
Saat sang kapten kapal harap-harap cemas, helikopter itu pun tiba lagi dan membawa pasukannya. Kini Sofia dan seluruh awak harus bersiap-siap karena kapal selam mereka belum muncul juga ke permukaan.
"Habis sudah kapal ini mereka datang bergerombol begini.. Mana pula anak buahku kiriman dari paman Noah.." gumam Sofia meratapi helikopter yg terbang dari barat.
"Kita hampir kehabisan peluru nona.." ucap salah satu tim alfa.
"Apa?? gawat kalau begitu.. Kalian siapkan saja perahu aku takut kapal ini tidak bertahan lama.. Jika kalian meninggalkan tempat ini jangan lupakan kap.. Karena aku dan tim alfa yg tersisa akan menghadapi mereka semua." ucap Sofia.
"Siap nona.." balas mereka semua.
"Ingat Sofia kau tidak sendirian, kami juga akan membantu kalian." balas salah seorang tim pemberontak.
"Iya dan kami menyelundupkan ini dari sana.." balas salah seorang mengeluarkan senjata dan peluru dari tasnya.
"Hebat.. baguslah..! Ayo kita perang lagi hari ini.. " ucap Sofia tersenyum.
"Nona kapal selam akan muncul dari selatan.." ucap Kapten.
"Oke.. semuanya bersiap.. kalian bisa berenang kan?"tanya Sofia.
"Kami bisa nona.. " ucap tim pemberontak.
"Oke baguslah, aku takut ada yg tenggelam jika kapal ini hancur." balas Sofia.
Kini mereka semua pun keluar dari dalam kapal yg sudah porak-poranda itu. Dengan hati-hati mereka mengambil tempat dan bersiap menembak. Dan nampaknya mereka benar-benar berniat untuk menyerang Sofia.
Dari kejauhan nampak rudal dilepaskan ke arah kapal mereka. Dan dengan cepat kapten kapal menghindar sebisanya.
Psyyuuuuuu... Duarrr..
Dan kini kapal mereka pun rusak parah, air mulai masuk ke dalam kapal tersebut. Semua mulai mencari perahu kecil di sekitar kapal untuk sementara. Dan Kapten kapal sudah meninggalkan ruangannya sesuai perintah Sofia.
"Kalian evakuasi bersama kapten kapal.." ucap Sofia.
"Maaf West kapalmu akan hancur.." ucap Sofia.
"Tidak apa, yg penting kita semua harus selamat.. " ucap West.
"Kalian pergilah menuju perahu, nanti kami akan menyusul.. kami menghalau mereka dahulu.. " balas Sofia.
"Siap nona.."
Dan mereka pun bersiap pada perahu kecil yg ada di kapal tersebut. Lalu satu persatu dari mereka pun turun dari kapal. Hingga semua sudah mengevakuasi diri, menunggu kapal selam bantuan tiba.
__ADS_1
Sementara Sofia dan ketiga rekannya pun masih berjibaku melawan hujanan peluru yg mereka arahkan pada perahu mini yg baru saja turun.
Tak lama kemudian muncullah ke permukaan kapal selam yg ditunggu-tunggu.
"Kalian cepat menuju ke sana dan masuk.. kami akan mengatasi ini lalu menyusul.." ucap Sofia saat melihat kapal selam tersebut.
Dengan cepat mereka menghidupkan mesin di perahu dan menuju kepal selam. Tim SHIELD yg berada di kapal selam pun tak mau kalah dan bersiap menembak dari sana. Rudal di kapal mereka pun disiapkan dan akan segera dilepaskan saat bidikannya sudah tepat.
1..2..3..
Psyyuuu...Psyyyuu.. Duarrr..Duarrr..
Hingga akhirnya Sofia dan ketiga rekannya dari tim alfa pun berhasil kabur karena kapal mereka sudah hampir tenggelam. Mereka langsung naik ke dalam perahu dan menuju kapal selam itu. Sementara semua awak dari perahu pertama sudah berada di dalam.
"Nona Sofia, cepatlah kami akan membantu anda masuk.. " ucap kapten kapal selam.
"Terimakasih, kami akan mendekat kesana.." ucap Sofia.
Namun, mereka terus menembak ke arah Sofia dan rekannya hingga membuat Sofia kesulitan mencapai kapal selam tersebut. Karena tembakan mereka semakin menggila membuat Sofia mengambil sebuah keputusan mutlak.
"Kap, kalian pergilah sebelum mereka menghancurkan kapal selam kalian.." perintah Sofia.
"Tapi nona bagaimana?" tanya si kapten.
"Tapi nona.."
"Kau lihatlah dari utara, itu pesawat jet SHIELD bukan?" tanya Sofia.
"Sebentar.. iya nona benar.." ucapnya.
"JADI CEPAT.. jangan BODOH.. kau yg bertanggungjawab atas nyawa 10 orang lebih itu.. Mengerti!!!" ucap Sofia tegas lalu mematikan sambungan.
"Nona.. bantuan kita tiba.." ucap mereka.
"Ya kalian bertahanlah.." balas Sofia.
Seketika kapal selam itu pun tenggelam dan melaju ke tempat tujuan meninggalkan Sofia dan yg lainnya. Dalam hatinya kapten kapal tersebut pun khawatir. "Tuhan tolong selamatkan nona Sofia dan rekan kami.." gumamnya dalam hati. Ia pun terus mengemudikan kapalnya hingga tujuan. Nampak bukan hanya ia yg cemas tapi semua orang pun nampak cemas juga. Bahkan tim pemberontak yg baru mengenal Sofia pun nampak terdiam seraya berdoa untuk keselamatan Sofia dan rekannya.
Sementara itu, 2 pesawat jet pun tiba dengan serangan bantuan dari SHIELD. Mereka langsung menghujani helikopter murahan tersebut dengan sejata yg mutakhir. Sofia pun tersenyum melihat 3 helikopter jatuh seketika.
"Nona tunggulah, kami akan membereskan mereka.." ucap awak pesawat jet pada Sofia.
"Baik, aku tunggu dibawah.." ucap Sofia.
__ADS_1
Kini mereka berempat pun bisa bernafas lega karena bantuan sudah tiba. Sofia pun tetap meminta rekannya bersiap dan siaga. Mereka pun menuruti Sofia.
Hingga tak berapa lama, helikopter tersebut pun mulai berjatuhan dan ada 1 yg kabur.
"Sepertinya habis ini dia mau nyari kera sakti.." ucap Sofia pada helikopter yg kabur membuat rekannya tertawa.
"Nona masih bisa bercanda.. "
"Iya jangan terlalu tegang.." balas Sofia tersenyum. Sofia memang terkenal sering bercanda dengan bawahannya.
Hingga salah satu pesawat jet pun menurunkan tangga untuk Sofia dan ketiga rekannya.
"Kalian duluan naik.. ingat nyawa kalian tanggungjawabku..!" ucap Sofia.
"Baik nona,." balas mereka walaupun mereka tak enak hati.
Setelah semua naik, tinggallah Sofia menaiki tangga meninggalkan perahu keci tersebut. Dan tibalah si helikopter yg kabur itu memberikan serangan kejutan pada pesawat jet yg lain.
Psyuuu..psyuuu..
"Duh mereka ini benar benar.." gumam Sofia.
"Maaf nona berpeganganlah.." ucap kapten pesawat menembakkan rudal pada helikopter tersebut hingga jatuh..
Psyyuu..Psyuuu.. Duarrrr..
"Bagaimana dengan pesawat yg ditembak?" tanya Sofia melihat pesawat mereka oleng.
"Mereka akan jatuh nona.. "
"Gawat.. cepat suruh mereka keluar dari sana.. dan melompat kesini.." perintah Sofia.
"Ba-baik nona."
Dan awak pesawat yg akan jatuh pun keluar dari sana. Ia melompat bak sedang terjun bebas dan langsung meraih tangan Sofia.
"Kena.." ucap Sofia walaupun mereka sedikit terguncang. Lalu Sofia melepaskannya saat ia sudah berpegangan pada tangga dibawahnya.
"Ayo cepat naik.." ucap Sofia menyuruh anak buah dibawahnya dan mereka berdua pun berhasil selamat. Sementara pesawatnya pun jatuh di lautan.
Kini semuanya sudah berada di dalam pesawat jet tempur tersebut. Semuanya selamat dan mereka sedang mengejar kapal selam tadi. Karena Sofia ingin mereka semua selamat. Sekaligus berjaga-jaga jika BlackStar kembali mengikuti mereka.
⚘⚘ Malam ini up sekaligus 2 ya..
__ADS_1