Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP273


__ADS_3

Derrick pun menyuruh orang-orangnya untuk menculik seorang gadis kecil yg merupakan adik sepupu Diana bernama Eve. Lalu ia mengirimkan foto Eve yg tengah bersamanya sembari memakan es krim ke ponsel Diana.


Dalam hitungan detik Diana membuka pesan tersebut dan terkejut dengan apa yg dikirimkan Derrick.


"Akh.. Si**ll..!" umpat Diana.


Lalu Diana menghubungi rumah Eve dan bertanya apa Eve sudah pulang. Namun, jawabannya membuatnya kecewa karena mereka bilang Eve masih berada di sekolahnya. Dengan amarah yg memuncak, Diana datang menjemput Eve.


Diana pun mengendarai mobilnya menuju ke sebuah cafe yg menjual es krim. Cafe tempat dimana Eve dan Derrick berada.


"Bagaimana Eve, kau suka es krimnya?" tanya Derrick.


"Tentu om.. kak Diana mana ya?? katanya mau menjemputku.." ucap Eve.


"Sebentar lagi dia tiba.. kau makan saja semuanya.." ucap Derrick.


"Terimakasih.." ucap Eve memakan es krim sembari menunggu Diana.


Sementara Diana memacu mobilnya dengan kencang, ia datang bersama Kim sekertarisnya untuk menjemput Eve. Diana tahu persis kalau Derrick adalah pria yg licik. Entah apa yg akan dia tawarkan agar Eve bisa pulang bersamanya.


"Akh.. dasar baj***an..!" umpat Diana.


"No-nona.. hati-hati.." ucap Kim mulai panik karena Diana mengumpat dan mengendarai mobilnya sangat cepat.


Kim adalah sekertaris pria yg bertugas membantu pekerjaan Diana dan juga mengawasi sekitar Diana karena ia berasal dari anggota mata-mata yg cukup lihai. Tapi Diana merasa tak perlu dilindungi hingga ia menyuruh Kim untuk duduk di kursi penumpang sebelahnya.


"Kim kau, pasang sabuk pengaman saja.. Tugasmu hanyalah membawa Eve pulang, lalu hubungi suamiku jika aku tak kembali dalam waktu 1 jam." ucap Diana.


"Ba-baik nona.." ucap Kim. "Nona benar-benar luar biasa kalau sedang marah.." gumam Kim dalam hati.


Hingga mereka sampai di cafe tersebut. Diana langsung turun bersama asistennya.


"Selamat datang Diana.." sapa Derrick.


"Halo kak.. akhirnya kakak datang juga.." ucap Eve.


"Eve, kau sudah menghabiskan es krimmu bukan?" tanya Diana melihat es krim Eve sudah kosong.


"Sudah tapi masih ada lagi .." ucap Eve.


"Sekarang Eve pulang bersama paman Kim ya.. nanti paman Kim akan membelikan banyak es krim untuk dibawa pulang.." ucap Diana.


"Yeayy.. tapi kakak tidak ikut?" tanya Eve.


"Kakak harus meeting bersama paman ini.." ucap Diana.


"Baiklah.. ayo paman kita beli es krim lalu pulang.." ucap Eve.


"Baik nona, ayo.." ucap Kim.


Dengan sekali tatap Kim paham maksud Diana untuk segera pergi dari cafe tersebut setelah membelikan Eve es krim. Dan setelah mereka pergi Diana baru berbicara.


"Jadi ada apa? bahkan sampai menggunakan anak kecil.. " ucap Diana.


"Agar aku bisa melihat wajahmu.." ucap Derrick.


"Apa kau berniat untuk menjadi seorang pebinor?" tanya Diana.


"Jika wanita itu dirimu, aku tak keberatan.." balas Derrick.


"Oh, mengapa aku harus bertemu banyak orang aneh belakangan ini.." ucap Diana.


"Jadi katakan apa maumu?" tanya Diana.


"Temani aku hanya hari ini.." ucap Derrick.

__ADS_1


"Maksudmu? tolong diperjelas.." ucap Diana.


"Yah, temani aku makan dan mengobrol hanya malam ini.." ucap Derrick.


"Hei kau lupa aku sudah menikah.." ucap Diana memamerkan cincin pernikahannya.


"Aku tak perduli.." ucap Derrick.


"Aku tak punya waktu untuk itu.." balas Diana bangkit.


"Kau yakin.. tapi kau pasti mengenal gadis ini?" tanya Derrick.


"Iris.." ucap Diana.


"Ya.. dia sedang bersama orang-orangku.." ucap Derrick.


"Aku akan melepaskannya jika kita sudah makan bersama.." ucap Derrick.


"Oke.. baiklah.." ucap Diana tak ada pilihan lain.


Dengan cepat Diana mengirimkan pesan singkat hanya ada kata "Iris" pada Brian. Brian pun bingung menerima pesan tersebut. Brian langsung menghentikan rapatnya dan menghubungi orang-orangnya untuk memeriksa Iris.


"Apa?? adikku menghilang..?" tanya Brian.


"Ya tuan, kami tak menemukannya di sekolah.."


"Ck.. cari sampai dapat.." ucap Brian.


Kemudian Kenneth yg sedang bersama Brian pun mendapat panggilan dari nomor tak dikenal.


"Hallo tuan Kenneth.. saya Kim sekertaris nona Diana.." ucap Kim.


"Ada apa?" tanya Kenneth panik.


"Nona Diana sedang bersama pria bersama Derrick, pria itu mengancam nona Diana agar nona menemaninya malam ini.." ucap Kim.


"Benar tuan, Derrick juga sempat menahan Eve dan kini menurut apa yg bisa kudengar dia menahan Iris sepupu nona.." ucap Kim.


"Dasar ba****an..!" umpat Kenneth.


"Baiklah tuan, sekarang saya harus membawa Eve pulang, tolong bantu nona sekarang ada di cafe Xx.. dan bantu temukan nona Iris.." ucap Kim.


"Baiklah.." ucap Kenneth.


Kenneth pun bergegas keluar menemui Diana.


"Ada apa?" tanya Brian.


"Diana bersama Derrick, dia juga mengancam adikmu Iris.." ucap Kenneth.


"Jadi dia pelakunya.. pantas tadi Diana mengirim pesan singkat padaku.." ucap Brian.


"Kenapa yg mengabariku sekertarisnya..?" tanya Kenneth kesal.


"Diana hanya mengirimkan 1 kata yg artinya ini sangat penting.." ucap Brian menjelaskan.


"Baiklah.." ucap Kenneth.


"Cepat kita cari adikmu lalu aku akan menyuruh sekertarisku mengintai Diana di cafe" ucap Kenneth.


"Baiklah.." ucap Brian.


Setelah menyuruh Jack dan anak buahnya mengintai Diana, Kenneth pergi bersama Brian. Mereka mencari di sekitar sekolah Iris. Mereka mencari kemana-mana, agar Diana bisa dibebaskan.


Sementara Diana, ia sedang dirayu oleh Derrick.

__ADS_1


"Diana bagaimana jika malam ini kita menikmati sedikit alkohol." ucap Derrick.


"Tidak bisa, karena aku sedang program hamil.." ucap Diana mencari alasan.


"Untuk apa kau mengandung anak dari pria seperti itu.." ucap Derrick.


"Setidaknya dia sesuai kriteriaku.." ucap Diana.


"Haruskah kita berpindah tempat..?" tanya Derick.


"Baiklah.." ucap Diana.


Mereka pun berpindah ke sebuah resto dan memesan banyak makanan. Diana pun sangat berusaha menahan amarahnya kalau bukan karena Iris yg ditahan.


Sementara Brian melacak ponsel adiknya dan menemukannya di titik yg lumayan jauh dari sekolahnya. Brian dan Kenneth pun menuju ke titik tersebut.


Kebetulan Dion sedang menuju ke rumah sakit F untuk menghadiri seminar tentang operasi bedah. Ia pun melewati sebuah gedung yg kosong. Namun, terdengar suara teriakan seorang gadis dan ia familiar dengan suaranya.


"Tolonngggg..! siapapun tolong aku..!" teriak Iris.


"Iris.." gumam Dion dan langsung menepikan mobil.


Dion pun turun dan menyelamatkan sepupunya.


"Ada apa Iris??" tanya Dion.


"Kak mereka menculikku.." ucap Iris berlindung di balik tubuh Dion.


"Apa yg kalian lakukan pada adikku??" tanya Dion.


"Bukan urusanmu.." ucapnya lalu menyerang Dion.


Terjadilah perkelahian disana, Dion yg sempat belajar ilmu bela diri pun menggunakannya dengan baik. Walaupun ia terkena pukulan beberapa kali, tapi Dion berhasil mengalahkan mereka.


"Kak.. hidungmu berdarah .." ucap Iris memberikan tisu.


"Terimakasih.. aku akan menghubungi polisi.." ucap Dion lalu menghubungi polisi dan juga Brian.


Brian yg sedang dalam perjalanan pun terkejut karena Dion menelpon.


"Halo ada apa Dion?" tanya Brian.


"Iris sedang bersamaku, dia diculik dan polisi sekarang sedang menuju kemari.." ucap Dion.


"Baiklah aku memang sedang mencari Iris, kirimkan lokasimu..." ucap Brian.


"Baiklah akan segera kukirim.." ucap Dion.


"Terimakasih Dion.." ucap Brian.


"Ya sama-sama.. " ucap Dion.


Iris pun melihat saudarnya dipukuli pun segera meminta maaf dan mengucapkan terimakasih.


"Maaf kak, ini semua gara-gara aku.." ucapnya.


"Sudahlah, ini bukan salahmu tapi salah mereka.. kau baik-baik sajakan? mereka tidak melakukan apapun terhadapmu kan?" tanya Dion.


"Tidak kak, aku hanya berhasil kabur dari mereka.. dan Terimakasih.." ucap Iris.


"Sama-sama, lain kali jangan lengah.." ucap Dion.


Tak berapa lama polisi meringkus para penculik dan Brian segera datang. Brian dan Kenneth pun menceritakan segalanya pada Dion. Hingga Dion mengepal geram. Kini Derrick harus menghadapi kemarahan 3 orang pria yg sudah mengusik saudaranya dan juga istrinya, karena sekarang mereka menuju ke resto yg diberitahukan Jack dan orang-orangnya.


"*Aku akan memberimu pelajaran yg akan kau ingat seumur hidupmu.." gumam Kenneth dalam hati.

__ADS_1


"Aku takkan membiarkanmu lolos.. kau harus dipenjara.." gumam Brian dalam hati.


"Kali ini aku akan menggunakan ototku untuk menghabismu.." gumam Dion dalam hati*.


__ADS_2