Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP213


__ADS_3

Keesokannya, Diana masih merasa tak enak badan. Ia mual-mual dan kepalanya terasa berat. Walaupun ia hanya minum sedikit tetap saja efeknya buruk karena ia tak bisa minum alkohol. Ia pun harus kembali ke markas untuk menerima perintah selanjutnya.


Setelah meminum obat dan sarapan sedikit, Diana pun pergi ke markas. Ia datang dan menunggu di ruangan bersama teman-temannya.


"Bagaimana kondisimu Diana?" tanya salah satu rekannya.


"Sudah lebih baik.. tapi ternyata aku tak cocok dengan alkohol.." balas Diana tersenyum.


"Kau beruntung efeknya muncul setelah semua terjadi.."


"Ya.. dan untunglah masih ada kalian yg membawaku pulang.. Terimakasih ya kawan.." ucap Diana.


"Sama-sama Diana." balas mereka.


Kenneth pun datang dengan wajah datar tanpa ekspresi, membuat yg lain ketakutan mendengar berita yg pastinya tidak enak didengar.


"Teman-teman, hari ini kita pulang.. misi kita sudah selesai.." ucap Kenneth.


"Bagaimana bisa?? kita sudah mendapatkan banyak petunjuk.." ucap Diana.


"Kau mampu melawan tuan Satria?? kalau mampu silahkan kau komplain sendiri.. itu perintah terakhir darinya kita harus pulang.." ucap Kenneth.


"Tidak menjawab???!!!" tanya Kenneth berteriak.


"Siap kapt..!!" balas mereka.


"Andai saja aku bisa bicara pada kakek tentang semua ini tapi identitasku pasti akan terbongkar.." gumam Diana dalam hati.


"Diana cepat kemasi barang-barangmu.. dan istirahat sebelum pergi.. kau yg paling menyedihkan di tim ini." ucap Kenneth.


"Ya.." balas Diana datar membuat Kenneth dan rekan yg lain heran karena biasanya Diana selalu menjawab atau malah menggoda kaptennya.


"Mungkin dia masih tak enak badan.." gumam Kenneth dalam hati.


Diana pun diam tanpa ekspresi apapun, ia pulang ke hotel dan merapikan semua barang-barangnya. Semua baju dan aksesoris penyamarannya sudah ia masukkan ke dalam koper dengan rapi. Ia pun menurut saja untuk istirahat di dalam kamar sebelum keberangkatan.


Diana pun menikmati makan siangnya dan berencana akan tidur siang sebentar. Hingga ketukan pintu kamarnya terdengar keras.


Tokk.Tokk..Tokk.


"Diana..!! keluar kau mau kami tinggal..?" teriak Kenneth.


"Akh jam berapa sekarang??" ucap Diana terbangun.


Diana pun berlari membuka pintu dan berbicara pada kaptnya.


"Maaf aku akan bersiap dalam 10 menit.." ucap Diana kemudian masuk kembali ke dalam kamar.


Untungnya ia sudah merapikan semuanya dan tak ada yg tertinggal. Ia hanya mrncuci mukanya dan memakai jaketnya, lalu keluar. Sudah dipastikan Kenneth sangat kesal pada Diana.


"Ck.. kau itu lama sekali.." ucap Kenneth.


"Maaf kapt, aku tidur terlalu nyenyak.." ucap Diana.

__ADS_1


"Baguslah, cepat kita harus ada di bandara 1 jam lagi.." balas Kenneth.


"Oke.." ucap Diana menggeret kopernya.


Mereka pun terbang malam itu juga, dan tiba setelah berjam-jam berada di pesawat. Diana pun naik taksi setelah berpamitan pada semua orang. Kenneth pun melihatnya dan ingin bicara padanya, namun taksi sudah terlanjur melaju. "Akh, sudahlah aku tak mau berlebihan padanya." gumam Kenneth dalam hati.


Dan Diana pun tiba di apartemen, ia sengaja tinggal disana agar tak dicurigai. Sementara mom dan Dadnya kadang-kadang mengunjunginya. Kedua orangtuanya tinggal di mansion mewah, dan kadang hal itu membuat Diana merindukan mereka berdua.


Diana langsung mandi setelah menaruh kopernya. Ia merasa sangat lelah dan langsung beristirahat. Momnya pun sudah mengirimkan orangnya untuk mengirimkan makanan pada putrinya. Melihat perhatian momnya Diana pun tersenyum dan menikmati makanan tersebut setelah memanaskannya di dalam microwave.


☘☘☘


Sementara Claude ia mulai mencaritahu siapa ayahnya yg sebenarnya. Ia mengunjungi club-club malam dan menanyakan dimana ia bisa mendapatkan obat-obatan yg ia temukan dirumahnya. Awalnya ia sedikit kesulitan, tapi setelah ia berkunjung beberapa kali ke club malam ia pun mendapatkan titik terang. Ia berhasil mengetahui bisnis apa yg dijalankan ayahnya. Ia pun kecewa dan ingin tahu apa alasannya, juga alasan kenapa ia tak tahu siapa ibunya.


Tapi jika ia langsung bertanya maka ayahnya pasti takkan menjawab. Ia sudah paham betul karakter ayahnya yg sangat misterius. Bahkan ia baru tahu kalau ayahnya seorang pengedar obat-obatan terlarang. Yg ada di pikirannya adalah "Apakah ia harus melaporkan tindakan ayahnya dan jadi anak durhaka?" atau membiarkannya hingga ayahnya merugikan banyak orang.


Claude pun menyelidikinya sendiri dan ia sedang mencari orang yg bisa diandalkan. Tapi dengan kesibukannya yg semakin padat, agak sulit untuk menyelidikinya sendirian. Ia mulai membayar orang-orang untuk mencari informasi dari bar tersebut, bahkan sampai membayar jika ada info sekecil apapun.


Namun, semuanya sia-sia. Karena Fabio cukup berpengalaman. Ia takkan memunculkan dirinya dihadapan anak buahnya karena tahu mereka adalah santapan pihak berwajib dan mungkin juga SHIELD. Setiap info yg ia dapatkan tak ada yg benar, hingga Claude menyerah. Ia pasrah dan berjanji akan mengganti semua uang haram ayahnya. Juga ia akan berusaha menghindari ayahnya sampai ia tahu yg sebenarnya.


Sofia yg sedang berada di negara tersebut untuk liburan pun, beberapa kali bertemu dengannya. Claude sering diajak makan bersama Alfi dan Sofia. Mereka pun akrab karena Sofia sering berkonsultasi pada Claude.


"Besok kami akan kembali.." ucap Sofia.


"Semoga perjalanan kalian menyenangkan dan kembali dengan selamat.." ucap Claude.


"Terimakasih dr.Claude.. kau ini masih muda bahkan seusia putriku tapi sudah sehebat ini.. " ucap Sofia.


"Kami akan sering berkunjung kemari saat jadwal kami tidak padat.." ucap Alfi.


"Dan nanti aku akan memperkenalkan putriku padamu.." ucap Sofia.


"Baik nyonya.." balas Claude.


"Dan kau jika butuh bantuan hubungi saja aku, rumah sakitku membutuhkan dokter muda dan hebat sepertimu.. " ucap Alfi.


"Baik tuan, terimakasih.." ucap Claude.


Dan Keesokannya Sofia serta Alfi kembali ke Singapura. Mereka sudah cukup berlibur selama 10 hari disana. Mereka juga merindukan Diana.


☘☘☘


Sementara Diana setelah ia cukup beristirahat ia mengajak kakeknya untuk bertemu. Ia pun datang ke mansion milik pamannya, Kenan.


"Jadi Diana ada apa?" tanya Satria.


"Kakek kenapa pencarian William dihentikan?" tanya Diana.


"Harusnya kau tanya pada ibumu jangan padaku.." ucap Satria.


"Ibu masih di US.. dan kakek ada di hadapanku.." balas Diana.


"Hhh.. Diana ini adalah perintah dari ibumu, kakek tak bisa membicarakannya karena kau harus bicara padanya langsung.." ucap Satria.

__ADS_1


"Ck.. padahal tinggal selangkah lagi kami menyergapnya.." balas Diana.


"Sudahlah, pasti ibumu punya rencana lain.." ucap Satria.


"Baiklah.." balas Diana.


"Kau kalau tak kuat minum jangan memaksakan diri, kalau kau dalam bahaya bagaimana?" tanya Satria.


"Aku harus melakukannya agar misinya sukses.." ucap Diana.


"Kau itu semangat sekali.. bahkan aku sampai tertawa melihat kaptenmu kesal dengan tingkahmu.." ucap Satria tersenyum.


"Biarlah, dia selalu menyebalkan dan bermulut pedas.." ucap Diana.


"Kau tidak boleh begitu, dia harus tegas karena dia memimpin pasukan alfa.. tapi kinerja kalian sangat bagus.." ucap Satria.


"Benarkah kek?" tanya Diana bahagia.


"Ya kalian mampu menangkap beberapa orang dengan cepat dan mengumpulkan banyak informasi.." ucap Satria.


"Tentu saja, aku kan Diana.. Gadis yg tangguh.." ucap Diana.


"Dan kau adalah cucuku.." ucap Satria mengelus rambut Diana.


Lalu tibalah Brian dan Kenan.


"Hai Diana, kau tumben kemari?" tanya Kenan.


"Iya uncle.. aku harus bicara pada kakek.." ucap Diana.


"Oke.. aku ke kamar dulu ya.." ucap Kenan.


"Ya uncle." ucap Diana.


"Hai sepupu.. bagaimana misimu?" tanya Brian.


"Ada yg sukses dan ada juga yg tidak.." ucap Diana.


"Haha.. jangan berkecil hati, tidak semua percobaan langsung sukses.." balas Brian.


"Kalau begitu, ayo ajak aku jalan-jalan kita kan jarang bertemu.." ucap Diana.


"Baiklah, aku ganti pakaian dulu.." ucap Brian.


"Ya kalian jalan-jalanlah.. kakek masih ada pekerjaan.." ucap Satria.


Dan hari itu Diana bersama Brian keluar untuk berjalan-jalan. Diana membahas masalah kembarannya yg dikabarkan sudah meninggal. Baik Brian maupun Diana tak sepenuhnya percaya. Brian meminta Diana untuk memastikan kuburannya apakah itu benar atau hanya kuburan kosong. Diana pun berpikiran hal yg sama, hingga Diana kembali mencari tahu dimana lokasinya berada.


"Lebih baik kau caritahu, nanti aku akan membantumu.." ucap Brian.


"Thanks bry.. kau memang bisa diandalkan.." ucap Diana.


"Tentu saja.." balas Brian.

__ADS_1


__ADS_2