
"Jadi bagaimana sayang?" ucap Vall mendekat.
"Bagaimana jika begini?" tanya Sofia.
"Maksudmu?" tanya Vall tak mengerti.
Duakkkhh.. Sofia pun mengarahkan tendangannya pada alat vital Vall membuatnya kesakitan.
"Akhhh.. dasar ja***g!" umpatnya.
Kini anak buah Vall pun masuk ke dalam apartemen mendengar tuannya menjerit.
"Lumpuhkan wanita itu, tapi jangan sampai mati..!" perintah Vall.
"Siap tuan.." ucap mereka.
"Kalian benar-benar bre****ek..! beraninya melawan wanita yg habis melahirkan.." ucap Sofia.
"Kami tidak peduli hal itu nyonya.." ucap salah seorang.
Mereka pun mengepung Sofia, ia berusaha menghindar dan melawan. Kemampuannya hanya mampu menumbangkan 2 sampai 3 orang, setelah itu Sofia kelelahan dan mereka langsung membius Sofia hingga tak sadarkan diri.
"Kau masih saja kuat walaupun habis melahirkan.." ucap Vall menatap Sofia yg sudah tergeletak.
"Geledak apartemen ini!! cari bayi laki-laki itu sampai dapat..!" perintah Vall.
Dengan segera mereka menggeledah apartemen tersebut. Tapi bayi mereka tak ditemukan, walaupun mereka sudah mendobrak pintu kamar bayi.
"Tidak ada tuan.." lapor anak buahnya.
"Pokoknya cari, tadi aku dengar Sofia bicara pada pengasuh bayinya.." ucap Vall.
Mereka pun mencari kesana kemari, hingga sebuah tangisan Dion pun terdengar.
"*Kau dengar itu?"
"Ya asalnya dari sini.."
"Coba kita periksa.."
"Ini hanya lemari pakaian, mungkin bayi tersebut ada di kamar sebelah.."
"Tidak mungkin, bagaimana caranya pintu bisa terkunci dari dalam jika tidak ada orang yg menguncinya.. ayo cari dan berfikir."
Mereka semua pun berfikir dan terus mencari sumber tangisan bayi*.
Sementara itu, Siti sedang berusaha menenangkan Dion dengan memberinya susu, dan Diana ia sembunyikan di lemari pakaian yg tidak tertutup rapat. Siti sudah memastikan kalau Diana mendapat cukup udara untuk bernafas saat ia sembunyikan di dalam lemari.
Dion pun berhenti menangis, membuat Siti merasa lega. Mereka pun kembali bersembunyi dengan tenang.
Dan para bawahan Vall tak kehabisan akal dengan mengubrak-abrik kamar tersebut. Mereka menemukan sesuatu yg mencurigakan. Sebuah lemari kosong tanpa adanya baju. Hingga mereka mencari celah atau pintu untuk menuju suatu ruangan.
Setelah berhasil menemukan celah tersebut ternyata ada pintu rahasia yg terhubung dengan unit sebelah. Siti pun memberikan kode bahaya pada Reina agar segera kesana. Ia sudah siap memasang badan untuk melindungi anak asuhnya.
Anak buah Vall pun akhirnya berhasil masuk ke sebuah ruangan yg merupakan unit apartemen sebelahnya. Siti pun bersembunyi di lemari lain bersama Dion. Ia mengintip sedikit apakah mereka berhasil menemukan Diana.
Mereka melihat sekitar kamar dan tak menemukan apapun. Mereka terus mencari hingga menemukan botol susu bayi milik Dion yg tertinggal di kasur karena Siti terburu-buru.
"*Ssttt.. mereka ada disini.."
"Iya botol susu ini habis diminum karena masih hangat.."
"Ayo kita geledah tempat ini.. dan kabari bos.." ucap mereka*.
Vall pun langsung menuju ke ruangan yg ditunjukkan anak buahnya. Ia memasuki pintu rahasia tersebut dan tersenyum. "Boleh juga idenya.. tapi sayang aku bisa menemukannya.." gumam Vall dalam hati.
__ADS_1
Vall pun melihat gelas, dan ia menjatuhkannya. Ia ingin melihat apakah bayi itu akan menangis jika mendengar suara bising.
Prankkkk..
"Oeeee..." tangis Dion pun kembali terdengar kencang.
"Keluar kau!!" ucap anak buah Vall.
"Apa mau kalian.. jangan sakiti bayi tak bersalah ini..!" ucap Siti.
"Berikan padaku jika kau masih sayang nyawa..!" ucap Vall.
"Tidak..! tidak akan.." balas Siti mengelak.
"Baiklah aku akan pakai cara kekerasan.." ucap Vall.
Vall pun memerintahkan anak buahnya untuk memegangi pengasuh tersebut dan dengan cepat ia merebutnya. Seketika pengasuh tersebut pun dipukul kepalanya hingga pingsan.
"Jangan..! Tolooong.." teriak Siti, tapi ia lupa kalau kamar tersebut dipasangi peredam, dan hanya akan terdengar pelan di kamar Sofia.
Bughh.. Siti pun pingsan seketika..
"Haha.. ayo kita pergi.." ucap Vall bahagia mendapatkan apa yg ia inginkan.
Mereka pun keluar lewat pintu darurat yg jarang dipakai orang lain. Mereka bergerak cepat sebelum keluarga Sofia tiba.
Mereka pun pergi dengan membawa Dion bersamanya. Vall tersenyum melihat bayi laki-laki tersebut. "Kau akan aku jadikan pedang untuk menusuk keluargamu.. jadi tumbuhlah dengan cepat.." ucap Vall pada bayi tersebut.
Saat memasuki mobil, Dion pun menangis membuat Vall pusing karena tak pernah mengurus bayi.
"Kenapa bayi ini menangis??" tanya Vall.
"Mungkin dia haus tuan." ucap anak buahnya.
"Cepat belikan susu formula.." ucap Vall.
Dan disaat bersamaan Satria dan Alfi pun tiba. Mereka berharap Sofia dan kedua anaknya masih berada di kamarnya. Tapi saat Alfi melintas dan hendak parkir, ia mendengar suara bayi. Suara yg tak asing ditelinganya karena setiap hari mendengarnya.
Ia pun curiga dan mengikuti mobil tersebut. "Anakku??" gumamnya yg langsung mengejar mobil tersebut.
"Alfi kau mau kemana?" tanya Satria bingung.
"Coba aku telepon." ucap Reina yg langsung mengambil ponselnya.
"Hallo Alfi.. kau mau kemana?" tanya Reina.
"Maaf ibu, aku mendengar suara bayi dari mobil di depanku.." ucap Alfi langsung mematikan telepon untuk fokus mengejar mobil di hadapannya.
Satria pun panik langsung berlari menuju kamar Sofia. Di depan kamar Sofia nampak pengawalnya sudah tumbang. Dan ia langsung masuk ke dalam.
"Sofiaa..! bangun nak.." ucap Satria.
"Sofiaaa..!" teriak Reina.
"Sitii...!! dimana kau..?" teriak Reina memanggil pengasuh si kembar.
"Akh.. ayah.. Dimana anakku?? dimana Siti.." ucap Sofia langsung bangkit dan menuju ke kamarnya.
Dilihatnya kamarnya sudah didobrak dan berantakan. Langsung Sofia dan ayahnya berlari menuju pintu rahasia.
"Tidaakk..!" ucap Sofia masuk ke pintu rahasia mencari anaknya dan Siti.
"Bi Sitii..!" panggil Sofia.
"Sitii...!" panggil Reina.
__ADS_1
"Akh.. bi Siti.. " ucap Sofia terkejut.
Sofia pun membangunkan Siti. "Maafkan saya non.. Dion dibawa kabur mereka.." ucapnya.
"Oee...." Diana pun menangis.
"Diana ada di lemari itu, nampaknya mereka tak menemukannya.." ucap Siti.
Reina pun bergegas membuka lemari dan mendapati cucunya masih ada disana.
"Diana.." ucap Reina menggendong cucunya dan menangis.
"Mereka pasti belum jauh.. aku akan mengejarnya.." ucap Sofia.
"Alfi sedang mengejar mereka.. tadi ia mendengar tangisan bayi dan mengikuti mobil mereka." ucap Satria.
"Benarkah?" tanya Sofia menangis.
"Iya.. ayah juga sudah meminta bantuan tim alfa untuk mengejar.." ucap Satria.
"Ibu aku titip Diana, aku akan menghubungi seseorang.." ucap Sofia berlari mengambil ponselnya.
Sofia pun mencari nama di kontaknya. "Max angkat teleponku..!"gumam Sofia.
"Hallo nona.." jawab Max.
"Max, putraku diculik.. penculiknya adalah Vall.." perintah Sofia.
"Baik nona, aku sedang mengintainya karena ada yg mencurigakan.." ucap Max.
"Cari dan temukan anakku.. tolong Max.. kumohon bantu aku.." ucap Sofia menangis.
"Baik nona,.." ucap Max.
Max pun ternyata sedang berada di negara tersebut mengikuti jejak Vall. Ia sudah curiga tapi ia kehilangan jejak hari ini. Ia pun menunggu di sebuah hotel tempat Vall menginap. Fokusnya adalah merebut kembali putra Sofia bagaimanapun caranya.
☘☘
Sementara Alfi sedang mengejar mobil Vall. Dengan kecepatan tinggi Alfi memacu mobilnya. Tapi sayang anak buah Vall tahu kalau diikuti dan menghalangi Alfi.
Alfi pun menabrakkan mobilnya ke arah salah satu mobil mereka agar jalannya terbuka.
Brakkkkk!! Mobil tersebut pun menyingkir. Namun mobil lainnya justru menabrak mobil Alfi.
Brakkk!! "Ughhh.. si***ll..!" umpat Alfi.
Alfi pun tak menyerah sebelum mendapatkan kembali bayinya. "Dion bertahanlah.." gumam Alfi.
Ia terus menabrakkan mobilnya ke mobil para penculik. Namun, justru mobilnya dihimpit kedua mobil penculik dari sisi kanan dan kiri. Kondisi tersebut membuat Alfi dalam bahaya karena mobilnya mulai rusak sisi kanan-kirinya.
Dari belakang muncul tembakan. Dorr..Dorr..Dorr..Dorr..
Seketika mobil tersebut pun berhenti dan oleng. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Mobil Alfi ikut terseret dan menabrak pembatas jalan.
Braakkkkk!!
Alfi pun selamat meski kepalanya berdarah.
"Tuan anda baik-baik saja..?" tanya tim alfa yg membantu.
"Ya.. ayo kejar mereka.. putraku bersama mereka.." ucap Alfi.
"Tapi tuan obati dulu luka anda.."
"Tidak putraku dalam bahaya.. dan sekarang kita mulai kehilangan jejak.." ucap Alfi.
__ADS_1
Alfi langsung berdiri dan berjalan menuju mobil tim alfa pun terjatuh pingsan. Ia tak sadarkan diri akibat luka di kepalanya. Tim alfa pun dengan cepat membawanya ke rumah sakit, dan sebagian mencari jejak penculik tersebut.