Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.174


__ADS_3

Nathalie pun keluar dari kamar mandi setelah berpakaian. Namun, Alex menghadangnya dan menarik tangannya.


"Tunggu.." ucap Alex.


"Ada apa lagi? ini hanya one night stand.." ucap Nathalie.


"Siapa namamu?" tanya Alex.


"Nathalie.." ucapnya.


"Aku Alex.. kabari aku jika terjadi sesuatu akibat perbuatan kita malam ini.." ucap Alex.


"Ya.." balas Nathalie keluar dari kamar hotel Alex.


Nathalie pun berjalan keluar dan menuju ke kamarnya. Ia benar-benar malu pada dirinya sendiri karena bersikap seperti pe-la-cur. Ia tanpa sadar ti-dur bersama pria asing yg tak tahu latar belakangnya.


"Arghhhhh.. sial sekali aku, kenapa bisa bersama pria itu semalam.." gumam Nathalie dalam hati.


Sementara Sofia dan Alfi sedang berkemas karena akan kembali besok. Mereka memilih untuk berkemas dan mengirim beberapa oleh-oleh ke Indonesia daripada repot membawanya pulang. Beberapa barang juga sudah dikirim langsung ke Singapura. Hingga menyisakan koper mereka berdua.


"Akhirnya selesai juga.. " ucap Sofia.


"Ya akan lebih cepat kalau langsung dikerjakan.." ucap Alfi.


"Besok kita akan pulang ke Singapura.. entah ayahku akan menyuruhku pulang atau tidak.." ucap Sofia.


"Ya.. kau pulang pun tak apa jika alasannya pekerjaan.. aku berjanji kita akan tinggal di Indonesia jika rumah sakitku sudah lebih maju.." ucap Alfi.


"Ya.. tentu kau harus menepati janjimu.." balas Sofia.


Mereka pun beristirahat sejenak setelah merapikan barang-barangnya. Alfi melarang Sofia untuk berpergian karena besok pagi akan pulang, dikhawatirkan mereka akan kelelahan saat pulang. Sofia pun menurut saja, dan mereka menikmati hari terakhir di negara tersebut dengan makan malam romantis di dalam kamar tersebut.


Alfi menyewa sebuah kamar khusus yg sudah dihias oleh bunga-bunga khusus untuk membuat Sofia bahagia. Juga ada makan malam romantis di hotel tersebut yg dimasakkan oleh koki terkenal di hotel tersebut.


Sore harinya Alfi mengajak Sofia untuk makan malam romantis di hotel tersebut. Sofia pun tersenyum berharap hal itu benar-benar makan malam romantis. Ia sudah bersiap dan berjalan bergandengan dengan Alfi menuju resto. Disana mereka diajak ke privat room dan Sofia melihat kejujuran Alfi. Disana ada pelayan yg melayani mereka, dan lilin-lilin yg membuat suasananya romantis.


Sofia pun menarik kursi, tapi Alfi segera menarik kursinya lebih dulu dan mempersilahkan ratunya untuk duduk dengan nyaman. Sofia pun tersenyum akan sikap manis Alfi. Lalu pelayan tersebut membawakan makanan favorit dari hotel tersebut. Sofia pun membulatkan matanya melihat ada makanan kesukaannya di meja. Setelah pelayan pergi Alfi mempersilahkan Sofia untuk makan.


"Sayang ayo makan.." ucap Alfi.


Tapi Sofia malah menunduk dan terlihat menutup wajahnya.


"Ada apa? kau tak suka?" tanya Alfi.


"Aku suka sekali, Terimakasih.." balas Sofia sembari menghapus air matanya yg menetes karena terharu.

__ADS_1


"Iya, aku akan memperlakukanmu sebagai ratuku.. anggap ini permintaan maafku yg kemarin.." ucap Alfi mencium tangan Sofia.


"Aku begitu terharu.." ucap Sofia.


"Ya kau boleh terharu, sekarang kita nikmati hidangan yg lezat ini.. ini makanan kesukaanmu bukan?" tanya Alfi.


"Ya. kau selalu tahu seleraku.." ucap Sofia.


Mereka berdua pun makan malam romantis di malam terakhir mereka di negara tersebut. Sajian demi sajian pun dihidangkan membuat Sofia sangat kenyang. Lalu setelah makan Alfi mengajak Sofia ke suatu tempat tapi ia meminta Sofia untuk menutup matanya.


"Tutup mata? " tanya Sofia terkejut.


"Ya sayang, ayo turuti keinginanku.." ucap Alfi.


"Oke.." ucap Sofia.


Lalu Alfi menutup matanya dengan penutup mata, dan menuntun Sofia menuju ke kamar yg sudah dipersiapkan. Perlahan Alfi menuntun Sofia, jika naik tangga maka Alfi akan menggendong Sofia agar ia tak kesulitan menaiki tangga.


Dan tibalah mereka di depan pintu kamar yg sudah disiapkan. Alfi perlahan membuka pintu dan mengajak Sofia untuk masuk. Sofia pun masih terus mengikuti keinginan suaminya itu sambil berharap mendapat kejutan yg manis. Hingga tiba di dalam kamar tersebut Alfi menutup pintunya dan membuka penutup mata Sofia.


"Kau sudah siap?" tanya Alfi.


"Ya.. aku siap.." balas Sofia.


Saat penutup mata dibuka, Sofia pun bisa melihat dengan jelas ruangan yg telah dihiasi mawar merah dan juga lilin-lilin cantik sedang menyala. Ia pun kembali terharu dan memeluk Alfi.


"Terimakasih sayang.." ucap Sofia.


"Ya semua ini untukmu, aku harap kau suka.." ucap Alfi.


"Ya aku suka, dan ini sungguh romantis.." balas Sofia.


"Benarkah?? aku jadi menginginkannya.." ucap Alfi.


"Menginginkan apa?" tanya Sofia.


"Menghabiskan malam romantis ini bersamamu.." ucap Alfi dengan senyum nakal.


"Dasar kau ini, baiklah aku akan mewujudkannya karena aku sedang senang.." ucap Sofia.


"Oke.. dan aku ada 1 hadiah untukmu.." ucap Alfi meraih box yg sudah ia siapkan.


"Kau memberiku hadiah lagi? " balas Sofia tersenyum sembari meraihnya.


"Bukalah.." balas Alfi tersenyum.

__ADS_1


Dengan cepat Sofia membukanya, dan nampak pakaian menerawang berwarna merah ada di dalamnya. Sofia pun merentangkannya untuk memastikan barang yg diberikan oleh suaminya.


"I-ini hadiahnya?" tanya Sofia.


"Ya.. ini hadiahnya spesial untukmu.. harus kau pakai malam ini.." ucap Alfi dengan seringainya.


"Ta-tapi ini kan sangat menerawang.." ucap Sofia tak yakin.


"Yakinlah sayang, membahagiakan suami itu akan mendapatkan pahala besar.." balas Alfi tersenyum.


"Hmm.. Baiklah.." ucap Sofia.


"Bagus, karena seorang istri harus menuruti suaminya.." ucap Alfi sementara Sofia pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah memakainya Sofia terlihat tidak percaya diri. Ia menutup beberapa asetnya yg terlihat dengan jelas membuat Alfi tersenyum.


"Kenapa ditutup?" tanya Alfi.


"Aku malu dan tak nyaman.." ucap Sofia.


"Kan hanya ada aku suamimu.. lagipula aku sering melihatnya bukan.." ucap Alfi.


"Tapi tetap saja, ini agak.." ucap Sofia.


"Sayang, kau sangat seksi memakai itu.. percayalah padaku.." ucap Alfi.


Sofia pun akhirnya pasrah dan menuruti suaminya. Mereka pun melakukan per-cin-taan panas mereka malam ini. Suasana romantis pun membuat mereka semakin menikmati malam tersebut.


Pagi harinya, mereka terlihat kesiangan. Tapi untungnya semua barang-barang sudah Alfi pindahkan di kamar tersebut. Jangan ditanya kenapa mereka bangun siang karena mereka menghabiskan malam yg panjang dan tidur pada dini hari.


Mereka pun bersiap-siap secepat mungkin dan melupakan sarapannya. Mungkin mereka akan sarapan di pesawat nanti. Terlihat dari keduanya matanya masih mengantuk. Anak buah Sofia pun bertugas mengawal mereka di bandara dan membawakan barang-barangnya.


Saat tiba di bandara mereka datang tepat waktu, dan langsung berpamitan pada anak buah Sofia yg mengantarnya serta mengucapkan terimakasih. Lalu mereka langsung masuk dan menunggu sebentar sebelum naik ke peswat.


Pesawat pun lepas landas pagi itu, Sofia dan Alfi pun lega karena mereka tidak ketinggalan pesawat. Dan mereka bisa menikmati sarapan di dalam pesawat karena tak sempat melakukannya di hotel.


"Untunglah kita tiba tepat waktu.." ucap Alfi.


"Ya.. kita masih beruntung.. dan sepertinya aku akan tidur setelah sarapan.." ucap Sofia.


"Ya kita tidur saja sejenak.." ucap Alfi.


Setelah sarapan mereka berdua pun tidur di dalam pesawat hingga tiba di Singapura. Mereka pun terbangun saat pengumuman pendaratan. Mereka langsung bangun dan bersiap.


Di bandara sudah ada orang-orang dari SHIELD yg menjemput mereka. Saat turun dari pesawat, mereka pun langsung disambut orang-orang SHIELD dan diantarkan menuju ke apartemen Alfi.

__ADS_1


__ADS_2