
Fita dan Kim pun tengah berbahagia saat ini, begitu juga dengan sang ibu. Tapi kebahagiaan mereka tak berlangsung lama karena Andreas tak terima sudah dipermalukan. Kini Andreas menyuruh orang-orangnya untuk memberi pelajaran pada Kim. Kim pun sudah bisa menebak apa yg akan terjadi, hingga ia sengaja menaruh anak buahnya di sekitar resto untuk mengamati.
Anak buah Kim pun menghubungi karena ada sekelompok preman datang dan menyerbu resto tersebut.
"Tuan, tebakan anda benar.. kita harus bersiaga.." ucap salah seorang anak buah Kim melalui earphonenya.
"Baiklah, kalian jaga pintu masuk agar mereka tak mengacau di dalam." ucap Kim di telepon membuat Fita dan sang ibu bingung.
"Ada apa nak Kim?"
"Maaf bu, ada sedikit masalah.. aku akan keluar sebentar.." ucap Kim.
"Ada apa?" tanya Fita.
"Kau tak perlu khawatir.." ucap Kim tersenyum lalu keluar dengan membuka jas yg ia kenakan.
"Fita, apa kau yakin dia sedang tidak sibuk?" tanya ibunya.
"Aku juga tak tahu bu, kita tunggu saja.." balas Fita.
"Yah, ibu merasa dia orang yg suka olahraga terlihat dari posturnya .. Tidak buruk Fit asalkan dia orang baik.." ucap sang Ibu.
"Tentu bu, dia orang baik kok.. Dia bekerja dengan Diana sahabatku.." ucap Fita.
Sementara itu, para preman sedang bersiap dengan alat pemukul dan sejenisnya. Kim pun meminta petugas keamanan untuk mengunci pintu masuk begitu ia keluar.
"Pak, bisakah kau kunci pintu ini karena diluar sedang ada preman berbahaya.." ucap Kim.
"Anda tidak bercanda kan tuan.?"
"Lalu apa kau bisa melihat orang-orang disana..?" tanya Kim dan orang tersebut pun terkejut.
"Baiklah aku mengerti, aku juga akan menelpon polisi.." ucapnya.
"Ya.. langsung kunci begitu aku keluar.." ucap Kim.
"Anda tidak berniat melawannya kan tuan?" tanya petugas.
"Pokoknya kau harus menguncinya dengan benar.." balas Kim lalu keluar dan pintu pun langsung terkunci.
Sementara para preman pun mendekati pintu masuk. Mereka ingin menerobos masuk tapi melihat Kim yg menjadi target mereka. Langsung saja mereka menyerangnya tapi anak buah Kim pun keluar dan membantu. Perkelahian pun tak terelakan, hingga petugas keamanan pun ngeri melihatnya. Dan ia menyaksikan bagaimana Kim dan anak buahnya menghajar para preman tersebut.
Bughh..Bughh..bughh..
Prankkk.. Duakhhhh.
Saat sedang seru-serunya seorang anak kecil pun berteriak histeris melihat perkelahian tersebut.
"Aaakhhhhh.. ada yg berkelahi..!" teriaknya.
"Ada apa nak?" tanya sang ibu.
"Akh.. jangan dilihat.." ucap sang ibu menutup mata anaknya.
Petugas pun sudah memberikan kode untuk tetap diam, tapi pengunjung lain berdiri dan melihat ke luar. Ada sekelompok orang yg berkelahi dibalik padatnya parkiran mobil yg membuat mereka tak terlalu kelihatan dari dalam resto.
__ADS_1
Keributan pun terdengar sampai ke meja Fita. Dia dan ibunya pun ikut melihat perkelahian tersebut. Awalnya mereka kira ada tawuran, tapi setelah diperhatian salah seorang diantaranya adalah Kim. Sang ibu pun terkejut melihatnya, tapi tidak dengan Fita.
"Fit, apa Kim orang yg seperti ini?"
"Bu, Kim orang baik.. pasti lawannya lah yg orang jahat.." ucap Fita.
"Tapi dia melumpuhkan mereka semua.." ucap sang ibu.
"Ya.. nanti kita tanya apa yg terjadi diluar." ucap Fita.
Dan tak lama mobil polisi tiba dan meringkus para preman. Fita dan ibunya pun paham kalau Kim sedang melawan para preman yg hendak merampok atau berbuat onar.
Setelah kejadian itu, Kim pun semakin diterima di keluarga Fita. Tapi karena kesibukan masing-masing, mereka berdua belum sempat pergi ke naegara Kim untuk menemui orang tuanya.
☘☘☘
Kehidupan Jack pasca Kenneth kembali pun mulai membaik. Ia tak terlalu sibuk seperti sebelumnya, tapi kini Nada yg gantian mengabaikannya. Jack pun frustasi dibuatnya, hingga ia meminta bantuan Diana. Tapi sebelumnya ia meminta ijin pada Kenneth untuk bicara pada Diana.
"Tuan, kumohon ijinkan aku berkonsultasi dengan nona Diana mengenai masalah percintaanku.." ucap Jack memelas.
"Ck.. kau ini memang lambat.. baiklah ikut denganku pulang ke apartemen." ucap Kenneth.
"Terimakasih tuan.." ucap Jack.
Hingga saat mereka pulang, Jack pun ikut pulang bersama Kenneth. Diana pun tak terkejut melihatnya karena baru saja Nada curhat mengenai Jack. Nampaknya Diana sudah menjadi mak comblang dan tempat curhat masalah cinta oleh sahabatnya.
"Sayang.. Jack ingin bicara padamu.." ucap Kenneth.
"Oke.. aku tahu masalahnya.." balas Diana tersenyum.
"Ya.. kau mandi saja dulu.." balas Diana.
"Dan Jack, duduklah aku tahu maksud tujuanmu.." ucap Diana.
"Terimakasih nona.." balas Jack.
"Jadi apa yg ingin kau bicarakan?" tanya Diana sembari menyediakan teh.
"Maaf nona sebelumnya, aku sudah berbuat kesalahan pada Nada dan dia marah padaku.. " ucap Jack.
Tak.. suara gelas yg diletakkan Diana di atas meja membuat Jack terkejut.
"Ck.. baru gelas saja kau sudah begitu.. lanjutkan bicaramu.." ucap Diana.
Jack pun menjelaskan situasinya pada Diana, dan Diana mengerti. Ia juga tahu kalau Jack menghandle semua pekerjaan suaminya selama menemaninya bekerja di luar negeri.
"Baiklah, karena kau sudah menghandle semua pekerjaan suamiku aku akan membantumu.. tapi dengan syarat.." ucap Diana.
"Apapun itu akan kulakukan nona.." ucap Jack.
"Bagus.. " ucap Diana meminum teh di cangkirnya.
"Jadi, kau harus minta maaf dengan tulus.." ucap Diana.
"Nona, aku sudah melakukannya kemarin.." ucap Jack.
__ADS_1
"Kau bukan minta maaf tapi kau hanya beralasan kemarin.." ucap Diana.
"Lalu, aku harus bagaimana?" tanya Jack.
"Siapkan permintaan maaf yg tak bisa ia tolak.. dan Nada menyukai hal-hal yg dapat menyentuh hatinya.. " ucap Diana.
"Contohnya apa nona?" tanya Jack.
"Contohnya ketulusan, apapun yg kau lakukan kalau kau tulus dan membuatnya apa adanya.. Nada pasti tahu kau tulus melakukannya. " ucap Diana.
"Aku masih tak mengerti.." balas Jack.
"Intinya kau minta maaf tanpa mengelak sama sekali.. dan siapkan kejutan yg dapat menyentuh hatinya.. caritahu apa yg ia sukai dan tidak.. gampang Jack.." ucap Diana.
"Baiklah nona, jadi apa yg Nada sukai dan tidak sukai?" tanya Jack.
"Hhhh.. jadi aku lagi yg memberitahumu.." ucap Diana.
"Kumohon nona.." ucap Jack.
"Oke.. dengarkan baik-baik.." ucap Diana.
Diana pun menjelaskan segalanya yg ia ketahui tentang Nada dan Jack pun mengerti. Lalu ia pamit setelah mendapatkan pencerahan dari Diana. Tak lupa ia berterimakasih padanya dan juga Kenneth.
"Ada-ada saja ulahnya Jack.." gerutu Kenneth.
"Sudah biarlah, dia itu terlalu kaku.." ucap Diana.
Dengan segenap kemampuannya, Jack berhasil memikirkan cara untuk membujuk Nada. Hingga akhiranya ia juga berhasil mengajak Nada untuk bertemu dengannya. Mereka pun bertemu disebuah taman pada malam hari.
"Apalagi kali ini?? malam-malam mengajakku kemari.. awas kalau mengecewakanku lagi." ucap Nada.
Sebuah pesan pun masuk ke ponsel milik Nada. Ia pun segera membukanya dan disana tertulis Jack memintanya untuk duduk di kursi taman berwarna putih yg ada disana.
"Kursi taman berwarna putih?" gumam Nada sembari menengok kesana kemari.
Kebetulan malam itu cukup sepi, membuat Nada sedikit takut. Tapi ia juga penasaran dengan maksud Jack.
"Itu dia kursi taman berwarna putih." gumam Nada.
Nada pun mendekat dan melihat ada tulisannya. "Silahkan duduk nona Nada yg manis.." begitulah bunyi tulisan tersebut.
Nada pun tersenyum dan duduk disana. Ia tak tahu kejutan apalagi yg akan dia dapatkan. Seketika lampu taman mati dan membuat Nada ketakutan. Lalu muncul cahaya dari beberapa drone yg terbang diudara.
Drone tersebut pun terbang membentuk sebuah kata-kata. Kata pertama adalah "MAAF.." yg seketika membuat Nada terharu. Lalu setelahnya drone tersebut berubah menjadi simbol hati. Dan Nada semakin senang melihatnya. Lalu Drone tersebut pun pergi dan berputar disekitarnya. Hingga drone tersebut kembali ke posisinya dengan membentuk gambar cincin yg artinya Jack melamarnya.
Ponselnya pun kembali berbunyi, disana tertulis Jack memintanya untuk berbalik. Nada pun berbalik dan melihat Jack sedang berlutut dengan sebuah bunga dan cincin.
"Will you marry me?" ucap Jack membuat Nada terharu.
"Yes.." ucap Nada dengan air mata.
Jack pun memakaikan cincin tersebut pada Nada dan mereka berpelukan. Sementara drone di atas sana membentuk lambang hati menandakan kebahagiaan mereka berdua.
"Terimakasih.." ucap Jack.
__ADS_1
"Ya.. aku juga harus berterimakasih atas kejutan yg manis ini.." ucap Nada.