
Sofia pun melihat pintu keluar yg ada di belakang dan tersenyum. "Aha.. ini akan menarik.." gumam Sofia dalam hati.
Ia pun mengecek segala hal, sampai ke cctv. Ia juga menaruh beberapa cctv pemberian Kenan di beberapa titik agar adiknya bisa memantau pergerakan BlackStar. Ia juga mengecek sistem keamanan dan sebagainya, itu semua pun sudah tak ada masalah lagi. Hanya saja Sofia harus benar-benar yakin akan keselamatan keluarganya.
Setelah selesai memeriksa Sofia pun pulang. Dia heran mengapa Vall tak kunjung menghubunginya. Dan ini tidak seperti biasanya membuat Sofia sedikit curiga. Sofia pun mencaritahunya agar rencananya besok tak berantakan.
Ia pun meminta laporan dari mata-mata rahasianya. Mereka pun melaporkan bahwa Vall ada di club dan sedang mengadakan pesta bujang. Sofia pun mengamati karena mungkin saja bisa dijadikan bahan untuk melawan Vall.
Setelah menyamar, Sofia pun masuk ke dalam club tempat dimana Vall berpesta. Ia menyaksikan kemeriahan pesta tersebut. Sembari berpura-pura bermain ponsel, matanya terus menatap dengan fokus. Hingga para wanita datang dan pesta menjadi semakin liar.
Sofia pun mengambil beberapa gambar secara tersembunyi lewat kacamatanya. Ia berharap Vall melakukan kesalahan yg bisa menjadi senjatanya untuk melawan.
15 Menit kemudian, mulailah mereka memesan ruang untuk pesta nar***a. Mereka sudah menyuap pemilik club tersebut untuk tidak berkata apapun pada polisi setempat.
Sofia pun berhasil mengambil foto untuk barang bukti mengenai pesta nar****a tersebut. Sampai para wanita penghibur pun tiba di ruangan khusus tersebut. Semua orang pun nampak mabuk dan terbawa suasana. Hingga Sofia melihat Vall berc***bu dengan wanita tersebut, mereka pun pergi beberapa menit kemudian menuju ke hotel. Sofia sempat mendengar Vall meracau memanggil namanya.
"Sofia akhirnya kau jadi milikku.." racau Vall.
"Aku Fania sayang bukan Sofia.." balas wanita tersebut.
"Tidak kau Sofia, ayo kita ke hotel terdekat.." balas Vall.
"Apapun yg kau mau tuanku.."
Dan mereka pun pergi ke hotel dan menuntaskan hasrat mereka karena efek minuman alkohol. Sofia pun mengambil banyak gambar lalu pergi setelah mereka masuk ke hotel. Hatinya sangat senang mendapat bukti akurat tersebut. Dan besok ia akan berakting kalau Vall berselingkuh. "Haha.. mudah sekali mendapatkan bukti ini.." gumam Sofia dalam hati.
☘☘☘
Keesokan harinya semua orang nampak sibuk, Sofia sedang dirias padahal ia tahu akan merepotkan nantinya.
Namun, berbeda dengan Kenan yg sudah sibuk di depan laptopnya memantau situasi. Alfi dan Jojo bergerak masuk ke kediaman Felix, dimana semua orang sudah meninggalkan rumah tersebut. Mereka berpura-pura mengirimkan karangan bunga dan paket. Sementara Chris bersama keluarganya memastikan tak ada orang di kediaman Felix.
Kenan pun menghubungi Alice dan menanyakan lokasinya sekarang. Alice pun berkata kalau ia berada di dapur. Lalu Kenan mengabari Jojo untuk masuk dan menuju dapur dimana Alice berada.
"Jojo cepat menuju dapur, Alice ada disana.." ucap Kenan di telepon.
"Oke.." balas Jojo.
Sementara Alfi memantau situasi, Jojo pun berpura-pura ingin ke toilet.
"Permisi tuan, bolehkan aku pergi ke toilet.." ucap Jojo pada pelayan laki-laki.
"Iya kau bisa pakai toilet disana.." tunjuk pelayan tersebut.
"Terimakasih .." balas Jojo menuju toilet tersebut.
Lalu ia mengingat-ngingat dimana letak dapur sesuai petunjuk yg diberikan Chris padanya. Ada 2 dapur di rumah besar tersebut. Ia pun masuk ke dapur pertama dan langsung melihat Alice.
"Permisi nona, bisakah beritahu aku dimana toilet..?" tanya Jojo.
"Baik, ikuti aku.." ucap Alice.
Mereka pun berjalan menuju taman yg sepi.
"Jojo.. apa kita akan kabur sekarang?" tanya Alice berbisik.
"Ya kak.. Kak Alfi sedang menunggu di depan.." ucap Jojo.
"Kak bajumu sangat mencolok.. " ucap Jojo.
__ADS_1
"Apa kita punya waktu untuk berganti pakaian? tidak kan?" ucap Alice.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menelpon kak Alfi untuk bersiaga." ucap Jojo.
Jojo pun menelpon Alfi.
"Bagaimana?" tanya Alfi.
"Beres, tapi kak Alice begitu mencolok dengan pakaiannya.." ucap Jojo.
"Mencolok maksudmu?" tanya Alfi bingung.
"Pakaian pelayan maksudku.. pasti mereka akan curiga.. jadi kak kau bersiaplah aku akan melumpuhkan penjaga di depan.." ucap Jojo.
"Baiklah.. aku akan bersiap.." ucap Alfi.
Jojo dan Alice pun berjalan hingga ke pintu gerbang, beberapa penjaga pun curiga dan langsung menghadangnya.
"Anda mau kemana nona? "
"Aku mau keluar sebentar membeli bahan makanan.." ucap Alice asal.
"Kau pikir aku percaya.. ? dan kau sudah terlalu lama masuk ke dalam.. jangan harap kalian bisa kabur.." ucapnya.
"Baiklah pak.. maaf ya jika aku tak sopan.." ucap Jojo langsung memukul kepala penjaga tersebut dan rekannya pun mendekat.
"Apa-apaan kalian?" ucap penjaga lain.
"Duh.. pake acara ketauan lagi.." gerutu Jojo.
Hingga mau tak mau Jojo menghadapi beberapa penjaga tersebut. Jojo pun berhasil menumbangkan beberapa tapi jumlahnya terlalu banyak dan ia mulai kehabisan tenaga.
"S***t.." umpat Alfi dan langsung membantu Jojo.
Bughh..Buggh..Bughh..
Semua penjaga pun berhasil dilumpuhkan Alfi seketika. Dan Jojo pun merasa lega.
"Kak kau itu dokter atau bodyguard, kuat sekali.." ucap Jojo.
"Aku dokter yg hebat dan juga petarung yg hebat.. Sudah ayo masuk ke mobil sebelum mereka memanggil yg lain.." ucap Alfi.
Tak lupa Alfi pun mengikat mereka sebelum pergi.
Setelah sampai di mobil, Alice pun merasa lega bisa kabur dari tempat tersebut.
"Alice kau baik-baik saja?" tanya Alfi.
"Iya kak.." ucap Alice dengan tangan bergetar ketakutan.
"Jangan bohong kak, jelas-jelas tanganmu gemetaran.." ucap Jojo.
"Aku takut, bagaimana jika mereka menyusul dan mencelakai kalian.." ucap Alice.
"Sofia dan Kenan sudah mengatur segalanya. Ambil tas yg ada di belakang.." ucap Alfi.
"Tas ini?" ucap Alice menemukannya.
"Ya buka dan pakailah jaket serta topi itu.." pinta Alfi.
__ADS_1
Setelah Alice memakainya, mobil mereka pun diikuti dari belakang.
"Kak Alfi kita diikuti di belakang.." ucap Jojo memantau situasi.
"Oh, mereka benar-benar.. aku akan ngebut kalian berpeganganlah.." ucap Alfi hendak tancap gas.
Alfi pun memacu mobilnya kencang dan menuju suatu tempat. Lalu ia berhenti dan memarkirkan mobilnya disana.
"Kak kenapa berhenti..?" tanya Jojo.
"Keluar kalian berdua jika ingin selamat.." ucap Alfi.
"Baiklah.." ucap Jojo begitu juga dengan Alice yg menurut tanpa berkata apa-apa.
Alfi pun membuka sebuah garasi dan terlihat sebuah mobil di dalamnya. Dengan cepat Alfi masuk dan mengeluarkannya dari dalam garasi.
"Cepat kalian naik.." ucap Alfi.
"Baik.." ucap Jojo dan Alice pun mengikuti.
Setelah mereka berganti mobil, tak ada lagi yg mengikuti. Alfi pun membawa Alice ke markas SHIELD.
"Syukurlah kita kemari.." ucap Jojo.
"Jojo.. sekarang tugasmu jaga Alice.. aku akan menyusul Sofia dan membantunya." ucap Alfi.
"Oke aku mengerti,.." ucap Jojo.
"Kau temui Pak Leo didalam dan dia akan menunjukkan sebuah ruangan pada kalian.." ucap Alfi.
"Oke kak aku mengerti.. semoga berhasil.." ucap Jojo lalu mengajak Alice masuk.
"Ayo kak kita masuk ke dalam.." ajak Jojo.
"Iya.." ucap Alice.
Mereka pun masuk dan langsung disambut Pak Leo.
"Kami mencari Pak Leo.." ucap Jojo.
"Tuan muda Jonathan saya Leo.. mari ikuti saya.." ucap Leo.
"Baiklah.. Terimakasih.." ucap Jojo.
Mereka pun dibawa ke sebuah ruangan rahasia. Ruangan tersebut ada di bawah tanah, tempat Sofia menyimpan senjata dan barang berharga lainnya.
"Apa ini tempat yg aman pak?" tanya Jojo bingung.
"Ya.. maaf untuk tempatnya tapi nona Sofia meminta kalian menunggu hingga semuanya aman.. dan disini cukup aman untuk kalian bersembunyi." ucap Pak Leo.
"Baiklah pak.." balas Jojo.
"Disana sudah tersedia makanan dan minuman tuan.. dan anda bisa hubungi saya lewat telepon ini, karena ponsel anda takkan berfungsi disini.
"Oke pak.. " ucap Jojo tenang karena ada beberapa pengawal yg menemani mereka.
"Syukurlah setidaknya kita aman kak.." ucap Jojo.
"Iya jo.. aku tidak terlalu khawatir.." ucap Alice.
__ADS_1
Mereka pun menunggu hingga mendapat aba-aba untuk keluar darisana.