Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP272


__ADS_3

Diana pun menunggu Kenneth pulang hingga tengah malam. Sampai-sampai ia harus ketiduran di sofa yg berada di ruang tv. Kenneth yg baru saja tiba pun terkejut karena lampu ruangan masih menyala terang dan Diana sedang tertidur di depan televisi.


"Apa dia menungguku?? baik sekali.." gumamnya melihat Diana tertidur dengan lelap.


Kenneth pun menaruh tasnya di kursi dan memastikan Diana sudah tertidur pulas. Ia mengecup kening Diana dan Diana tidak terbangun menandakan ia sudah tidur lelap. Kenneth pun membopongnya ke kamar dan merebahkannya di kasur yg nyaman. Diana pun menggeliat begitu tubuhnya berada di kasur yg nyaman membuat Kenneth kembali tersenyum.


"Kau bahkan tidak sadar sudah berpindah tempat.." gumamnya.


Kemudian Kenneth membersihkan dirinya dan beristirahat disamping Diana. Entah berapa purnama lagi Kenneth harus menunggu hingga Diana luluh dan hubungan mereka normal seperti pasangan suami-istri. Tapi yg jelas ia akan terus berusaha.


Pagi harinya Diana terbangun sudah berada di kasur bersama Kenneth. Tanpa sadar ia memegangi lengan kekar tersebut.


"Akh.. kenapa aku ada disini?" gumam Diana.


"Tentu saja aku yg memindahkanmu.. Lalu bagaimana lenganku? nyaman sekali ya?" tanya Kenneth tersenyum.


"Lumayan nyaman, tapi kenapa tidak membangunkanku?" tanya Diana.


"Kupindahkan saja kau tidak terbangun, memangnya kenapa kau bisa tidur di sofa?" tanya Kenneth.


"Aku ketiduran.. " ucap Diana.


"Yakin?? bukan menungguku pulang?" tanya Kenneth.


"Ck.. percaya diri sekali.." balas Diana.


"Lalu apa yg kau tonton hingga tengah malam?" tanya Kenneth.


"Hanya berita.." balas Diana.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mandi.." ucap Kenneth bangkit dari tempat tidurnya meninggalkan Diana. Sudah cukup rasanya menahan hasratnya berada dekat Diana.


Diana pun memilih ke dapur untuk membuat sarapan pagi. Bagaimanapun Diana tetap menjalankan perannya sebagai istri dengan memasak makanan. Menu sarapan hari ini adalah nasi goreng. Setelah siap Diana pun meletakkannya di piring yg ada di meja makan dan pergi untuk mandi.


Sementara Diana mandi, Kenneth yg sudah mandi memakan sarapan yg Diana buat. Nasi goreng nikmat yg jarang ia nikmati saat masih sendiri. Ia yg terlalu sering tinggal sendiri membuatnya jarang memasak dan hanya memesan makanan sehat.


Setelah Diana selesai mandi dan berpakaian rapi, nampak Kenneth sudah menikmati sarapannya.


"Bagaimana rasanya?" tanya Diana.


"Enak, sampai piringnya bersih.." ucap Kenneth.


"Baguslah.. " ucap Diana lega.


"Terimakasih sarapannya istriku, kau duduk dan nikmati saja sarapanmu karena aku bisa cuci piring sendiri.." ucap Kenneth.


"Ck.. manis sekali kata-katamu.. aku hampir tergoda.." ucap Diana.


"Tentu saja, pria setampan diriku jika bersikap manis wanita mana yg menolak..?" tanyanya.


"Ya itu benar.." ucap Diana.

__ADS_1


"Kemarin aku bertemu Julia, dan sepertinya dia mulai membuat masalah.." ucap Diana.


"Apa yg dia lakukan padamu?" tanya Kenneth menghentikan aktifitasnya mencuci piring.


"Dia hanya ingin kita berpisah.." ucap Diana.


"Berani sekali wanita itu.." ucap Kenneth.


"Dia juga pamer katanya merindukan malam-malam denganmu.." ucap Diana sedikit berbohong.


"Apa?? lalu kau cemburu?" tanya Kenneth memancing Diana.


"Jadi benar.." ucap Diana menghentikan makannya.


"Jika benar, apa kau cemburu?" tanya Kenneth sekali lagi. Kenneth ingin sekali memastikan apakah Diana bisa merasakan cemburu padanya atau tidak.


"Tidak.." ucap Diana bangkit dan langsung pergi.


"Lanjutkan sarapanmu.." ucap Kenneth.


"Aku buru-buru akan ada meeting nanti.." ucap Diana berbohong, padahal kini ia menahan amarahnya.


Kenneth pun menatap nasi goreng Diana yg hanya disentuh beberapa sendok. Lalu ia merapikan meja dan pergi ke kantor. "Akhirnya aku bisa melihatmu cemburu.. tapi Julia biar aku yg akan mengurusnya." gumam Kenneth dalam hati.


Sesampainya di kantor Kenneth pun menghubungi Jack untuk mrncaritahu apa yg dilakukan Julia.


"Jack, bisa kau mencari tahu seseorang untukku?" tanya Kenneth.


"Cari tahu wanita bernama Julia Vorch.. kemarin nampaknya dia bertemu dengan istriku.." ucap Kenneth.


"Baik tuan.." ucap Jack lalu menghubungi orang-orangnya.


Sementara Diana ia kesal setengah mati mendengar ucapan Kenneth. Bagaimana bisa dia mengatakannya dengan tenang tanpa ada rasa bersalah padanya. "Akh.. semua ini gara-gara wanita itu.. harusnya dia tidak muncul agar aku tak tahu.." gumam Diana dalam hati.


Begitu Diana tiba di kantornya, nampak berkas tentang penyerangannya pun sudah diselidiki dan sesuai kecurigaan Diana, Julia adalah otak dari penyerangan tersebut. Serta para preman tersebut semuanya sudah mengakui kesalahannya setelah diberi penawaran akan dibebaskan.


"Kerja bagus.." ucap Diana.


"Terimakasih nona.. dan hari ini pihak berwajib akan menangkap nona Julia.." ucap asisten Diana bernama Kim.


"Oke.. Kim, segera kabari aku tentang kelanjutannya.." ucap Diana.


"Baik nona." ucap Kim, sekertaris baru yg diangkat menjadi sekertaris Diana setelah kinerja baiknya menjadi mata-mata di SHIELD.


Diana pun sudah mengatur strategi agar Julia tak berani macam-macam dengannya. Dan hari ini juga Julia ditahan oleh pihak berwajib. Diana pun datang setelah mendapat panggilan.


"Silahkan nona, pelaku ada di dalam.."


"Terimakasih, kalian sudah bekerja keras.." ucap Diana tersenyum.


"Oh, Julia kau sangat cantik dengan baju tahanan.." ejek Diana.

__ADS_1


"Kau.. tapi bisakah kita berdamai.." ucap Julia mencoba berdiskusi dengan Diana.


"Apa yg bisa kau tawarkan? " tanya Diana.


"Aku takkan mengganggumu lagi.." ucap Julia.


"Hanya itu?" tanya Diana.


"Kau mau apa? akan aku lakukan agar aku bisa bebas.." ucap Julia.


"Pertama, jangan ganggu aku dan juga suamiku, kedua hiduplah dengan tenang dinegaramu tinggal, kudengar kau tinggal di Brazil.." ucap Diana.


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Julia terkejut.


"Aku CEO perusahaan SHIELD, kalau cuma mencari informasi tentang dirimu itu mudah.." ucap Diana membuat Julia terkejut.


"Jadi kau sudah mengenal Kenneth sebelumnya.." ucap Julia.


"Tentu saja, kami bahkan satu tim dan selalu bekerja bersama.. jadi bukan hal sulit saat kami menerima perjodohan.." ucap Diana.


"Baiklah, tapi kau harus berjanji membebaskanku.." ucap Julia.


"Oke.. dan ada sesuatu.." ucap Diana lalu memanggil Kim.


"Terimakasih Kim.." ucap Diana menyerahkan selembar kertas pada Julia.


"Apa ini?" tanya Julia.


"Hanya perjanjian damai.." ucap Diana.


Julia pun membaca surat tersebut dengan seksama dan terkejut melihat isi perjanjiannya. Karena jika Julia melanggar ia akan terkena denda sebesar 1 Triliun atau kembali mendekam di penjara.


"Bagaimana? kau setuju kan?" tanya Diana.


"Baiklah.. kau ternyata mengerikan.." ucap Julia.


"Jadi jangan bermain-main api denganku.." ucap Diana.


Julia pun menandatanganinya dan dibebaskan. Lalu Diana menaruh orang-orangnya untuk memata-matai Julia hingga ia kembali ke negara asalnya. Diana pun kini bisa hidup tenang karena seekor lalat pengganggu sudah tiada.


Dan Kenneth menerima laporan dari Jack pun tersenyum karena Diana berhasil menyingkirkan Julia.


"Apa anda sudah puas tuan?" tanya Jack.


"Tentu saja, istriku hebat bukan?" ucap Kenneth tersenyum.


"Ya.. dia hebat karena berhasil melawan para preman sendirian.." ucap Jack.


"Aku tidak terkejut untuk hal itu.." ucap Kenneth.


Namun, belum cukup dengan Julia, kini masalah baru akan datang. Derrick pun menghubungi Diana dan mengajaknya bertemu. Tapi Diana selalu mengabaikannya. Hingga Derrick membuat rencana agar Diana mau datang.

__ADS_1


"Tunggu saja kau pasti datang kali ini.." gumam Derrick.


__ADS_2