Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP301


__ADS_3

Setelah Jonathan menikah, kini tinggal Brian yg akan melangsungkan pernikahannya dengan Hana. Walaupun ada sedikit kendala restu dari sang ayah Hana. Tapi Brian berhasil membujuknya dan akhirnya sang ayah merestuinya.


"Aku trauma berhubungan dengan pengusaha kaya.. karena mereka hanya berusaha mencari keuntungan dan pria yg suka berselingkuh.." ucap ayah Hana.


"Ayah.. Brian tidak begitu.." ucap Hana.


"Kita mana tahu sifat asli yg sebenarnya. " ucap sang Ayah di hadapan Brian langsung dan membuatnya tertantang.


"Ayah, bisakah anda mempercayaiku??" tanya Brian.


"Aku belum bisa mempercayaimu.." ucap sang ayah.


"Aku bahkan hampir tak punya waktu untuk pergi kencan.. bagaimana aku akan selingkuh." ucap Brian.


"Terserah yg jelas aku belum mempercayaimu.. terlebih rupamu blasteran pasti punya perbedaan budaya yg kental.." ucap sang ayah.


"Kakek dari ibuku yg blasteran, kalau keluarga ayahku asli Indonesia bahkan perusahaanku didirikan oleh kakek buyutku yg benar-benar asli orang Indonesia.." terang Brian tapi sang ayah tidak mempercayainya.


"Pokoknya aku belum bisa percaya.." ucap sang ayah.


"Baiklah aku akan membuktikannya pada ayah.." ucap Brian.


"Kalau begitu, menginaplah disini selama 3 hari.. aku ingin lihat bagaimana kau beradaptasi.." ucap sang ayah bernama Herman.


"Baiklah ayah.." ucap Brian.


Brian pun langsung menghubungi kedua orang tuanya kalau ia akan menginap dirumah Hana yg terletak di jawa barat. Letaknya agak di perkampungan dan ada banyak sawah disana karena penduduk sekitar rata-rata adalah seorang petani.


Kenan pun terkejut tapi ia langsung mengijinkannya, sekaligus ia juga ingin melihat apakah putranya sanggup hidup dipedesaan yg minim peralatan modern.


Siang itu, Brian diajak ke sawah oleh Pak Herman. Ia suruh mencangkul sawah dan terlihat begitu kesulitan.


"Kau pasti jarang mencangkul.." ucap Herman.


"Begitulah ayah.." ucap Brian menyeka keringatnya.


"Tentu saja ini bahkan kali pertamaku terjun ke sawah.. " gumam Brian dalam hati.


Brian pun diajari menanam padi oleh Herman, dan Herman takjub dengan daya ingat Brian. Brian memiliki daya ingat yg kuat sehingga ia mudah memahami setiap apa yg ia pelajari.


"Kau punya daya ingat yg kuat.." puji Herman.


"Terimakasih ayah.." ucap Brian tersenyum senang.


"Jangan senang dulu, aku belum menerimamu.." ucap Herman.


Dan Brian pun seharian berada di sawah membajak, menanam padi, dan sebagainya. Dan hal itu menjadi tontonan warga karena ada pria bule tampan yg sedang bekerja di sawah. Belum lagi kulitnya yg putih kini berubah menjadi merah seperti kepiting rebus karena teriknya matahari.


"Baiklah cukup untuk hari ini, mari kita pulang.." ucap Herman.


Brian pun mengikutinya pulang dengan peluh yg membasahi tubuhnya. Karena kaosnya yg basah, mau tak mau Brian membuka bajunya memperlihatkan roti sobek yg menjadi pusat perhatian wanita.

__ADS_1


"Ck.. kau mau pamer otot?" tanya Herman.


"Bukan begitu ayah, kaosku sudah basah karena keringat.." ucap Brian.


"Cepat pulang dan mandi.." ucap Herman melihat warga sekitar memperhatikan Brian.


Brian pun pulang dan langsung segera mandi. Baru kali ini ia kerja keras sampai kulitnya terpanggang. Rasanya ia seperti habis berjemur di pantai, tapi kenyataannya ia habis bekerja di sawah seharian.


Setelah itu, pada malam harinya Brian makan malam dengan keluarga Hana. Disana nampak lauknya adalah masakan rumahan yg tak asing olehnya. Makanan sederhana yg sangat nikmat jika dinikmati bersama. Bahkan Brian sangat menyukai sambal buatan ibu Hana.


"Kau suka sekali sambal buatan ibu.." ucap wanita bernama Lastri.


"Benar, ibuku juga sering membuatkannya.." ucap Brian.


"Aku tak percaya ada bule yg doyan makan sambal.." ucap Herman.


"Ayah, ini nyata dan Brian memakannya.." ucap Hana.


"Baik-baik, sudah nikmatilah makanan sederhana kami.." ucap Herman.


"Terimakasih.." balas Brian.


☘☘☘


Keesokannya Brian diajak untuk membantu di kebun sayuran milik Herman. Nampak terlihat sayuran segar sedang dipanen dan dikemas.


"Bagaimana bagus bukan kualitasnya." ucap Herman.


"Tentu saja, karena kami memasok beberapa resto dan supermarket besar." ucap Herman.


"Pasti butuh perjuangan dalam membangun perkebunan dan sawah ini.." ucap Brian.


"Tentu saja, aku dan ayahku yg merintis semuanya.." ucap Herman.


"Aku jadi ingat nenek dan kakek buyutku yg membangun perusahaanku.." ucap Brian.


"Kau harus bersyukur karena bisa menikmatinya.. " ucap Herman.


"Ayah benar.." ucap Brian.


Lalu muncul keributan diluar, dimana ada seorang pria yg protes karena pengirimannya terlambat.


"Bagaimana ini?? kenapa terlambat??"


"Maaf pak, tapi kami sudah meminta anda untuk datang lebih awal agar memperoleh sayuran yg segar.." ucap pegawai Herman.


"Aku tak mau tahu, kalian harus memberikan sayuran dan buah yg segar.."


"Ada apa ini?" tanya Herman.


"Pak, bagaimana ini kenapa aku tidak mendapatkan yg diinginkan resto kami.. sayurnya tidak segar hanya karena aku terlambat 1 hari." ucap pria tersebut.

__ADS_1


"Maaf pak, namanya sayur tidak boleh ada terlambat jika ingin yg baru dan fresh.." ucap Herman.


"Pokoknya aku tak mau tahu ya.. kalian ganti baru.." ucap pria tersebut.


"Kami akan menggantinya tapi bukan sekarang, mungkin sore nanti.." ucap pegawai Herman.


"Apaa?? apa kau bercanda?" tanya pria tersebut kesal dan menarik kerah pegawai Herman.


"Hei.. apa yg kau lakukan?" tanya Herman memisahkan.


Sementara Brian memperhatikan mobil pria tersebut yg tak lain adalah mobil pengangkut sayur dari resto ibunya.


"Hei pak.. apa kau sedang cari alasan?" tanya Brian.


"Apa maksudmu? aku sedang kesal karena akan dimarahi bosku.. " ucap pria tersebut.


"Aku akan menghubungi bosmu.. aku kenal dengannya." ucap Brian langsung menelpon ibunya.


Tapi ternyata faktanya berlawanan, dan Alice berkata kalau pengiriman terlambat karena karyawannya bolos kerja.


"Kau yg bolos kenapa menyalahkan orang lain?" tanya Brian.


"Kau tahu apa? kau tidak tahu apapun..."


"Baiklah, nyonya bisa kau bicara dengan pria menyebalkan ini.." ucap Brian.


"Hei.. kau Juli, kau itu kemarin bolos dan sekarang malah memarahi mereka.. Kau ingin dipecat." ucap Alice.


"Maaf Bu.." ucap Juli mengenali suara atasannya.


Masalah itupun terselesaikan dan pria bernama Juli mendapat teguran dari Alice. Hal tersebut pun menjadi nilai tambah bagi Brian dimata Herman.


"Terimakasih Brian, ngomong-ngomong kenapa kau bisa punya nomor Ibu Alice?" tanya Herman.


"Karena dia adalah ibuku.. " ucap Brian.


"Pantas saja, tapi yasudahlah berkatmu urusan ini beres.." ucap Herman.


Herman pun mengajarkan cara merawat beberapa kebunnya pada Brian. Dan hari-hari dihabiskan Brian dengan belajar hidup di desa dengan bercocok tanam. Hingga tak terasa, sudah 3 hari. Kini waktunya ia pulang.


"Setelah melihatmu 3 hari ini, aku merasa kau tidak seburuk itu.." ucap Herman.


"Jadi ayah bagaimana? apa aku lulus?" tanya Brian.


"Memangnya kau sekolah pakai acara lulus.. aku hanya menerimamu tapi jika kau menyakiti putriku, kau akan terima balasannya.." ucap Herman.


"Baik ayah, terimakasih.." ucap Brian mencium tangan Herman karena bahagia.


Ia bahkan lupa kalau tampilannya kini lusuh, dan kulit yg kemerahan karena bekerja seharian.


"Akhirnya aku diterima.." gumam Brian dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2