa merasakannya.
__ADS_1
Ya sejak Diana dan Kenneth bertemu di negara sang raja, mereka pun nampak romantis dan tak terpisahkan. Virus-virus cinta membuat mereka melupakan rasa malu di hadapan Jack dan Kim. Hingga keduanya harus pasrah jika suami istri itu bersama apalagi saat makan siang tiba. Jika sempat mereka selalu bersama..
Diana yg baru pertama kali merasakan cinta yg benar-benar tulus pun menunjukkan sisinya yg lain dari biasanya. Ia menjadi wanita yg lembut dan melupakan sisi gaharnya saat sedang bertarung.
"Jadi kau ingin makan apa?" tanya Kenneth.
"Aku sedang ingin makan spaghetti.." ucap Diana.
"Oke pilihlah yg kau suka.." ucap Kenneth.
Kedua pasangan yg sedang bahagia dan dipenuhi cinta itupun menikmati makan siang mereka dengan kebersamaan. Tapi berbeda dengan pemandangan di sebelah mereka, nampak Jack dan Kim saling tatap dengan tatapan jijik.
"Kim lebih baik kau cari kekasih saja agar kita tak makan semeja begini.." ucap Jack.
"Daripada menyuruhku, kenapa kau tidak lakukan saja? tidak laku ya?" ucap Kim.
"Ck.. kau itu menyebalkan.." balas Jack.
"Tapi aku lelaki normal yg lama-lama bisa merasa jijik jika kita terus semeja.." ucap Kim.
"Memangnya aku tidak merasa begitu, apalagi tatapan orang-orang seperti mengira kita pasangan.." ucap Jack.
"Ck.. jika semua meja tidak penuh aku juga malas makan denganmu.." ucap Kim.
Kini mereka pun saling membuang pandangan dan merasa jijik, karena terus saja selalu berdua. Sementara Diana dan Kenneth mereka sudah mempunyai dunia sendiri dan sangat bahagia.
Setelah makan siang, Diana pun kembali ke kantornya begitu juga dengan Kenneth. Setelah tiba di kantor Diana langsung dijejali banyak pekerjaan yg membuatnya pusing.
"Apa-apaan ini semua?" tanya Diana.
"Maaf nona, tapi ini semua mendesak.." ucap Kim.
"Oke.. " ucap Diana menarik nafas.
Setelah semua berkasnya selesai, Diana pun ingin keluar menghirup udara segar. Saat baru berjalan berapa langkah dari kursinya kepalanya rasanya berputar dan jatuh pingsan. Beruntung ada Kim diruangan tersebut dan segera membantunya. Kim pun segera membawa Diana menuju ke rumah sakit dan langsung mengabari Kenneth.
Kenneth yg sedang ada meeting di kantornya pun merasa kalau ada telepon di ponselnya. Ia langsung mengangkatnya apalagi itu dari Kim sekertaris istrinya. Kenneth juga menyuruh rapatnya berhenti di tengah-tengah demi mengangkat telepon dari Kim.
"Ada apa Kim?" tanya Kenneth.
"Maaf tuan, nona Diana pingsan.. aku sedang membawanya ke rumah sakit Cc.." ucap Kim.
"Apaa?? bagaimana bisa?" tanya Kenneth.
"Aku juga tidak tahu tuan, nona terlihat baik-baik saja sebelumnya.." ucap Kim.
"Aku segera kesana.." ucap Kenneth lalu memutus sambungan telepon.
Setelah menerima panggilan, Kenneth berbicara pada pegawainya untuk menghentikan rapat.
"Rapat selesai, kita lanjutkan besok.." ucap Kenneth.
"Tapi tuan.." ucap Jack.
"Jack kau handle pekerjaan hari ini, aku akan ke rumah sakit.." ucap Kenneth.
"Rumah sakit? siapa yg sakit tuan? apa tuan besar?" tanya Jack tapi Kenneth tak menjawab dan langsung berlari ke area parkir mobilnya. Kenneth pun mengendarai mobilnya secepat mungkin menuju ke rumah sakit Cc tempat Diana dirawat.
__ADS_1